Jadwal SIM Keliling di Kota Jogja, 2 Juni 2026
Polresta Jogja menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku.
Trofi Piala Dunia - ist/FIFA
Harianjogja.com, JOGJA—Menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026, kepolisian Toronto berhasil mengungkap kasus besar peredaran merchandise sepak bola palsu. Aparat menyita ribuan produk tiruan dengan nilai estimasi mencapai Rp45,09 miliar atau sekitar 3,56 juta dolar Kanada.
City News Torono melaporkan, operasi penggerebekan yang dilakukan di Mississauga, Ontario, merupakan bagian dari penindakan sindikat distribusi barang ilegal yang memanfaatkan antusiasme penonton menjelang turnamen akbar tersebut.
Investigasi dimulai pada 12 Mei setelah menerima laporan dari firma hukum Lipkus Law, anggota Jaringan Anti-Pemalsuan Kanada. Setelah serangkaian penyelidikan, polisi menggeledah gudang yang dioperasikan oleh Amana Trading Company pada 26 Mei lalu.
Dalam penggerebekan tersebut, aparat menyita lebih dari 16.000 jersey dan bendera tiruan dengan logo FIFA, Nike, Adidas, dan Puma. Selain itu diamankan juga dua trofi Piala Dunia tiruan, kaus NFL palsu dan berbagai perlengkapan olahraga lainnya serta jersey tiruan yang dipajang mencakup seragam tim nasional Kanada, Argentina, Portugal, dan Kroasia.
Dikutip dari Toronto Police Service, polisi setempat telah menetapkan dua orang tersangka, yaitu Ramy Jaber (41) dan Walid Sarhan (62). Keduanya menghadapi dakwaan serius, meliputi penipuan, kepemilikan hasil kejahatan, serta pelanggaran Undang-undang Merek Dagang.
Tersangka tidak hanya menyimpan barang, tetapi juga bertindak sebagai distributor yang memasok toko ritel di seluruh Kanada. Modus yang lebih meresahkan adalah pelaku menjual produk tiruan tersebut dengan harga setara barang asli, sehingga konsumen tanpa sadar membayar harga penuh untuk barang palsu.
Supt. David Ecklund menjelaskan bahwa pemalsuan barang dagangan kerap menjadi "kejahatan peluang" dalam ajang olahraga besar. "Sering kali, hasil kejahatan ini membiayai kejahatan terorganisir, termasuk perdagangan manusia," tegas Ecklund.
Penyelidikan menunjukkan tersangka juga berperan sebagai distributor ke toko ritel seluruh Kanada, menjual barang tiruan dengan harga mirip asli sehingga konsumen membayar penuh tanpa menyadari penipuan. Polisi memperingatkan kemungkinan masih ada barang palsu yang beredar sebelum penggerebekan.
Pihak kepolisian juga memberikan panduan bagi konsumen untuk menghindari penipuan. Masyarakat diminta terhadap waspada harga murah, utamanya jika harga jauh di bawah standar untuk barang premium, itu adalah tanda bahaya. Selain itu, masyarakat juga diminta melakukan verifikasi yakni dengan mengunjungi situs web resmi merek untuk mencari daftar pengecer resmi.
"Perhatikan juga kualitas cetakan, label, serta tata bahasa pada kemasan, karena merek asli sangat memperhatikan detail tersebut," ungkapnya.
Dengan estimasi lebih dari 300.000 pengunjung di Toronto selama Piala Dunia 2026, pihak kepolisian akan terus memperketat pengawasan terhadap peredaran barang palsu demi melindungi konsumen dari penipuan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Apple rilis iOS 26.5.1 untuk perbaiki bug pengisian daya di iPhone Air dan iPhone 17. Simak rincian dan cara update sistem Anda di sini.
Simak kalender fenomena langit Juni 2026, mulai dari konjungsi planet hingga puncak hujan meteor. Catat tanggal dan tips pengamatannya di sini.
Bea Cukai Yogyakarta kawal kepulangan jemaah haji di Bandara YIA. Tersedia layanan registrasi IMEI dan pemeriksaan barang yang cepat. Simak detailnya di sini.
Davide Ancelotti resmi melatih LOSC Lille hingga 2028. Calvin Verdonk kini di bawah asuhan putra Carlo Ancelotti tersebut. Simak berita selengkapnya di sini.
Eksploitasi AI Meta memungkinkan peretas menguasai akun Instagram bernilai tinggi sejak Februari 2026, termasuk akun publik ternama.