Cara Update Roblox di Laptop Windows dan Mac agar Tidak Gagal
Cara update Roblox di Windows dan MacBook terbaru 2026. Simak langkah mudah memperbarui Roblox serta solusi mengatasi error update failed.
FIFA President Gianni Infantino. (AFP/SIMON MAINA/SIMON MAINA)
Harianjogja.com, JOGJA—Posisi Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA menghadapi tekanan yang semakin besar menjelang pemilihan periode 2027-2031. Setelah Asosiasi Sepak Bola Wales (FAW) resmi mencabut dukungannya, Federasi Sepak Bola Inggris (FA) kini dilaporkan bersiap mengambil langkah serupa.
Perkembangan tersebut muncul setelah gagalnya proyek komersial besar FIFA yang sebelumnya dirancang untuk menarik investasi swasta senilai US$4,2 miliar atau sekitar Rp68 triliun. Kegagalan inisiatif tersebut memicu gelombang kritik terhadap tata kelola organisasi sepak bola dunia itu sekaligus memunculkan keraguan terhadap kepemimpinan Infantino.
Rencana yang kandas pada Jumat pekan lalu itu semula bertujuan melepas sekitar 20 persen kepemilikan dalam entitas baru yang akan mengelola sejumlah kompetisi utama FIFA. Dana dari investor swasta diharapkan menjadi sumber pendapatan baru bagi organisasi tersebut.
Namun batalnya proyek tersebut justru menjadi titik balik yang memperbesar tekanan terhadap Infantino menjelang upaya mempertahankan kursi presiden untuk masa jabatan berikutnya.
Wales Resmi Tarik Dukungan
Wales menjadi federasi nasional pertama yang secara terbuka menyatakan tidak lagi mendukung pencalonan kembali Gianni Infantino.
Dalam pernyataan resminya, FAW menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil setelah hilangnya kepercayaan terhadap kepemimpinan orang nomor satu di FIFA itu.
“Asosiasi Sepak Bola Wales (FAW) dengan ini mengonfirmasi penarikan dukungannya terhadap pencalonan Bapak Gianni Infantino untuk pemilihan kembali sebagai Presiden FIFA periode 2027 hingga 2031,” kata FAW dikutip dari Reuters, Senin (3/8/2026).
FAW menilai terdapat berbagai persoalan mendasar yang membuat mereka tidak lagi yakin Infantino layak memimpin organisasi sepak bola dunia tersebut.
"Kegagalan-kegagalan baru-baru ini dalam tata kelola yang baik, proses, kepemimpinan, nilai-nilai, pengelolaan pemangku kepentingan, komunikasi, dan penilaian yang bijaksana telah membawa kami pada posisi di mana Tuan Infantino telah kehilangan kepercayaan dari FAW untuk tetap memimpin sepak bola dunia."
“Kegagalan dalam mengutamakan kepentingan terbaik sepak bola adalah kegagalan yang tidak dapat kami terima.”
Pernyataan itu menjadi salah satu kritik paling keras yang pernah disampaikan secara terbuka oleh federasi anggota FIFA terhadap kepemimpinan Infantino.
Inggris Disebut Bersiap Mengambil Sikap Serupa
Laporan yang beredar menyebutkan FA Inggris kini tengah mempertimbangkan untuk mengikuti langkah Wales dengan mencabut dukungan terhadap Infantino.
Jika langkah tersebut benar-benar diambil, posisi Presiden FIFA akan semakin sulit karena Inggris merupakan salah satu kekuatan paling berpengaruh dalam sepak bola internasional.
Pergerakan Inggris juga dinilai dapat memicu federasi lain untuk mengevaluasi kembali sikap mereka menjelang proses pemilihan Presiden FIFA berikutnya.
UEFA dan CONCACAF Ikut Kehilangan Kepercayaan
Tekanan terhadap Infantino tidak hanya datang dari Inggris dan Wales.
Situasi semakin rumit setelah dua konfederasi besar dunia, yakni UEFA dan CONCACAF, menyatakan bahwa mereka juga kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinan pria asal Swiss tersebut pada Sabtu lalu.
UEFA selama ini dikenal sebagai pihak yang paling vokal menentang proyek komersial FIFA yang akhirnya dibatalkan.
Meski belum memberikan kepastian mengenai laporan media yang menyebut adanya kemungkinan langkah hukum terhadap FIFA, UEFA mengungkapkan telah mengambil tindakan preventif.
Badan sepak bola Eropa itu mengaku telah mengeluarkan perintah pelestarian dokumen guna memastikan tidak ada data, surat elektronik, maupun dokumen penting yang dihapus apabila nantinya penyelidikan resmi dilakukan.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa polemik terkait proyek investasi FIFA belum sepenuhnya berakhir meski rencana tersebut telah dibatalkan.
Ambisi Masa Jabatan Keempat Kini Terancam
Pada April lalu, Gianni Infantino telah menyatakan niatnya untuk kembali maju dalam pemilihan Presiden FIFA periode 2027-2031.
Sejak mengambil alih kepemimpinan FIFA dari Sepp Blatter pada 2016, Infantino berhasil memenangkan dua pemilihan terakhir tanpa menghadapi penantang yang berarti.
Karena itu, banyak pihak sebelumnya memperkirakan pencalonan berikutnya hanya akan menjadi formalitas.
Namun kondisi kini berubah drastis.
Sejumlah pengamat menilai kegagalan proyek komersial FIFA telah membuka ruang bagi munculnya ketidakpuasan dari berbagai asosiasi anggota. Situasi tersebut berpotensi menjadi tantangan serius menjelang agenda Kongres FIFA di Maroko pada Maret mendatang.
Dengan Wales yang sudah menarik dukungan, Inggris yang dikabarkan akan mengambil langkah serupa, serta meningkatnya tekanan dari UEFA dan CONCACAF, masa depan kepemimpinan Gianni Infantino kini berada dalam sorotan besar.
Perkembangan dalam beberapa bulan ke depan diperkirakan akan menjadi penentu apakah Infantino masih memiliki dukungan yang cukup kuat untuk mempertahankan posisinya sebagai Presiden FIFA untuk periode berikutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cara update Roblox di Windows dan MacBook terbaru 2026. Simak langkah mudah memperbarui Roblox serta solusi mengatasi error update failed.
Donald Trump mengunggah gambar AI dirinya sebagai Elvis Presley. Unggahan itu memicu kritik dari penggemar musik dan warganet.
Timnas Indonesia kalah telak 0-3 dari Vietnam di Grup A Piala AFF 2026. Meski unggul penguasaan bola, Garuda kalah efektif dan peluang ke semifinal makin berat.
Pasar saham AS bergejolak setelah laporan emiten teknologi dan sinyal The Fed. Microsoft melonjak, Apple dan Meta justru tertekan.
Produksi salak Sleman Semester I 2026 turun 4,81% menjadi 200.531,77 kuintal. Lahan berkurang dan tanaman tua jadi penyebab utama.
Peraih Fields Medal 2026 Jacob Tsimerman bergabung dengan OpenAI untuk fokus mengembangkan keamanan AI dan mengurangi risiko teknologi masa depan.