Tech3 Siap Ambil Risiko, Bidik Talenta Moto2 untuk MotoGP 2027

Jumali
Jumali Jum'at, 05 Juni 2026 11:47 WIB
Tech3 Siap Ambil Risiko, Bidik Talenta Moto2 untuk MotoGP 2027

Tech3 KTM/Instagram

Harianjogja.com, JOGJA—Tim satelit KTM, Tech3, mulai menyusun strategi menghadapi perubahan besar MotoGP 2027 yang akan memasuki era mesin 850cc.

Alih-alih memburu nama-nama besar di bursa transfer, manajemen tim memilih membuka peluang bagi pembalap muda dari Moto2 untuk naik ke kelas utama. Langkah tersebut dinilai sebagai cara realistis sekaligus strategis untuk membangun kekuatan jangka panjang di tengah persaingan ketat antar tim.

Bos Tech3, Guenther Steiner, mengakui timnya tidak berada dalam posisi yang sama dengan tim pabrikan besar dalam perebutan pembalap elite MotoGP.

Menurut Steiner, pembalap papan atas seperti Marc Marquez atau Marco Bezzecchi umumnya menjadi incaran tim-tim dengan sumber daya lebih besar. Kondisi tersebut justru mendorong Tech3 untuk mencari peluang lain melalui pengembangan talenta muda.

“Sebagai tim seperti kami, kami tidak bisa mendapatkan Marc, kami juga tidak bisa mendapatkan Bezzecchi. Itu realitasnya,” ujar Steiner kepada Crash.net.

Steiner menjelaskan Tech3 tidak akan sepenuhnya meninggalkan pembalap berpengalaman. Ia ingin mengombinasikan pengalaman dengan potensi masa depan melalui perekrutan pembalap muda yang dinilai memiliki prospek berkembang menjadi bintang MotoGP.

Menurutnya, tim satelit memiliki fleksibilitas lebih besar untuk mengambil risiko dibanding tim pabrikan yang dituntut meraih hasil instan.

“Tim besar mungkin tidak bisa berspekulasi, tetapi kami bisa mengambil peluang itu,” katanya.

Sejumlah Nama Masuk Radar

Untuk menghadapi musim 2027, Tech3 disebut mempertimbangkan beberapa kategori pembalap.

Pada kelompok pembalap berpengalaman, nama Maverick Viñales masih menjadi salah satu opsi. Namun kondisi kebugarannya tetap menjadi perhatian setelah sempat mengalami cedera serius.

Selain Viñales, Brad Binder juga dikaitkan dengan Tech3 apabila terjadi perubahan komposisi pembalap di tim pabrikan KTM.

Sementara dari Moto2, sejumlah nama muda mulai dikaitkan dengan kursi MotoGP 2027. Di antaranya adalah David Alonso, Dani Holgado, dan Izan Guevara.

Jika ketiga nama tersebut berlabuh ke tim lain, Tech3 masih memiliki alternatif seperti Manuel Gonzalez yang saat ini menjadi salah satu kandidat kuat di papan atas Moto2, serta Senna Agius yang juga menunjukkan performa kompetitif.

Steiner menegaskan bahwa kebijakan perekrutan Tech3 tidak mempertimbangkan asal negara pembalap. Ia menilai faktor utama yang menentukan peluang seseorang mencapai MotoGP adalah kemampuan dan prestasi di lintasan. Menurutnya, tim akan memilih pembalap terbaik yang tersedia tanpa memandang kewarganegaraan.

Pernyataan tersebut membuka peluang bagi talenta-talenta muda dari berbagai negara untuk mendapat kesempatan bersaing di kelas premier apabila mampu menunjukkan kualitas yang dibutuhkan.

Strategi jangka panjang tersebut didukung hubungan erat antara Tech3 dan KTM. Pada Mei 2026, KTM AG resmi memperpanjang kerja sama dengan Tech3 KTM Factory Racing untuk menyambut regulasi baru MotoGP 2027.

Direktur Motorsport KTM, Pit Beirer, menyebut kolaborasi tersebut menjadi fondasi penting dalam pengembangan proyek balap KTM pada era mesin 850cc.

Persaingan Baru di Era 850cc

MotoGP 2027 akan menjadi awal penerapan regulasi mesin 850cc yang menggantikan konfigurasi 1.000cc saat ini. Perubahan tersebut diperkirakan akan memengaruhi karakter motor, strategi balapan, hingga proses adaptasi para pembalap.

Kondisi itu berpotensi menciptakan peluang lebih besar bagi para rookie untuk bersaing dengan pembalap yang lebih berpengalaman.

Jika strategi Tech3 berhasil, tim satelit KTM tersebut bisa menjadi salah satu pencetak bintang baru pada era MotoGP yang akan datang.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online