Rupiah Menutup Hari di Rp17.890 Setelah Sempat Tertekan
Rupiah ditutup melemah ke Rp17.890 per dolar AS pada Kamis. Tekanan berkurang dibanding pembukaan di tengah sentimen BI dan konflik AS-Iran.
Tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani./JIBI
Harianjogja.com, JOGJA—Ambisi tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani, untuk menembus babak semifinal Indonesia Open 2026 harus pupus setelah gagal mempertahankan keunggulan di momen krusial.
Bertanding di atmosfer panas Istora Senayan, Jakarta, pada Jumat (5/6/2026), Putri sebenarnya berpeluang besar memaksa terjadinya gim penentuan. Namun, ketenangan luar biasa diperlihatkan oleh unggulan keempat asal China, Chen Yu Fei, yang akhirnya menyudahi perlawanan tuan rumah dengan skor ketat 13-21 dan 20-22.
Kegagalan mengamankan gim kedua menjadi titik balik yang paling mengecewakan bagi atlet berusia 23 tahun tersebut, mengingat ia sempat memimpin perolehan angka dengan margin yang cukup meyakinkan.
"Cuma memang di game kedua itu lumayan jauh banget saya unggul, yang buat saya kecewa apa ya, sedikit lagi saya bisa rubber game dan punya kesempatan untuk menang juga kan. Tapi di poin 18 malah jadi buru-buru terus," sesal Putri kepada wartawan usai pertandingan.
Bagi Putri, menaklukkan peraih medali emas Olimpiade 2020 tersebut merupakan tantangan fisik dan mental yang sangat berat. Hingga pertemuan keempat ini, Putri tercatat belum pernah sekalipun memetik kemenangan atas Chen Yu Fei. Berdasarkan pengalamannya di lapangan, kunci kekuatan sang lawan terletak pada konsistensi yang tidak goyah meski berada dalam posisi tertekan.
"Yang menyulitkan dari Chen Yu Fei adalah fokusnya, waktu ketinggalan, dia tetap masih berusaha dapetin satu poin, satu poin. Walaupun ketinggalan cukup jauh, tapi dia dari fokus dan konsistensi permainannya sangat kuat. Sementara saya masih banyak buang poin di dalam situasi seperti ini," beber Putri.
Seusai laga yang menguras emosi tersebut, Putri Kusuma Wardani menyadari bahwa ada kesenjangan yang harus segera diperbaiki jika ingin bersaing di level elite dunia. Aspek ketahanan fisik dan pola pikir menjadi catatan merah yang akan ia evaluasi bersama tim pelatih. Menurutnya, menjaga fokus di turnamen level Super 1000 membutuhkan energi yang jauh lebih besar daripada sekadar teknik permainan.
"Saya merasa yang harus ditingkatkan lagi adalah fisik dan cara berpikirnya. Menjaga fokus di lapangan itu benar-benar menguras tenaga," kata Putri.
Ia menambahkan bahwa menghadapi pemain yang menghuni peringkat empat besar dunia tidak memberikan ruang sedikit pun untuk melakukan kesalahan. Sekali mendapatkan celah untuk menekan, seorang pemain harus mampu menjaga momentum tersebut hingga poin terakhir benar-benar diraih.
"Jadi melawan Top 4 menurut saya benar-benar harus bisa dari awal kita nggak boleh kecolongan sedikit pun. Kalau sekali kita udah dapat celahnya, harus benar-benar jaga terus sampai selesai," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rupiah ditutup melemah ke Rp17.890 per dolar AS pada Kamis. Tekanan berkurang dibanding pembukaan di tengah sentimen BI dan konflik AS-Iran.
Pilur Gunungkidul 2026 diramaikan bakal calon lurah dari berbagai profesi, mulai wartawan hingga MC, di tengah dominasi petahana.
Isu pengadaan kipas angin Rp1,8 triliun untuk Kopdes Merah Putih masih dipertanyakan. Agrinas, Menkeu, dan Menkop buka suara.
Pemkot Jogja mulai membahas penataan 10 sirip Malioboro pekan depan bersama Pemda DIY, termasuk parkir, lalu lintas, dan logistik.
DPRD Kulonprogo mendesak evaluasi total program MBG di SMPN 3 Wates setelah dugaan keracunan massal kembali terjadi.
Danantara Indonesia mengambil alih empat manajer investasi BUMN dengan total dana kelolaan lebih dari Rp170 triliun. Seluruh entitas akan merger dalam satu bula