Jangan Salah Paham, Ini Bedanya MHEV, HEV, PHEV, dan REEV
Masih bingung membedakan MHEV, HEV, PHEV, dan REEV? Simak penjelasan lengkap cara kerja, kelebihan, dan peran mesin bensin pada setiap teknologi mobil elektrifi
Ilustrasi bulu tangkis atau badminton - Foto dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, JOGJA—Langkah tunggal putra Indonesia Alwi Farhan di China Open 2026 harus terhenti lebih cepat. Pebulu tangkis muda Merah Putih itu gagal melewati babak pertama setelah dikalahkan Ayush Shetty dari India dalam pertandingan tiga gim yang berlangsung ketat di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzhou, Rabu (22/7/2026).
Dalam duel berdurasi 57 menit tersebut, Alwi menyerah dengan skor 17-21, 21-5, dan 17-21. Kekalahan ini sekaligus membuatnya gagal melanjutkan tren positif yang sempat ditunjukkan pada Japan Open 2026 pekan lalu saat berhasil menembus babak perempat final.
Pertandingan sebenarnya diawali cukup baik oleh Alwi. Pada awal gim pertama, ia mampu memimpin perolehan angka 6-4 dan sempat memberikan tekanan kepada lawannya. Namun, Ayush Shetty perlahan mengambil alih kendali permainan.
Pebulu tangkis India itu menutup interval gim pertama dengan keunggulan 11-8 sebelum memperlebar jarak menjadi 18-11. Alwi mencoba bangkit dan memangkas ketertinggalan hingga 17-19. Sayangnya, dua poin terakhir berhasil diamankan Shetty untuk merebut gim pembuka dengan skor 21-17.
Memasuki gim kedua, Alwi menunjukkan respons yang impresif. Permainannya jauh lebih agresif dan efektif sehingga mampu mendominasi jalannya pertandingan sejak awal.
Ia unggul jauh 11-3 saat interval dan terus menjaga ritme permainan hingga membuat Shetty kesulitan mengembangkan permainan. Dominasi Alwi terlihat dari skor telak 21-5 yang berhasil diamankannya untuk memaksakan pertandingan berlanjut ke gim penentuan.
Harapan untuk membalikkan keadaan sempat terbuka lebar setelah kemenangan meyakinkan tersebut. Namun, pada gim ketiga, Shetty kembali menemukan ritme terbaiknya.
Alwi beberapa kali mampu memberikan perlawanan, tetapi Shetty tampil lebih konsisten dalam menjaga keunggulan. Wakil India itu menutup interval dengan skor 11-8 sebelum menjauh hingga 20-14.
Dalam situasi tertekan, Alwi berusaha mengejar dan memperkecil ketertinggalan. Akan tetapi, tambahan tiga poin yang diraihnya belum cukup untuk membalikkan keadaan. Shetty akhirnya mengunci kemenangan dengan skor 21-17 sekaligus memastikan tiket ke babak 16 besar.
Hasil ini menjadi kemunduran dibandingkan pencapaian Alwi pada Japan Open 2026. Saat tampil di turnamen sebelumnya, pemain muda Indonesia tersebut mampu melaju hingga perempat final sebelum langkahnya dihentikan wakil Jepang, Kodai Naraoka.
Meski gagal melangkah jauh di Changzhou, pengalaman tampil di turnamen level Super 1000 tetap menjadi bekal penting bagi Alwi. Kekalahan dari Ayush Shetty menunjukkan bahwa aspek konsistensi permainan masih menjadi pekerjaan rumah yang harus dibenahi agar mampu bersaing secara stabil di level elite dunia.
Dengan usia yang masih muda dan potensi besar yang dimiliki, Alwi masih memiliki banyak kesempatan untuk berkembang. Evaluasi dari turnamen ini diharapkan dapat menjadi modal berharga dalam menghadapi rangkaian kompetisi internasional berikutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Masih bingung membedakan MHEV, HEV, PHEV, dan REEV? Simak penjelasan lengkap cara kerja, kelebihan, dan peran mesin bensin pada setiap teknologi mobil elektrifi
Nvidia memperkenalkan AI synthetic video detector yang mampu mendeteksi video deepfake hanya dalam 22 milidetik dengan akurasi hingga 92 persen.
Doomscrolling adalah kebiasaan membaca berita negatif secara berlebihan di media sosial yang dapat memicu stres, kecemasan, insomnia hingga gangguan kesehatan j
PSIM Jogja menyiapkan 6-7 laga uji coba sepanjang Agustus 2026 untuk mematangkan tim menghadapi Super League 2026/2027. Seluruh laga direncanakan digelar di Jog
Sudaryono yang dipercaya memimpin Badan Gizi Nasional tercatat memiliki aset Rp69,33 miliar dan utang Rp60,47 miliar. Berikut rincian lengkap harta kekayaannya.
Meta menguji StoryKit, aplikasi AI yang mampu membuat dongeng anak otomatis hanya dari foto, karakter, dan pesan moral. Inovatif, namun memicu perdebatan soal k