Polisi Tutup Kasus Kematian Hulk Hogan, Tak Ada Unsur Kriminal

Jumali
Jumali Minggu, 07 Juni 2026 09:47 WIB
Polisi Tutup Kasus Kematian Hulk Hogan, Tak Ada Unsur Kriminal

Hulk Hogan/Reuters

Harianjogja.com, JOGJA—Kepolisian Clearwater, Florida, resmi menutup penyelidikan kematian legenda gulat dunia, Hulk Hogan, setelah hampir satu tahun melakukan pemeriksaan. Hasil investigasi menyimpulkan tidak ditemukan unsur pidana, tindak kriminal, maupun kelalaian yang menyebabkan wafatnya ikon WWE tersebut.

Keputusan itu sekaligus mengakhiri berbagai spekulasi yang sempat muncul terkait kondisi kesehatan dan perawatan medis yang dijalani Hogan sebelum meninggal dunia pada 24 Juli 2025.

Polisi Pastikan Hulk Hogan Meninggal Secara Alami

Dalam laporan resmi yang diumumkan pada Jumat (5/6/2026) waktu setempat, penyidik menyatakan kematian Hulk Hogan atau Terry Bollea merupakan kematian alami.

Tim penyelidik melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap rekam medis, keterangan saksi, rekaman pengawasan di kediaman Hogan, hingga pemeriksaan visual terhadap jasadnya.

Menurut laporan tersebut, tidak ditemukan bukti yang mengarah pada tindakan kriminal maupun penyebab kematian selain faktor kesehatan.

"Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa kematian Terry Bollea bukanlah kematian alami," demikian kesimpulan penyidik dikutip dari NYPost.

Sempat Muncul Dugaan Malapraktik

Penyelidikan dilakukan karena muncul sejumlah pertanyaan mengenai kondisi kesehatan Hogan menjelang wafat. Salah satu yang menjadi perhatian adalah pernyataan terapisnya, Justin McCamey.

McCamey sebelumnya menduga Hogan kemungkinan mengalami dampak dari prosedur medis yang dijalani sebelum meninggal. Ia menilai kondisi kesehatan mantan pegulat tersebut terus menurun setelah menjalani operasi.

Namun, hasil investigasi kepolisian tidak menemukan bukti adanya malapraktik, kelalaian medis, maupun tindakan lain yang berkontribusi terhadap kematiannya.

Riwayat Penyakit yang Diderita Hogan

Dokumen medis yang terungkap selama proses penyelidikan menunjukkan Hogan memiliki sejumlah masalah kesehatan serius sebelum wafat.

Beberapa kondisi yang diketahui dideritanya antara lain:

- Fibrilasi atrium atau gangguan irama jantung.
- Leukemia limfositik kronis, yakni kanker yang menyerang sel darah putih.
- Riwayat operasi jantung besar pada Juni 2025, sekitar satu bulan sebelum meninggal dunia.

Kombinasi berbagai masalah kesehatan tersebut diduga menjadi faktor utama yang memicu serangan jantung fatal yang merenggut nyawanya.

Sosok Hulk Hogan dalam Dunia Gulat

Hulk Hogan merupakan salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah gulat profesional. Popularitasnya melesat pada era 1980-an dan 1990-an saat menjadi wajah utama WWE yang kala itu masih dikenal sebagai WWF.

Sebagai Hulk Hogan, ia dikenal melalui karakter karismatik, gaya khas di atas ring, serta perannya dalam membawa gulat profesional menjadi hiburan global.

Keluarga dan Penggemar Kini Mendapat Kepastian

Dengan ditutupnya penyelidikan, keluarga dan jutaan penggemar Hulk Hogan di seluruh dunia kini memperoleh kepastian mengenai penyebab kematiannya.

Hasil investigasi tersebut menegaskan bahwa kepergian sang legenda berkaitan dengan kondisi kesehatan yang telah lama dideritanya, bukan akibat tindakan kriminal maupun faktor eksternal lainnya.

Meski berbagai spekulasi sempat beredar selama hampir setahun terakhir, laporan resmi kepolisian menutup seluruh pertanyaan yang tersisa dan memastikan bahwa salah satu ikon terbesar dalam sejarah gulat dunia meninggal karena sebab alami.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online