Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri 24 Kompak Tak Bergerak
Harga emas Pegadaian hari ini 27 Juli 2026 terpantau stabil. Simak daftar lengkap harga Antam, Galeri 24, dan UBS beserta harga buyback terbaru.
Foto ilustrasi voli. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Timnas Voli Putri Indonesia harus mengakui keunggulan Vietnam setelah kalah dramatis 2-3 dalam laga fase grup AVC Women's Volleyball Cup 2026 di Candon City Arena, Filipina, Senin (8/6/2026). Sempat bangkit dan memaksakan pertandingan hingga set kelima, skuad Merah Putih akhirnya takluk dengan skor 25-18, 22-25, 18-25, 25-19, dan 13-15.
Tim asuhan Marcos Sugiyama mengawali pertandingan dengan penampilan meyakinkan. Setelah sempat tertinggal di awal laga, permainan Indonesia membaik berkat kontribusi Ersandrina Caca Devega yang membantu tim menyamakan kedudukan menjadi 7-7 sebelum berbalik unggul 8-7.
Momentum tersebut terus berlanjut. Pertahanan yang solid dan blok efektif membuat Indonesia mampu menjauh dari Vietnam. Keunggulan sempat melebar menjadi 20-14 sebelum Indonesia menutup set pertama dengan kemenangan 25-18 dalam waktu 21 menit.
Memasuki set kedua, Vietnam mulai menemukan ritme permainan melalui outside hitter andalannya, Tran Thi Thanh Thuy. Indonesia sempat mengimbangi permainan lawan dan menyamakan skor menjadi 11-11.
Namun setelah itu, Vietnam berhasil mengambil alih kendali pertandingan. Pertahanan dan serangan Indonesia tidak berjalan maksimal sehingga lawan terus menambah poin. Vietnam akhirnya merebut set kedua dengan skor 25-22 untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Pada set ketiga, Vietnam tampil semakin dominan. Skuad berjuluk Bintang Emas itu memperlihatkan pertahanan yang rapat dan permainan yang lebih konsisten.
Indonesia sempat tertinggal jauh 7-14 dan kesulitan mengejar perolehan angka lawan. Set ketiga akhirnya menjadi milik Vietnam dengan skor 25-18.
Indonesia merespons pada set keempat. Skuad Merah Putih tampil lebih agresif sejak awal dan mampu unggul dalam perolehan poin.
Beberapa kesalahan pemain Vietnam turut dimanfaatkan Indonesia untuk memperlebar jarak. Keunggulan 12-9 berkembang menjadi 14-11 berkat kombinasi pertahanan dan serangan yang lebih efektif.
Tekanan justru berbalik menghampiri Vietnam. Indonesia terus menjaga momentum hingga unggul tujuh poin pada kedudukan 22-15. Set keempat akhirnya ditutup dengan kemenangan Indonesia 25-19 sehingga pertandingan harus ditentukan melalui set kelima.
Pada set penentuan, Indonesia kembali menghadapi situasi sulit setelah tertinggal 3-8 saat interval dan kemudian 4-10.
Meski demikian, semangat juang para pemain tidak surut. Servis Namira Maradanti membuat Vietnam kesulitan mengembangkan permainan sehingga Indonesia mampu meraih lima poin beruntun dan memperkecil ketertinggalan menjadi 9-10.
Momentum kebangkitan berlanjut saat servis Chelsa Berliana gagal diantisipasi lawan. Indonesia bahkan berhasil menyamakan skor menjadi 13-13 setelah sebelumnya tertinggal enam poin.
Sayangnya, perjuangan tersebut belum cukup untuk membawa kemenangan. Vietnam mampu meraih dua poin terakhir secara beruntun dan mengakhiri set kelima dengan skor 15-13.
Kekalahan ini membuat Indonesia harus puas mengakhiri laga dengan hasil 2-3. Meski demikian, semangat pantang menyerah yang ditunjukkan para pemain, terutama saat bangkit dari ketertinggalan besar pada set kelima, menjadi modal penting untuk menghadapi pertandingan berikutnya di AVC Women's Volleyball Cup 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bajaj akan meluncurkan motor listrik terbarunya ke pasar ekspor lebih dulu sebelum India. Amerika Latin dipilih sebagai target utama karena permintaan kendaraan
Asita DIY menilai tren wisata multi-destinasi menjadi peluang besar bagi Yogyakarta untuk meningkatkan lama tinggal wisatawan, memperkuat ekonomi lokal, dan men
Harga Bright Gas resmi turun di DIY dan Pulau Jawa. Bright Gas 12 kg kini Rp220.000 dan 5,5 kg Rp103.000 per tabung mulai Juli 2026.
PT Importa Jaya Abadi membidik ekspansi ke pasar Asia Tenggara setelah memperkuat dominasinya di pasar domestik.
Profil Perry Warjiyo, ekonom asal UGM yang mengabdi sekitar 42 tahun di Bank Indonesia dan dikenal sebagai penggagas transformasi pembayaran digital melalui QRI