Meksiko Siapkan 7 Juta Kondom untuk Piala Dunia 2026

Jumali
Jumali Selasa, 09 Juni 2026 14:27 WIB
Meksiko Siapkan 7 Juta Kondom untuk Piala Dunia 2026

Trofi Piala Dunia - ist/FIFA

Harianjogja.com, JOGJA—Persiapan Meksiko sebagai tuan rumah Piala Dunia 2026 tidak hanya mencakup infrastruktur seperti stadion, transportasi, dan keamanan. Pemerintah setempat juga menyiapkan program kesehatan masyarakat berskala besar dengan rencana membagikan 6–7 juta kondom selama turnamen berlangsung.

Langkah ini menjadi bagian dari kampanye pencegahan infeksi menular seksual (IMS) yang akan difokuskan di tiga kota tuan rumah, yakni Mexico City, Guadalajara, dan Monterrey. Ketiga kota tersebut diperkirakan akan menerima jutaan pengunjung dari berbagai negara selama ajang sepak bola terbesar di dunia itu.

Edukasi kesehatan jadi bagian utama kampanye

Selain distribusi kondom gratis, otoritas kesehatan Meksiko juga akan membagikan materi edukasi terkait pencegahan penyakit seperti HIV, sifilis, dan gonore. Program ini menjadi bagian dari strategi kesehatan publik dalam menghadapi lonjakan mobilitas internasional selama turnamen.

Menurut Roxana Trejo, anggota Komando Operasi Kesehatan Piala Dunia di bawah Kementerian Kesehatan Meksiko, kampanye telah disiapkan jauh sebelum turnamen dimulai.

“Kami telah menyiapkan area khusus di bandara dan titik kedatangan bagi para pengunjung Piala Dunia, tempat mereka dapat memperoleh kondom serta brosur informasi mengenai pencegahan penyakit,” ujar Trejo kepada media lokal El Sol de México.

Ia menegaskan bahwa edukasi kesehatan sama pentingnya dengan distribusi alat kontrasepsi itu sendiri.

Distribusi di titik keramaian

Program ini tidak hanya difokuskan di sekitar stadion, tetapi juga akan menjangkau berbagai titik keramaian seperti kawasan wisata, restoran, bar, fan zone, hingga bandara. Pemerintah Meksiko berharap momentum Piala Dunia dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesadaran kesehatan seksual masyarakat dan wisatawan.

Kementerian Kesehatan Meksiko juga menegaskan bahwa penggunaan kondom masih menjadi salah satu metode paling efektif untuk mencegah infeksi menular seksual sekaligus kehamilan yang tidak direncanakan.

Berbeda dengan Olimpiade

Berbeda dengan Olimpiade yang memiliki tradisi distribusi kondom di perkampungan atlet, Piala Dunia FIFA tidak memiliki sistem serupa. Hal ini karena para pemain tidak tinggal di satu lokasi terpusat, melainkan di hotel dan fasilitas latihan masing-masing.

Sebagai perbandingan, penyelenggara Olimpiade Paris 2024 menyediakan sekitar 300.000 kondom bagi atlet, melanjutkan tradisi sejak Olimpiade Seoul 1988.

FIFA sendiri tidak menjalankan program distribusi kondom untuk pemain, sehingga kampanye kesehatan di Piala Dunia lebih difokuskan kepada penonton dan wisatawan yang datang ke negara tuan rumah.

Meksiko mengambil langkah proaktif dalam aspek kesehatan publik selama Piala Dunia 2026. Dengan target distribusi hingga 7 juta kondom serta kampanye edukasi di bandara dan pusat keramaian, pemerintah berharap dapat menekan risiko penyebaran IMS sekaligus meningkatkan kesadaran kesehatan seksual di tengah mobilitas global yang tinggi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online