Saat Perajin Wayang Kian Langka, Subandi Tetap Menyalakan Tradisi
Subandi Giyanto tetap melestarikan lukisan kaca dan tatah sungging di Bantul sambil mencetak generasi baru lewat pelatihan gratis.
Ilustrasi - Dok
Harianjogja.com, JOGJA—Kejuaraan karate internasional DIY Open 2 Karate International Championship 2026 dipastikan kembali menyedot perhatian pecinta olahraga bela diri. Sebanyak sekitar 1.700 atlet dari berbagai daerah di Indonesia telah terdaftar untuk berlaga dalam ajang yang akan berlangsung di Graha INSTIPER Jogja pada 20–21 Juni 2026 tersebut.
Selain diikuti peserta dari berbagai provinsi, panitia juga masih membuka peluang kehadiran atlet mancanegara dari kawasan Asia Tenggara guna memperkuat status kompetisi sebagai ajang karate bertaraf internasional.
Ketua Panitia Pelaksana DIY Open 2 Karate International Championship 2026, Irwansyah Ginting, mengatakan persiapan penyelenggaraan kini telah memasuki tahap akhir dengan progres mencapai sekitar 95 persen.
“Panitia sudah siap sekitar 95 persen. Saat ini tinggal finishing pelaksanaan di lapangan,” ujar Irwansyah, Selasa (9/6/2026).
Menurutnya, jumlah peserta pada edisi kedua kejuaraan ini meningkat dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Antusiasme yang tinggi membuat panitia menutup pendaftaran tepat waktu pada 30 Mei 2026. Bahkan, sejumlah kontingen yang terlambat mengajukan pendaftaran tidak lagi dapat diakomodasi.
Sampai masa pendaftaran berakhir, sebanyak 90 kontingen telah memastikan keikutsertaan dengan total sekitar 1.700 atlet. Para peserta datang dari berbagai wilayah di Indonesia, mulai Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga Maluku.
Irwansyah menjelaskan, kedisiplinan dalam proses pendaftaran menjadi bagian dari pembelajaran bagi pelatih maupun manajer tim agar mengikuti seluruh tahapan kompetisi sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Langkah tersebut sekaligus mempermudah panitia dalam melakukan verifikasi data dan menyusun bagan pertandingan lebih awal.
“Bagan pertandingan akan dibagikan satu minggu sebelum pertandingan. Harapannya pelatih bisa lebih siap mempersiapkan atletnya sehingga kualitas pertandingan menjadi lebih kompetitif,” katanya.
Panitia saat ini juga masih menjalin komunikasi dengan calon peserta dari Malaysia, Filipina, dan Brunei Darussalam. Kehadiran atlet luar negeri diharapkan mampu meningkatkan kualitas persaingan sekaligus memperkuat citra DIY Open Karate 2026 sebagai kejuaraan internasional.
“Kami berharap minimal ada negara luar yang bisa ikut sehingga kejuaraan ini semakin berwarna dan memiliki nilai kompetisi yang lebih tinggi,” ujarnya.
Sebagai bentuk penghargaan kepada peserta berprestasi, panitia meningkatkan nilai hadiah uang pembinaan bagi para juara umum. Juara umum pertama akan menerima Rp10 juta, juara umum kedua memperoleh Rp7 juta, sedangkan juara umum ketiga mendapatkan Rp5 juta. Nominal tersebut lebih besar dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.
Dalam DIY Open Karate 2026, sejumlah kategori akan dipertandingkan, meliputi kelas open dan festival. Panitia juga menambahkan kelas veteran untuk karateka berusia di atas 40 tahun. Sementara itu, kategori Best of The Best untuk kelompok kadet, junior, dan senior kembali menjadi salah satu daya tarik utama kejuaraan.
Tidak hanya itu, penghargaan khusus juga disiapkan bagi tiga kontingen dengan jumlah peserta kelas festival terbanyak. Dari total sekitar 1.700 peserta yang terdaftar, sebanyak kurang lebih 790 atlet akan bertanding di kelas open, sedangkan sekitar 950 peserta mengikuti kelas festival.
Jadwal pertandingan telah disusun dengan seluruh kelas open digelar pada hari pertama. Selanjutnya, hari kedua akan diisi dengan pertandingan Best of The Best, penyerahan penghargaan juara umum, serta rangkaian pertandingan kelas festival yang diperkirakan akan menyedot perhatian peserta maupun penonton.
Meski berstatus sebagai tuan rumah, kontingen asal DIY diperkirakan tidak mendominasi jumlah peserta. Hanya sekitar 15 hingga 20 kontingen dari DIY yang akan ambil bagian. Namun, para karateka terbaik daerah tetap dipersiapkan untuk bersaing memperebutkan prestasi pada ajang DIY Open Karate 2026 di hadapan pendukung sendiri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Subandi Giyanto tetap melestarikan lukisan kaca dan tatah sungging di Bantul sambil mencetak generasi baru lewat pelatihan gratis.
Polisi menetapkan lima tersangka pengeroyokan terduga pencuri ayam di Tabanan, Bali. Penyidikan masih berlanjut dan berpotensi menetapkan tersangka baru.
Kelurahan Tegalrejo menggelar Tedhak Siten untuk melestarikan budaya Jawa dan mengenalkan nilai luhur kepada generasi muda.
Bantuan air bersih sudah disalurkan ke delapan kapanewon di Gunungkidul. BPBD mengalokasikan 1.150 tangki untuk warga terdampak kekeringan.
Ratusan ikan gurame mati di Sleman akibat kualitas air kolam menurun selama musim kemarau. DP3 menyediakan vitamin gratis bagi pembudidaya.
KAI Bandara YIA membagikan merchandise kepada penumpang anak dalam peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Stasiun Yogyakarta dan Stasiun YIA.