BBM Cepat Habis Saat Macet? Kebiasaan Eco-Driving Ini Bisa Dicoba
Simak 9 cara menghemat BBM saat berkendara di tengah kemacetan dengan eco-driving, mulai dari menjaga kecepatan hingga mengurangi idling.
Instagram: Uzbekistan
Harianjogja.com, JOGJA—Stadion Azteca, Mexico City, akan menjadi saksi momen paling bersejarah dalam perjalanan sepak bola Uzbekistan. Kamis (18/6/2026) pagi WIB, negara Asia Tengah tersebut akhirnya menjalani pertandingan pertamanya di ajang Piala Dunia setelah puluhan tahun menanti kesempatan tampil di panggung terbesar sepak bola dunia.
Namun, debut yang telah lama dinanti itu langsung menghadirkan ujian berat. Uzbekistan harus menghadapi Kolombia, salah satu tim terkuat Amerika Selatan yang datang dengan ambisi besar untuk kembali bersinar setelah gagal tampil di Piala Dunia 2022.
Bagi Uzbekistan, kehadiran di putaran final sudah menjadi pencapaian monumental. Sebelumnya mereka tujuh kali gagal mewujudkan mimpi lolos ke Piala Dunia. Kini, di bawah arahan mantan kapten juara dunia Italia 2006, Fabio Cannavaro, White Wolves bertekad membuktikan diri bukan sekadar pelengkap turnamen.
Perjalanan Uzbekistan menuju Amerika Utara juga terbilang impresif. Mereka hanya sekali menelan kekalahan dalam 16 pertandingan kualifikasi dan menunjukkan konsistensi yang membuat mereka layak bersaing di level tertinggi.
Harapan utama Uzbekistan berada di pundak sang kapten, Eldor Shomurodov. Penyerang berpengalaman tersebut berkontribusi langsung dalam sembilan gol selama kualifikasi dan diharapkan menjadi sumber ancaman utama bagi pertahanan Kolombia.
Selain Shomurodov, perhatian juga tertuju kepada bek muda Abdukodir Khusanov. Pemain yang berkarier di Inggris itu menjadi simbol perkembangan sepak bola Uzbekistan dan diharapkan mampu memimpin lini belakang menghadapi serangan Kolombia.
Di kubu lawan, Kolombia datang dengan status unggulan. Tim berjuluk Los Cafeteros berhasil mengakhiri kualifikasi zona Amerika Selatan di posisi ketiga, hanya berada di bawah Argentina dan Ekuador.
Di bawah arahan Néstor Lorenzo, Kolombia tampil produktif dengan mencetak 28 gol sepanjang kualifikasi. Catatan tersebut hanya kalah dari Argentina yang mengemas 31 gol.
Lini serang menjadi kekuatan utama Kolombia. Nama Luis Díaz diprediksi menjadi ancaman terbesar bagi Uzbekistan. Winger lincah tersebut tampil tajam sepanjang kualifikasi dan menjadi salah satu pemain paling berbahaya yang dimiliki Los Cafeteros.
Kolombia juga masih mengandalkan kreativitas sang kapten, James Rodríguez. Pada usia 34 tahun, turnamen ini berpotensi menjadi Piala Dunia terakhir bagi mantan bintang yang pernah bersinar pada edisi 2014 tersebut.
Sementara di lini depan, Kolombia memiliki sosok muda yang sedang naik daun, Jhon Durán, yang diproyeksikan menjadi ujung tombak serangan.
Laga ini juga menghadirkan duel menarik di pinggir lapangan. Cannavaro dan Lorenzo sama-sama pernah merasakan atmosfer final Piala Dunia saat masih aktif bermain. Pengalaman tersebut menjadi modal berharga dalam mempersiapkan tim menghadapi tekanan turnamen terbesar sepak bola dunia.
Meski berstatus debutan, Uzbekistan tetap memiliki peluang menciptakan kejutan. Sejarah Piala Dunia kerap menghadirkan kisah tim nonunggulan yang mampu mengguncang kekuatan besar, seperti yang dilakukan Arab Saudi saat menumbangkan Argentina pada Piala Dunia 2022.
Namun secara statistik, Kolombia tetap lebih difavoritkan. Pengalaman di turnamen besar, kualitas individu pemain, serta kedalaman skuad membuat wakil Amerika Selatan itu diprediksi memiliki peluang lebih besar untuk mengamankan tiga poin pada laga pembuka.
Bagi Uzbekistan, hasil positif tentu akan menjadi langkah ideal untuk membuka perjalanan bersejarah mereka di Piala Dunia. Sementara bagi Kolombia, kemenangan menjadi target mutlak untuk menjaga peluang melangkah jauh di turnamen.
Apa pun hasilnya, pertandingan ini akan tercatat sebagai salah satu bab penting dalam sejarah sepak bola Uzbekistan. Untuk pertama kalinya, mereka akan berdiri sejajar dengan negara-negara terbaik dunia dan membuktikan sejauh mana perkembangan sepak bola Asia Tengah mampu bersaing di panggung global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Simak 9 cara menghemat BBM saat berkendara di tengah kemacetan dengan eco-driving, mulai dari menjaga kecepatan hingga mengurangi idling.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 23 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 23 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Dana pendidikan gratis Rp93,7 triliun masih berupa hitungan awal. Mendiktisaintek akan membahasnya bersama Kemenkeu dan Danantara.
Harga iPhone 2027 berpotensi naik akibat biaya memori meningkat. Apple disebut sudah menyepakati harga RAM dan NAND Samsung untuk awal 2027.
Sleman Creative Weeks 2026 menghadirkan empat agenda seni dan budaya mulai 27 September hingga Oktober, termasuk festival film dan layang-layang.