Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Harmoni Antaragama
Piala Dunia 2026 menjadi simbol keberagaman agama. Pemain Muslim dan Kristen dari berbagai negara menunjukkan persatuan di panggung sepak bola dunia.
Trofi Piala Dunia - ist/FIFA
Harianjogja.com, JOGJA—Turki dan Paraguay menghadapi laga krusial di Grup D Piala Dunia 2026 yang berpotensi menjadi penentu akhir perjalanan mereka di turnamen, saat keduanya sama-sama berada dalam tekanan setelah kalah pada pertandingan pembuka.
Pertandingan yang digelar di Stadion Levi’s, San Francisco, Jumat (20/6/2026) pukul 10.00 WIB itu menjadi sorotan karena kedua tim kini berada di situasi terjepit dan membutuhkan kemenangan untuk menjaga peluang lolos ke babak 32 besar.
Kondisi ini membuat laga tersebut berstatus do or die, mengingat kekalahan kedua dapat memperkecil peluang bahkan membuka kemungkinan tersingkir lebih cepat dari fase grup.
Turki datang dengan catatan performa yang menyakitkan di laga pembuka. Tim asuhan Vincenzo Montella sebenarnya tampil dominan saat menghadapi Australia dengan penguasaan bola mencapai 72 persen dan menciptakan 30 tembakan ke gawang.
Namun dominasi tersebut tidak berbuah hasil. Dari total percobaan tersebut, tidak satu pun yang menghasilkan gol. Situasi ini menunjukkan persoalan utama Turki berada pada efektivitas penyelesaian akhir meski alur serangan berjalan baik.
Pemain seperti Arda Guler, Kenan Yildiz, hingga Baris Alper Yilmaz mampu membangun serangan dengan baik, tetapi ketajaman di depan gawang menjadi masalah yang belum terselesaikan.
Montella menegaskan timnya tidak boleh kehilangan keyakinan meski hasil tidak berpihak.
“Kami tahu masih ada waktu untuk bangkit di fase grup. Kami bisa melakukan lebih banyak hal, tetapi yang terpenting adalah tidak kehilangan keyakinan dan tetap objektif dalam menilai situasi tanpa terlalu dipengaruhi hasil pertandingan,” ucap Montella dikutip dari Newsweek.
Turki sendiri kembali tampil di Piala Dunia setelah terakhir kali berlaga pada 2002, ketika mereka mencatat sejarah dengan finis di peringkat ketiga dunia. Namun harapan tinggi yang sempat disematkan sebelum turnamen kini mulai diuji setelah kekalahan di laga pertama.
Setelah menghadapi Paraguay, Turki masih harus berhadapan dengan tuan rumah Amerika Serikat pada laga terakhir grup, yang membuat tekanan semakin besar dalam perburuan poin.
Di sisi lain, Paraguay juga berada dalam situasi sulit setelah dibantai Amerika Serikat 1-4 pada laga pembuka. Hasil tersebut memperpanjang catatan kurang menguntungkan Paraguay di laga pembuka Piala Dunia, dengan hanya satu kemenangan dari sembilan penampilan perdana mereka di turnamen ini.
Meski demikian, Paraguay datang dengan modal positif dari fase persiapan dan kualifikasi. Tim asuhan Gustavo Alfaro sempat mencatat hasil impresif, termasuk kemenangan atas Brasil dan Argentina, yang menunjukkan kapasitas mereka sebagai tim yang mampu mengejutkan lawan besar.
Alfaro berhasil membalikkan performa awal kualifikasi yang sempat terseok dengan hanya lima poin dari enam laga pertama, sebelum membawa Paraguay bangkit dan memastikan tiket ke Piala Dunia.
Namun masalah disiplin menjadi perhatian serius. Lima pemain Paraguay menerima kartu kuning saat melawan Amerika Serikat, termasuk penyerang kunci Miguel Almirón. Situasi ini membuat mereka harus berhati-hati agar tidak kehilangan pemain penting di laga penutup grup.
Secara taktik, Paraguay dituntut lebih disiplin dalam bertahan dan efektif dalam transisi, terutama setelah terlihat rentan terhadap serangan balik pada laga sebelumnya. Pendekatan bertahan rapat dan memanfaatkan peluang kecil menjadi opsi realistis menghadapi Turki.
Turki sendiri sudah mendapat “contoh” dari Australia tentang cara menahan mereka, yakni bertahan dengan disiplin dan memanfaatkan serangan balik cepat. Namun masih menjadi tanda tanya apakah Paraguay memiliki konsistensi untuk menerapkan strategi serupa secara efektif.
Secara historis, kedua tim belum pernah bertemu di Piala Dunia. Satu-satunya pertemuan mereka terjadi pada laga persahabatan tahun 1995 yang berakhir imbang tanpa gol. Kini, keduanya kembali bertemu di panggung terbesar sepak bola dunia dengan tekanan yang jauh lebih besar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Piala Dunia 2026 menjadi simbol keberagaman agama. Pemain Muslim dan Kristen dari berbagai negara menunjukkan persatuan di panggung sepak bola dunia.
Jadwal KA Bandara YIA Jumat 19 Juni 2026 lengkap, termasuk layanan Xpress. Cek jam keberangkatan dari Tugu Jogja ke bandara.
Jadwal Prameks Jogja–Kutoarjo Jumat 19 Juni 2026 lengkap dari pagi hingga malam. Cek jam keberangkatan dan tips agar tidak kehabisan tiket.
Jadwal SIM keliling Polda Jogja Jumat 19 Juni 2026 lengkap lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM A dan C.
Prakiraan cuaca Jogja hari ini 19 Juni 2026 cerah di semua wilayah, suhu hingga 32°C, lengkap data BMKG terbaru.
Turki vs Paraguay di Piala Dunia 2026 jadi laga hidup mati Grup D yang menentukan nasib kedua tim di fase grup.