Jutaan Fans Terancam, Piala Dunia 2026 Jadi Target Empuk Peretas
Piala Dunia 2026 berpotensi menjadi target serangan siber besar. Penggemar perlu waspada terhadap tiket palsu, phishing, dan pencurian data.
Pebalap Motogp Marc Marquez (kiri). /Instagram.
Harianjogja.com, JOGJA—Marc Márquez memberikan pandangan berbeda terkait maraknya kecelakaan di tikungan pertama MotoGP, yang selama ini kerap dikaitkan dengan penggunaan perangkat start atau start device pada motor balap. Menurut juara dunia delapan kali itu, penyebab utama bukanlah teknologi, melainkan kebiasaan pembalap yang melakukan terlalu banyak start dalam satu akhir pekan balapan.
Dalam konferensi pers jelang MotoGP Ceko 2026, Jumat (19/6/2026), Márquez menegaskan bahwa perangkat seperti front device maupun rear device bukan sumber masalah utama dalam insiden di awal balapan.
“Bagi saya, front device atau rear device bukan masalah utamanya,” ujar Márquez seperti dikutip dari Crash.net.
Ia menjelaskan bahwa dalam satu akhir pekan MotoGP, seorang pembalap bisa melakukan hingga empat kali simulasi start: dua kali pada sesi latihan, satu kali di sprint race, dan satu kali di balapan utama. Kondisi ini membuat para pembalap semakin terbiasa dengan titik pengereman di tikungan pertama.
Menurutnya, kebiasaan tersebut justru meningkatkan risiko karena para pembalap sudah mencapai batas kecepatan dan pengereman sejak start terakhir, yakni balapan utama pada hari Minggu.
“Masalah terbesar adalah pada hari Minggu saat kami tiba di tikungan pertama, itu sudah menjadi start keempat yang kami lakukan,” kata Márquez.
Ia menambahkan, pada masa sebelumnya, hari Minggu menjadi momen pertama pembalap menghadapi tikungan pertama dalam kondisi balapan. Saat itu, pembalap masih memiliki ruang untuk melakukan penyesuaian titik pengereman.
“Dulu, hari Minggu adalah pertama kalinya kami tiba di sana, dan pebalap pertama biasanya mengerem dua atau tiga kali karena tidak ingin melebar,” ujarnya.
Namun, situasi kini berubah karena pembalap sudah mengulang start berkali-kali sehingga titik pengereman menjadi terlalu familiar dan berada di batas maksimum performa motor.
Márquez juga menyinggung bahwa perubahan format balapan membuat intensitas start meningkat, sehingga secara statistik risiko kecelakaan di tikungan pertama ikut naik.
Sorotan terhadap keselamatan start kembali mencuat setelah insiden besar di MotoGP Hungaria 2026, ketika Jorge Martín kehilangan kendali dan memicu kecelakaan beruntun yang melibatkan beberapa pembalap seperti Marco Bezzecchi, Raul Fernández, Fermín Aldeguer, hingga Fabio Di Giannantonio.
Sejumlah pembalap sebelumnya juga menilai bahwa perangkat start ikut berkontribusi dalam perubahan karakter pengereman motor saat memasuki tikungan pertama, membuat situasi lebih sulit dikendalikan dalam kondisi berdesakan.
Namun Márquez menilai, perangkat tersebut bukan satu-satunya faktor. Ia bahkan menyebut rear device dalam beberapa kondisi membantu stabilitas motor saat keluar tikungan, sementara front device hanya mengubah karakter pengereman tanpa menjadi penyebab utama kecelakaan.
“Bagi saya front device atau rear device bukan masalah utamanya,” tegasnya kembali.
Meski demikian, ia mengakui bahwa tikungan pertama tetap menjadi area paling berbahaya dalam balapan, baik di era modern maupun sebelumnya. Perbedaannya hanya pada tingkat risiko yang kini meningkat karena intensitas start yang lebih sering.
“Tikungan pertama selalu menjadi titik paling berbahaya, dan sekarang masalahnya kami punya lebih banyak start. Jadi secara statistik risikonya memang lebih tinggi,” ujarnya.
Pandangan Márquez ini kembali membuka diskusi baru soal keselamatan MotoGP, termasuk wacana pembatasan penggunaan perangkat start atau bahkan perubahan format akhir pekan balapan untuk mengurangi frekuensi start.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Piala Dunia 2026 berpotensi menjadi target serangan siber besar. Penggemar perlu waspada terhadap tiket palsu, phishing, dan pencurian data.
Viral unggahan alumni soal dugaan perundungan di SMAN 2 Bantul. Sekolah dan Balai Dikmen masih mendalami kasus dan belum buka hasil investigasi.
Tips fashion pria bertubuh besar agar tampil rapi, proporsional, dan stylish dengan pemilihan ukuran, warna, dan potongan pakaian yang tepat.
Butet Kartaredjasa menyerahkan lukisan Jalan Salib bernuansa Jawa kepada Paus Leo XIV di Vatikan sebagai simbol dialog lintas iman dan budaya.
Assim Madibo mendatangi ruang ganti Kanada untuk meminta maaf kepada Ismael Kone setelah tekel keras yang menyebabkan patah kaki di Piala Dunia 2026.
Veda Ega Pratama gagal lolos langsung ke Q2 Moto3 Ceko 2026 usai tergeser di menit akhir sesi Practice di Sirkuit Brno.