Fitur Baru App Store Apple Picu Kekhawatiran Privasi Pengguna
Fitur Personalized Collections di App Store Apple menuai kritik karena diduga mengandalkan pengumpulan data pengguna secara ekstensif untuk rekomendasi aplikasi
Timnas Qatar/Instagram: Qfa
Harianjogja.com, JOGJA—Qatar dipastikan tersingkir dari Piala Dunia 2026 setelah kalah 1-3 dari Bosnia dan Herzegovina pada laga terakhir Grup B yang berlangsung di Seattle, Kamis (25/6/2026) dini hari WIB. Hasil tersebut membuat Qatar menutup fase grup sebagai juru kunci dengan koleksi satu poin dari tiga pertandingan.
Kekalahan ini sekaligus menjadikan Qatar sebagai tim keenam yang resmi angkat koper dari turnamen. Sebelumnya, Haiti, Turki, Tunisia, Yordania, dan Panama lebih dulu dipastikan gagal melaju ke fase gugur.
Bosnia tampil lebih efektif sepanjang pertandingan. Mereka membuka keunggulan melalui Kerim Alajbegovic sebelum memperbesar skor berkat gol bunuh diri Mahmud Ibrahim Abunada.
Qatar sempat menumbuhkan harapan ketika Hasan Al Haydos memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2. Namun upaya bangkit tersebut tidak bertahan lama setelah Ermin Mahmic mencetak gol ketiga Bosnia yang memastikan kemenangan timnya.
Hasil ini menjadi penutup perjalanan yang mengecewakan bagi Qatar di Grup B. Padahal, mereka sempat membuka turnamen dengan hasil cukup menjanjikan setelah menahan imbang Swiss 2-2.
Optimisme tersebut runtuh pada pertandingan kedua saat Qatar dihajar Kanada dengan skor telak 0-6. Kekalahan besar itu merusak selisih gol mereka dan membuat posisi di klasemen semakin sulit.
Kekalahan dari Bosnia menjadi pukulan terakhir yang memastikan langkah Qatar terhenti di fase grup. Dari tiga pertandingan, mereka hanya mampu mengumpulkan satu poin dengan catatan satu kali imbang dan dua kekalahan.
Di sisi lain, kemenangan atas Qatar menjaga harapan Bosnia untuk melangkah ke babak 32 besar. Tim Balkan tersebut menutup fase grup dengan empat poin dan menempati peringkat ketiga klasemen akhir Grup B.
Meski gagal finis di dua besar, Bosnia masih memiliki peluang lolos melalui jalur peringkat ketiga terbaik. Mereka kini harus menunggu hasil dari grup lain untuk mengetahui nasib mereka di turnamen.
Persaingan Grup B sendiri berakhir dengan dominasi Swiss. Tim asuhan Murat Yakin keluar sebagai juara grup dengan tujuh poin setelah mengalahkan Kanada pada laga terakhir.
Kanada menyusul ke fase gugur sebagai runner-up grup dengan koleksi empat poin. Meski memiliki jumlah poin yang sama dengan Bosnia, Kanada unggul selisih gol sehingga berhak mengamankan posisi kedua.
Klasemen Akhir Grup B Piala Dunia 2026
Swiss – 7 poin
Kanada – 4 poin
Bosnia dan Herzegovina – 4 poin
Qatar – 1 poin
Daftar 6 Tim Negara Tersingkir dari Piala Dunia 2026
1. Haiti
2. Turki
3. Tunisia
4. Yordania
5. Panama
6. Qatar
Bagi Qatar, kegagalan kali ini menjadi evaluasi penting untuk pengembangan sepak bola nasional. Setelah mencuri perhatian sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 dan menunjukkan perkembangan dalam beberapa tahun terakhir, mereka masih menghadapi tantangan besar untuk bersaing secara konsisten di level tertinggi.
Sementara itu, Bosnia masih bisa berharap melanjutkan petualangan mereka apabila berhasil masuk dalam daftar tim peringkat ketiga terbaik yang berhak tampil di babak 32 besar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Fitur Personalized Collections di App Store Apple menuai kritik karena diduga mengandalkan pengumpulan data pengguna secara ekstensif untuk rekomendasi aplikasi
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya hari ini berdasarkan data resmi KAI Access.
BMKG memprakirakan cuaca DIY Kamis 25 Juni 2026 didominasi cerah hingga cerah berawan, dengan potensi kabut di sejumlah wilayah perbukitan.
PLTMH Kedungrong di Samigaluh membuat warga tetap menikmati listrik saat pemadaman PLN. Biaya murah dan mampu melayani 50 KK.
Kompor Tuwanggana di Giwangan mengubah limbah ranting menjadi energi alternatif sekaligus solusi pengelolaan sampah organik perkotaan.
Kuota transmigrasi Bantul 2026 turun drastis. Dari tiga KK pada tahun lalu, kini hanya satu KK yang mendapat kesempatan berangkat.