BBM Cepat Habis Saat Macet? Kebiasaan Eco-Driving Ini Bisa Dicoba
Simak 9 cara menghemat BBM saat berkendara di tengah kemacetan dengan eco-driving, mulai dari menjaga kecepatan hingga mengurangi idling.
Instagram: Aseanutdfc
Harianjogja.com, JOGJA— Kegagalan Timnas Indonesia melaju ke semifinal Piala AFF 2026 tak hanya menjadi sorotan di dalam negeri. Media Vietnam turut menyoroti hasil yang diraih skuad Garuda setelah gagal mengamankan tiket ke fase gugur pada laga terakhir Grup A.
Salah satu media olahraga dan berita terkemuka Vietnam, Soha, melontarkan kritik tajam terhadap penampilan Indonesia. Dalam laporannya, media tersebut menilai tim Merah Putih tersingkir dengan cara yang mengecewakan setelah gagal memaksimalkan peluang untuk meraih kemenangan atas Singapura.
Hasil imbang 1-1 melawan Singapura di Stadion Jalan Besar, Jumat (7/8/2026), membuat Indonesia harus mengakhiri turnamen di posisi ketiga klasemen Grup A dengan raihan tujuh poin. Sementara Vietnam keluar sebagai juara grup dengan 10 poin dan Singapura lolos ke semifinal sebagai runner-up dengan delapan poin.
Soha Soroti Kegagalan Indonesia
Dalam ulasannya, Soha menyebut Indonesia sebenarnya memiliki peluang besar untuk menentukan nasib sendiri pada laga terakhir fase grup. Namun, kegagalan mempertahankan keunggulan membuat kesempatan tersebut hilang.
"Menyia-nyiakan peluang meraih kemenangan, Indonesia tersingkir lebih awal dengan cara yang mengecewakan dan memalukan," tulis Soha.
Media tersebut menilai hasil yang diraih Indonesia terasa semakin menyakitkan karena skuad Garuda sempat berada dalam posisi menguntungkan setelah unggul lebih dahulu atas Singapura.
Gol Ragnar Oratmangoen pada awal babak kedua sempat membuka harapan Indonesia untuk mengamankan tiga poin sekaligus tiket semifinal. Namun, Singapura berhasil bangkit dan menyamakan kedudukan melalui Ilhan Fandi.
Skor 1-1 bertahan hingga laga berakhir dan menjadi hasil yang cukup bagi Singapura untuk melaju ke babak empat besar.
Pendukung Indonesia Dinilai Sulit Menerima Hasil Ini
Soha juga menyoroti ekspektasi tinggi yang mengiringi perjalanan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026. Dengan materi pemain yang dinilai lebih kuat dibandingkan beberapa edisi sebelumnya, kegagalan lolos dari fase grup dianggap sebagai hasil yang mengecewakan.
"Hasil ini berarti Indonesia tersingkir di fase grup, dengan cara yang sangat mengecewakan. Jelas bahwa tersingkir dini setelah performa yang mengecewakan adalah sebuah hal yang tidak akan bisa diterima oleh pendukung Indonesia," tulis media tersebut.
Penilaian itu muncul karena Indonesia datang ke turnamen dengan komposisi pemain yang sebagian besar merupakan langganan tim nasional dan memiliki pengalaman internasional yang cukup.
Kegagalan Kedua Secara Beruntun
Kegagalan di Piala AFF 2026 menjadi catatan negatif bagi Timnas Indonesia karena merupakan kali kedua secara berturut-turut gagal menembus semifinal.
Pada edisi 2024, Indonesia yang saat itu masih ditangani Shin Tae-yong juga tersingkir di fase grup setelah finis di posisi ketiga klasemen.
Namun, situasi kali ini dinilai berbeda. Jika pada edisi sebelumnya Indonesia banyak mengandalkan pemain muda, di Piala AFF 2026 skuad Garuda tampil dengan sejumlah pemain utama yang selama ini menjadi tulang punggung tim nasional.
Karena itu, ekspektasi publik terhadap pencapaian Indonesia jauh lebih tinggi dibandingkan dua tahun lalu.
Fokus ke Turnamen Berikutnya
Meski gagal memenuhi target di Piala AFF 2026, perjalanan Timnas Indonesia belum berakhir. Skuad Garuda masih memiliki sejumlah agenda penting dalam kalender internasional.
Tim asuhan Patrick Kluivert dijadwalkan menghadapi berbagai agenda FIFA Matchday dan turnamen regional dalam beberapa bulan ke depan. Selain itu, persiapan menuju putaran final Piala Asia 2027 di Arab Saudi juga menjadi fokus utama.
Kritik yang datang dari media luar negeri menjadi salah satu refleksi atas hasil yang diraih Indonesia di Piala AFF 2026. Evaluasi menyeluruh yang telah dijanjikan PSSI diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk memperbaiki performa tim nasional agar mampu bersaing lebih konsisten di level Asia Tenggara maupun Asia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Simak 9 cara menghemat BBM saat berkendara di tengah kemacetan dengan eco-driving, mulai dari menjaga kecepatan hingga mengurangi idling.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Rabu 23 September 2026 lengkap dengan rute, jam keberangkatan dan tarif promo Rp50.000.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Rabu 23 September 2026 tersedia 10 perjalanan, lengkap dengan jam keberangkatan kedua arah.
Jadwal KA Bandara YIA Rabu 23 September 2026 tersedia 24 perjalanan YIA-Tugu dan sebaliknya, mulai dini hari hingga malam.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 23 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 23 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.