Korban Jiwa Bertambah, Gempa M 7,5 di Venezuela Picu Darurat Nasional
Gempa besar M 7,5 guncang Venezuela, picu korban jiwa dan darurat nasional. Maduro serukan persatuan di tengah krisis.
Pemain Timnas Jepang Daichi Kamada Dkk akan menghadapi Swedia pada pertandingan terakhir Grup F Piala Dunia 2026 dipastikan menjadi duel sarat gengsi dan sejarah. Pertandingan ini akan digelar di Stadion Dallas, Texas, Amerika Serikat, Jumat (26/6/2026) pukul 06.00 WIB. Ist/fifa
Harianjogja.com, JOGJA—Laga Jepang vs Swedia pada pertandingan terakhir Grup F Piala Dunia 2026 dipastikan menjadi duel sarat gengsi dan sejarah. Pertandingan ini akan digelar di Stadion Dallas, Texas, Amerika Serikat, Jumat (26/6/2026) pukul 06.00 WIB.
Pertemuan kedua tim ini bukan sekadar perebutan tiket ke fase gugur, tetapi juga menghidupkan kembali kenangan “Miracle of Berlin”, momen legendaris ketika Jepang secara mengejutkan menumbangkan Swedia di Olimpiade Berlin hampir satu abad silam.
Kini, situasinya berbalik. Jepang justru datang sebagai tim yang lebih diunggulkan. Samurai Biru tampil impresif sejak fase kualifikasi hingga babak grup, menunjukkan konsistensi permainan dan produktivitas gol yang tinggi.
Pada laga sebelumnya, Jepang sukses menahan imbang Belanda—tim yang sebelumnya menghancurkan Swedia—serta membantai Tunisia dengan skor telak 4-0. Hasil tersebut menempatkan Jepang dalam posisi yang sangat menguntungkan jelang laga penentuan ini.
Kekuatan Jepang terletak pada organisasi permainan yang rapi, kecepatan transisi, serta kedalaman skuad. Kombinasi pemain muda dan berpengalaman membuat mereka tampil fleksibel dalam berbagai situasi.
Takefusa Kubo dan Kaoru Mitoma menjadi motor serangan dengan kecepatan serta kreativitas mereka di sisi sayap. Sementara itu, Wataru Endo berperan penting sebagai jangkar di lini tengah yang menjaga keseimbangan permainan.
Di lini depan, Jepang memiliki variasi serangan yang sulit ditebak, dengan pergerakan dinamis yang kerap membongkar pertahanan lawan.
Di sisi lain, Swedia datang dengan status underdog. Mereka lolos ke Piala Dunia 2026 melalui jalur playoff Eropa, dan performanya sejauh ini masih belum konsisten.
Kekalahan telak dari Belanda menjadi pukulan berat bagi Swedia. Meski demikian, mereka tetap memiliki kualitas individu yang bisa menjadi ancaman, terutama dalam duel udara dan bola mati.
Alexander Isak diprediksi menjadi andalan di lini depan, didukung oleh Dejan Kulusevski yang memiliki kemampuan menciptakan peluang dari lini kedua.
Swedia kemungkinan akan bermain lebih pragmatis dengan mengandalkan pertahanan rapat serta serangan balik cepat untuk mengejutkan Jepang.
Namun, jika melihat performa terkini, Jepang memiliki peluang lebih besar untuk mengamankan kemenangan. Disiplin taktik, kecepatan permainan, dan kepercayaan diri menjadi faktor kunci yang bisa membawa mereka melangkah ke babak berikutnya.
Prediksi Skor Jepang 2-1 Swedia
Perkiraan Susunan Pemain
Jepang (4-2-3-1): Zion Suzuki; Hiroki Ito, Takehiro Tomiyasu, Ko Itakura, Yukinari Sugawara; Wataru Endo, Hidemasa Morita; Takefusa Kubo, Daichi Kamada, Kaoru Mitoma; Ayase Ueda.
Swedia (4-4-2): Robin Olsen; Emil Holm, Victor Lindelof, Isak Hien, Ludwig Augustinsson; Dejan Kulusevski, Albin Ekdal, Jens Cajuste, Emil Forsberg; Alexander Isak, Viktor Gyokeres.
Pertandingan ini diprediksi berlangsung ketat, namun Jepang dinilai memiliki keunggulan untuk mengulang kejutan sejarah—kali ini dengan status sebagai tim favorit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gempa besar M 7,5 guncang Venezuela, picu korban jiwa dan darurat nasional. Maduro serukan persatuan di tengah krisis.
Rupiah menguat ke Rp17.943 per dolar AS dipicu turunnya harga minyak dunia dan meredanya ketegangan di Selat Hormuz.
LPS menaikkan bunga penjaminan simpanan rupiah hingga 6,25 persen mulai Juli 2026 untuk menjaga stabilitas perbankan.
Proyek groundsill Srandakan di Sungai Progo capai 77 persen, DPRD DIY dorong percepatan saat musim kemarau.
Di era modern, layanan kesehatan mengalami perubahan pesat seiring dengan kemajuan teknologi informasi.
Ketua Komisi A DPRD Bantul, Junakir menggelar reses II 2026 dengan mengundang kepala sekolah TK, PAUD, SD, dan SMP negeri maupun swasta se-Kabupaten Bantul guna