Venezuela Diguncang Gempa M 7,2 dan M 7,5, Potensi Korban Jiwa Besar
Dua gempa besar M 7,2 dan M 7,5 mengguncang Venezuela. Caracas mengalami kerusakan luas, status darurat nasional diberlakukan, dan operasi penyelamatan masih be
Instagram: Fifaworldcup
Harianjogja.com, JOGJA—Ekuador mencatat kemenangan sensasional dengan menumbangkan Jerman 2-1 pada pertandingan terakhir Grup E Piala Dunia 2026 di Stadion New York New Jersey, Jumat (26/6/2026) WIB. Hasil ini menjaga peluang La Seleccion melaju ke babak 32 besar melalui jalur peringkat ketiga terbaik.
Kemenangan tersebut menjadi salah satu kejutan terbesar di fase grup mengingat Jerman datang sebagai salah satu kandidat kuat juara dan telah memastikan tiket ke fase gugur sebelum pertandingan dimulai.
Meski demikian, Die Mannschaft tetap mengakhiri fase grup sebagai pemuncak klasemen Grup E dengan enam poin berkat keunggulan rekor pertemuan atas Pantai Gading yang juga mengoleksi enam angka.
Bagi Ekuador, kemenangan ini memiliki arti penting. Setelah hanya meraih satu poin dari dua laga pertama, mereka mampu bangkit dan menaklukkan tim unggulan untuk mengumpulkan total empat poin serta menjaga peluang lolos ke fase berikutnya.
Jerman membuka pertandingan dengan sempurna. Saat laga baru berjalan dua menit, Leroy Sane sukses membobol gawang Hernan Galindez setelah memanfaatkan peluang di dalam kotak penalti.
Gol tersebut sempat memicu perdebatan karena dalam prosesnya kaki Aleksandar Pavlovic mengenai kepala Pedro Rodriguez. Namun wasit tetap mengesahkan gol sehingga Jerman unggul cepat 1-0.
Keunggulan itu tidak bertahan lama.
Pada menit kesembilan, Ekuador berhasil menyamakan kedudukan melalui serangan balik cepat yang diselesaikan dengan baik oleh Nilson Angulo. Gol tersebut menjadi momentum kebangkitan La Seleccion sekaligus membuat Manuel Neuer kebobolan.
Setelah dua gol cepat itu, pertandingan berjalan lebih seimbang. Kedua tim saling bertukar serangan, tetapi tidak banyak peluang bersih yang mampu mengarah tepat ke gawang.
Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.
Drama terjadi pada awal babak kedua. Jerman sempat memperoleh hadiah penalti setelah Kai Havertz dijatuhkan di area terlarang.
Namun setelah melakukan peninjauan ulang melalui VAR, wasit Tori Penso membatalkan keputusan tersebut. Dalam proses yang ditinjau, ditemukan pelanggaran Leroy Sane terhadap Pedro Rodriguez sebelum terciptanya rangkaian serangan.
Keputusan membatalkan penalti menjadi titik balik pertandingan. Momentum yang semula berada di pihak Jerman perlahan beralih kepada Ekuador yang tampil semakin percaya diri.
Pada menit ke-63, Ekuador nyaris berbalik unggul melalui Enner Valencia. Namun, Manuel Neuer melakukan penyelamatan penting untuk menjaga skor tetap imbang.
Jerman juga memiliki kesempatan emas pada menit ke-76 melalui Leroy Sane. Sayangnya, peluang tersebut gagal dimaksimalkan menjadi gol.
Hanya berselang satu menit, Ekuador berhasil mencetak gol kemenangan.
Berawal dari situasi sepak pojok, Pedro Rodriguez menyundul bola ke arah gawang. Saat Neuer bersiap mengamankan bola, Gonzalo Plata datang lebih cepat dan mencocor bola ke dalam gawang.
Gol pada menit ke-77 itu membuat Ekuador berbalik unggul 2-1.
Setelah unggul, anak asuh Sebastian Beccacece tampil disiplin menjaga penguasaan bola dan meminimalkan ruang bagi Jerman untuk mengembangkan permainan.
Jerman mencoba meningkatkan tekanan pada menit-menit akhir pertandingan, tetapi pertahanan Ekuador mampu bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Kemenangan ini mengangkat Ekuador ke posisi ketiga Grup E dengan empat poin. Nasib mereka untuk melaju ke babak 32 besar kini bergantung pada hasil di grup lain dalam perebutan delapan slot peringkat ketiga terbaik.
Meski belum menjamin kelolosan, kemenangan atas Jerman menjadi pencapaian bersejarah bagi Ekuador. Mereka tidak hanya meraih tiga poin penting, tetapi juga menunjukkan kemampuan bersaing melawan salah satu kekuatan utama sepak bola dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua gempa besar M 7,2 dan M 7,5 mengguncang Venezuela. Caracas mengalami kerusakan luas, status darurat nasional diberlakukan, dan operasi penyelamatan masih be
Pemkot Jogja menargetkan penanganan kawasan kumuh seluas 13,72 hektare pada 2026 melalui konsolidasi lahan, program M3K, dan penataan permukiman.
BMKG memprakirakan sebagian besar wilayah DIY mengalami udara kabur dan kabut/asap pada Jumat 26 Juni 2026. Gunungkidul diprediksi cerah sepanjang hari.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya hari ini berdasarkan data resmi KAI Access.
Pantai Gading dan Ekuador menjadi tim terbaru yang lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026. Berikut daftar 16 negara yang sudah memastikan tiket fase gugur.
Sleman mencatat 286 kasus kekerasan pada 2025, termasuk 131 kasus KDRT. Program RBI didorong hingga tingkat kalurahan untuk pencegahan.