Kroasia Pecahkan Pertahanan Ghana, Inggris Masih Buntu Lawan Panama

Jumali
Jumali Minggu, 28 Juni 2026 05:07 WIB
Kroasia Pecahkan Pertahanan Ghana, Inggris Masih Buntu Lawan Panama

Kroasia vs Ghana/ Getty Images-Kevin C. Cox

Harianjogja.com, JOGJA— Pertarungan penentuan Grup L FIFA World Cup 2026 menghadirkan dua cerita berbeda pada babak pertama.

Kroasia berhasil unggul 1-0 atas Ghana berkat gol indah Petar Sucic, sementara Inggris masih kesulitan membongkar pertahanan rapat Panama.

Petar Sucic Pecahkan Rekor Pertahanan Ghana

Bermain di Lincoln Financial Field, Kroasia tampil dominan sejak menit awal dengan mengandalkan penguasaan bola dan kombinasi operan pendek. Ghana berusaha menekan melalui tekanan tinggi, tetapi kesulitan mengganggu ritme permainan lawan.

Kroasia mulai menunjukkan ancaman sejak awal laga. Peluang berbahaya pertama datang melalui sejumlah serangan yang memaksa lini belakang Ghana bekerja keras. Pada menit ke-17, tembakan Nikola Vlasic bahkan membentur tiang gawang, menjadi sinyal bahwa gol hanya tinggal menunggu waktu.

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-32. Petar Sucic melepaskan tendangan keras mendatar dari luar kotak penalti yang meluncur ke pojok kanan gawang dan gagal dijangkau kiper Ghana, Benjamin Asare.

Gol tersebut memiliki arti penting karena menjadi gol pertama yang bersarang ke gawang Ghana sepanjang fase grup Piala Dunia 2026. Sebelumnya, The Black Stars dikenal sebagai tim dengan catatan pertahanan terbaik di Grup L.

Setelah unggul, Kroasia tetap mengendalikan permainan dan tidak memberikan banyak ruang bagi Ghana untuk mengembangkan serangan.

Peluang terbaik Ghana baru hadir pada menit ke-40 ketika Antoine Semenyo melepaskan tendangan kaki kanan yang hanya melenceng tipis dari gawang yang dikawal Dominik Livakovic.

Meski Ghana mulai lebih berani menyerang menjelang turun minum, skor 1-0 untuk Kroasia tetap bertahan hingga babak pertama berakhir.

Inggris Dominan, Panama Bertahan Solid

Sementara itu, laga Grup L lainnya di MetLife Stadium berlangsung jauh lebih ketat. Inggris mendominasi jalannya pertandingan dengan penguasaan bola mencapai 74 persen, tetapi gagal mengubah dominasi tersebut menjadi gol.

Tim asuhan Thomas Tuchel kesulitan menembus pertahanan Panama yang bermain disiplin dengan formasi 5-4-1.

Peluang pertama Inggris hadir pada menit ketujuh melalui tendangan jarak jauh Marcus Rashford. Namun, bola masih mampu diamankan kiper Panama, Orlando Mosquera.

Meski terus menekan, Inggris kesulitan menciptakan peluang bersih. Justru Panama yang nyaris mengejutkan pada menit ke-26 saat Jose Luis Rodriguez lolos dari pengawalan dan melepaskan tembakan yang memaksa Jordan Pickford melakukan penyelamatan penting.

Hingga menjelang turun minum, pola permainan tidak banyak berubah. Inggris terus menguasai bola, sedangkan Panama menunggu kesempatan menyerang balik.

Kesempatan terakhir Inggris datang pada masa injury time melalui tendangan bebas Rashford. Namun bola masih melenceng tipis di sisi kiri gawang Panama.

Skor imbang tanpa gol bertahan hingga babak pertama berakhir. Hasil sementara ini menjadi tekanan bagi Inggris yang membutuhkan kemenangan untuk memastikan langkah ke babak 32 besar tanpa harus bergantung pada hasil pertandingan lain.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online