Duel Gaya Total Football dan Pertahanan Solid di Gillette Stadium

Jumali
Jumali Senin, 29 Juni 2026 19:07 WIB
Duel Gaya Total Football dan Pertahanan Solid di Gillette Stadium

Belanda vs Maroko/Instagram: Onsoranje

Harianjogja.com, JOGJA— Laga besar akan tersaji di Stadion Gillette, Amerika Serikat, pada Selasa (30/6/2026) pukul 08.00 WIB ketika dua raksasa sepak bola Eropa dan Afrika, Belanda dan Maroko, saling berhadapan pada babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Pertandingan ini diprediksi menjadi salah satu duel paling menarik di fase gugur, mempertemukan gaya permainan total football khas Belanda dengan disiplin taktik dan serangan balik cepat milik Maroko. Kedua tim sama-sama melaju ke fase ini dengan catatan impresif di fase grup dan membawa modal kepercayaan diri tinggi.

Netherlands national football team datang sebagai juara Grup F setelah mengoleksi tujuh poin dari tiga pertandingan. Sempat ditahan imbang Jepang 2-2 di laga pembuka, tim asuhan Ronald Koeman bangkit dengan kemenangan meyakinkan atas Swedia dan Tunisia. Produktivitas lini depan menjadi salah satu kekuatan utama mereka dengan torehan 10 gol di fase grup.

Sementara itu, Morocco national football team finis sebagai runner-up Grup C di bawah Brasil. Tim berjuluk Singa Atlas itu mencuri perhatian setelah menahan imbang Brasil 1-1, serta meraih kemenangan atas Skotlandia dan Haiti. Performa tersebut menegaskan bahwa Maroko tetap menjadi kekuatan yang sulit dikalahkan di level internasional.

Dari sisi komposisi pemain, Belanda diperkirakan kembali diperkuat sejumlah pilar penting seperti Denzel Dumfries dan Brian Brobbey yang sempat diragukan kebugarannya. Di lini depan, Memphis Depay dan Cody Gakpo diprediksi tetap menjadi andalan utama dalam skema serangan Oranye.

Di kubu Maroko, perhatian tertuju pada Achraf Hakimi sebagai motor serangan dari sisi sayap serta Brahim Díaz yang berperan dalam kreativitas lini tengah. Selain itu, Ismael Saibari juga menjadi sorotan setelah tampil produktif dengan torehan tiga gol di fase grup.

Secara taktik, Belanda diperkirakan akan bermain dominan dengan formasi 4-3-3 berbasis penguasaan bola, sementara Maroko mengandalkan 4-2-3-1 yang lebih pragmatis dengan fokus pada transisi cepat dan pertahanan rapat. Duel lini tengah antara Frenkie de Jong dan Azzedine Ounahi diprediksi menjadi kunci jalannya pertandingan.

Pemenang laga ini akan melaju ke babak 16 besar dan berhadapan dengan Kanada yang sebelumnya berhasil menyingkirkan Afrika Selatan. Dengan kualitas dan karakter permainan yang kontras, laga ini diprediksi berlangsung ketat sejak menit awal dan berpotensi menghadirkan kejutan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online