Indonesia Darurat Spam Telepon, Begini Cara Memblokirnya
Panggilan spam semakin marak di Indonesia. Simak cara memblokir nomor tidak dikenal di Android, iPhone, dan WhatsApp agar lebih aman dari penipuan.
Belgia vs Senegal/Instagram: belgianreddevils
Harianjogja.com, JOGJA—Belgia akan menghadapi tantangan serius saat berjumpa Senegal pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Seattle Stadium, Amerika Serikat, Kamis (2/7/2026) pukul 03.00 WIB. Pertandingan ini diperkirakan berlangsung ketat karena kedua tim menunjukkan performa yang cukup meyakinkan sepanjang fase grup.
Meski Belgia lebih diunggulkan berdasarkan statistik dan produktivitas permainan, Senegal datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah berhasil lolos dari grup yang dihuni lawan-lawan kuat. Kondisi tersebut membuat laga ini diprediksi menjadi salah satu duel paling menarik di fase gugur.
Senegal menunjukkan karakter kuat sepanjang fase grup. Juara Piala Afrika 2026 itu memang sempat menelan kekalahan dari Prancis dan Norwegia, tetapi mampu bangkit dengan kemenangan telak 5-0 atas Irak untuk memastikan langkah ke babak berikutnya.
Penampilan Singa Teranga juga dinilai lebih menjanjikan dibandingkan hasil akhir yang mereka raih. Saat kalah 2-3 dari Norwegia, misalnya, Senegal tetap mampu mengimbangi permainan lawan dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya.
Faktor lain yang membuat Senegal patut diwaspadai adalah kualitas lawan yang mereka hadapi di fase grup. Prancis dan Norwegia dinilai memiliki level kompetitif yang lebih tinggi dibandingkan sebagian lawan Belgia, sehingga pengalaman menghadapi tekanan pertandingan besar menjadi modal berharga bagi wakil Afrika tersebut.
Di sisi lain, Belgia tetap memiliki sejumlah keunggulan yang membuat mereka layak difavoritkan. Setan Merah tampil lebih produktif dengan mencetak delapan gol sepanjang fase grup, unggul atas Senegal yang mengoleksi enam gol.
Belgia juga menunjukkan dominasi dalam membangun serangan. Mereka menciptakan lebih banyak peluang, lebih aktif mengirim umpan silang, dan memiliki penguasaan permainan yang lebih baik dibandingkan calon lawannya tersebut.
Kekuatan utama Belgia masih bertumpu pada kreativitas lini tengah yang dipimpin Kevin De Bruyne. Gelandang berpengalaman itu menjadi motor serangan sekaligus pemain yang paling konsisten menciptakan peluang sepanjang turnamen.
Namun, Senegal memiliki sejumlah pemain yang dapat menjadi pembeda dalam pertandingan nanti. Ismaila Sarr menjadi ancaman terbesar di lini depan setelah mengoleksi tiga gol selama fase grup.
Selain Sarr, kehadiran kapten Sadio Mane tetap menjadi sumber inspirasi utama permainan Senegal. Pengalaman dan kemampuannya membuka ruang sering kali menjadi faktor penting dalam membongkar pertahanan lawan.
Di lini tengah, Idrissa Gueye juga berperan besar dalam menjaga keseimbangan permainan. Kemampuannya mendistribusikan bola dan memutus serangan lawan menjadi salah satu kekuatan yang harus diantisipasi Belgia.
Duel individu antara Kevin De Bruyne dan Sadio Mane diperkirakan menjadi salah satu kunci pertandingan. Keduanya sama-sama memiliki peran sentral dalam membangun serangan dan menentukan ritme permainan tim masing-masing.
Secara historis, Belgia memiliki catatan positif saat menghadapi wakil Afrika di Piala Dunia. Dari enam pertemuan sebelumnya, Setan Merah hanya sekali mengalami kekalahan.
Meski demikian, statistik masa lalu belum tentu menjadi jaminan. Senegal dikenal sebagai tim yang mampu memberikan kejutan ketika menghadapi lawan yang lebih diunggulkan.
Belgia juga memperoleh keuntungan dari soliditas lini belakang mereka. Sepanjang fase grup, gawang Setan Merah hanya kebobolan dua kali, sedangkan Senegal sudah enam kali memungut bola dari gawang sendiri.
Masalah pertahanan menjadi pekerjaan rumah terbesar bagi Senegal, terlebih mereka harus menghadapi ketajaman lini depan Belgia. Situasi semakin sulit setelah kiper utama Edouard Mendy dikabarkan mengalami masalah pada lutut yang berpotensi memengaruhi kekuatan tim.
Sementara itu, Belgia diperkirakan tetap mengandalkan formasi 4-2-3-1 dengan kapten Youri Tielemans sebagai pengatur tempo permainan dari lini tengah.
Apabila pertandingan berlangsung hingga adu penalti, kedua tim sama-sama memiliki pengalaman positif. Senegal baru saja memenangi adu penalti saat perebutan tempat ketiga Piala Afrika 2025, sedangkan Belgia memiliki sejarah kemenangan adu penalti di Piala Dunia meski terjadi beberapa dekade lalu.
Dengan kualitas pemain yang relatif berimbang, pertandingan ini berpeluang berlangsung sengit hingga menit akhir. Belgia memiliki keunggulan dalam kreativitas dan efektivitas serangan, tetapi Senegal memiliki daya juang, kecepatan, dan kemampuan menciptakan kejutan yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Pemenang laga ini akan melangkah ke babak 16 besar dan menjaga mimpi mereka tetap hidup di Piala Dunia 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Panggilan spam semakin marak di Indonesia. Simak cara memblokir nomor tidak dikenal di Android, iPhone, dan WhatsApp agar lebih aman dari penipuan.
Pengenalan produk ini dikemas secara eksklusif melalui sesi Regional Press Gathering yang diselenggarakan pada Selasa, 30 Juni 2026 bertempat di Astra Motor Saf
Ronald Koeman resmi mundur sebagai pelatih Timnas Belanda usai De Oranje tersingkir di Piala Dunia 2026. Ia mengungkap alasan pribadi terkait kondisi kesehatan
Musim kemarau membuat ular lebih sering masuk permukiman di Sleman. Damkar mencatat 1.176 evakuasi hewan liar dan meminta warga meningkatkan kewaspadaan.
PSIM Jogja resmi mengakhiri kerja sama dengan bek tengah Andy Setyo setelah kontraknya berakhir pada penghujung musim.
petugas mengamankan dua tersangka dengan barang bukti ganja seberat 232 gram dan tembakau sintetis seberat 148 gram.