Tombol Dashboard Mobil Cepat Rusak, Ini Penyebab yang Sering Terabai
Tombol dashboard mobil bisa cepat rusak akibat panas, debu, dan tumpahan cairan. Kenali penyebabnya agar terhindar dari biaya perbaikan mahal.
Michael Olise (11) berebut bola dengan pemain Swedia/ Instagram: Reuterssport
Harianjogja.com, JOGJA— Di tengah persaingan para penyerang top dunia dalam perebutan gelar pencetak gol terbanyak Piala Dunia 2026, nama Michael Olise muncul sebagai sosok yang memberikan pengaruh besar lewat cara berbeda. Gelandang serang Timnas Prancis tersebut tampil menonjol berkat kemampuannya menciptakan peluang dan menghidupkan lini serang Les Bleus.
Hingga fase gugur turnamen, Olise telah mengoleksi lima assist. Catatan tersebut menjadikannya pemain dengan jumlah assist terbanyak dalam satu edisi Piala Dunia sepanjang abad ke-21.
Torehan itu sekaligus menempatkan pemain berusia 24 tahun tersebut sejajar dengan sejumlah legenda sepak bola dunia. Dalam catatan sejarah Piala Dunia, lima assist dalam satu turnamen sebelumnya pernah dibukukan Robert Gadocha bersama Polandia pada 1974, Pierre Littbarski untuk Jerman Barat pada 1982, Diego Maradona saat mengantar Argentina juara pada 1986, serta Thomas Hassler bersama Jerman pada 1994.
Kini, hanya satu assist lagi yang memisahkan Olise dari rekor milik legenda Brasil, Pele. Sang ikon sepak bola dunia mencatat enam assist saat membawa Brasil menjuarai Piala Dunia 1970.
Performa impresif Olise menjadi salah satu faktor penting di balik produktivitas serangan Prancis sepanjang turnamen. Kehadirannya membuat lini depan Les Bleus lebih hidup karena mampu membuka ruang, mengirim umpan terukur, serta menciptakan peluang bagi para penyerang.
Tak hanya itu, Olise juga mulai mendekati catatan assist sepanjang sejarah Piala Dunia yang saat ini masih dipegang dua legenda Argentina, yakni Lionel Messi dan Diego Maradona. Keduanya sama-sama mengoleksi delapan assist sepanjang penampilan mereka di ajang empat tahunan tersebut.
Dengan usia yang masih relatif muda, peluang Olise untuk mengejar rekor itu masih terbuka lebar, baik pada Piala Dunia kali ini maupun edisi berikutnya.
Penampilan gemilangnya kembali terlihat saat Prancis menghadapi Swedia. Dalam pertandingan tersebut, Olise beberapa kali menciptakan peluang berbahaya dan hampir mencetak gol spektakuler melalui tendangan salto yang sayangnya hanya membentur mistar gawang.
Aksi tersebut bahkan membuat kapten Prancis, Kylian Mbappe, memberikan pujian secara terbuka.
"Itu adalah keterampilan yang fantastis. Sayangnya tidak masuk, tetapi orang-orang datang ke stadion untuk melihat hal semacam itu," ujar Mbappe.
Perjalanan Olise menuju panggung tertinggi sepak bola dunia juga terbilang menarik. Lahir di London pada 12 Desember 2001, ia memiliki latar belakang keluarga multikultural dengan darah Prancis, Nigeria, dan Aljazair.
Karier sepak bolanya ditempa di sejumlah akademi elite Inggris seperti Chelsea, Manchester City, dan Reading. Namanya mulai dikenal luas saat tampil bersama Reading sebelum direkrut Crystal Palace pada 2021.
Bersama klub London tersebut, kemampuan Olise berkembang pesat. Visi bermain, kreativitas, kemampuan menggiring bola, dan akurasi umpannya membuat dirinya disebut sebagai salah satu playmaker muda terbaik di Eropa.
Performa konsisten itu kemudian mengantarkannya bergabung dengan Bayern Muenchen pada 2024. Di klub raksasa Jerman tersebut, Olise langsung menjadi pemain penting dan berkontribusi besar dalam keberhasilan meraih gelar Bundesliga serta DFB-Pokal musim 2025/2026.
Ketajamannya juga terlihat dengan torehan 22 gol di seluruh kompetisi musim lalu. Modal tersebut membuatnya dipercaya menjadi motor serangan Timnas Prancis di Piala Dunia 2026.
Kini, saat Les Bleus terus melaju dalam perburuan gelar juara dunia, sorotan tidak hanya tertuju kepada para pencetak gol. Michael Olise membuktikan bahwa seorang kreator serangan juga bisa menjadi pembeda. Jika mampu mempertahankan performa hingga akhir turnamen, namanya berpotensi semakin dekat dengan deretan legenda besar seperti Pele, Maradona, hingga Messi dalam buku sejarah Piala Dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tombol dashboard mobil bisa cepat rusak akibat panas, debu, dan tumpahan cairan. Kenali penyebabnya agar terhindar dari biaya perbaikan mahal.
Indonesia akan turun di 32 cabang olahraga Asian Games 2026 dengan 400 lebih atlet, persiapan difokuskan lewat program nasional.
Inflasi Kota Jogja Juni 2026 naik 0,46% dipicu kenaikan BBM, terutama berdampak pada sektor transportasi.
Pemerintah dan marketplace sepakat menahan kenaikan biaya layanan demi menjaga UMKM tetap kompetitif di tengah integrasi sistem.
Lima peserta Latsarmil SPPI meninggal dunia, Kemenhan dan Kemenkes bentuk tim investigasi untuk ungkap penyebabnya.
Toyota dan Joby Aviation bentuk aliansi strategis di AS untuk produksi taksi udara elektrik, siap sambut mobilitas masa depan.