Panas Ekstrem Prancis: 2.025 Kematian dan Rumah Sakit Penuh
Gelombang panas ekstrem di Perancis tewaskan 2.025 orang dalam sepekan. Suhu 40°C, rumah sakit penuh, kamar mayat kewalahan. Krisis iklim semakin nyata.
Pertandingan antara Prancis vs Paraguai/Instagram: equipedefrance
Harianjogja.com, JOGJA— Federasi Sepak Bola Prancis (French Football Federation/FFF) mengecam keras pernyataan mantan kiper legendaris Paraguay, Jose Luis Chilavert, yang menyebut Timnas Prancis sebagai “skuad dari Afrika” menjelang pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026. Komentar tersebut dinilai bernada rasis dan mencederai nilai keberagaman yang selama ini menjadi bagian dari sepak bola modern.
Presiden FFF, Philippe Diallo, menegaskan bahwa sepak bola dibangun di atas prinsip saling menghormati, persaudaraan, dan penerimaan terhadap keberagaman. Karena itu, ia menilai pernyataan Chilavert tidak dapat dibenarkan.
Kontroversi bermula ketika Chilavert mengunggah tangkapan layar berisi komentar yang dikaitkan dengan mantan penyerang Prancis, Christophe Dugarry, terkait peluang Paraguay menghadapi Prancis di babak gugur. Dalam unggahan tersebut, Chilavert menyebut Paraguay bukan menghadapi tim Prancis, melainkan tim dari Afrika.
Pernyataan itu segera memicu reaksi keras dari publik maupun otoritas sepak bola Prancis. Diallo mengaku kecewa dengan sikap mantan penjaga gawang yang pernah menjadi salah satu ikon sepak bola Amerika Selatan tersebut.
“Saya mengecam dengan sekeras-kerasnya pernyataan rasis José Luis Chilavert terhadap tim nasional Prancis yang merusak nilai-nilai saling menghormati, persaudaraan, dan keberagaman dalam sepak bola,” kata Diallo seperti dikutip dari The Guardian.
Ia juga menyayangkan perubahan sikap sosok yang dahulu dikenal luas karena prestasinya di lapangan hijau.
“Jika dahulu ia dikenal sebagai penjaga gawang hebat, kini ia telah jatuh ke dalam kehinaan,” lanjutnya.
Timnas Prancis selama ini dikenal sebagai salah satu tim nasional dengan latar belakang pemain yang beragam. Sejumlah pemain bintangnya lahir dari keluarga imigran yang berasal dari berbagai negara, termasuk kawasan Afrika. New York Times menyatakan, keberagaman tersebut telah menjadi bagian dari identitas Les Bleus selama beberapa dekade.
Nama-nama seperti Kylian Mbappe dan Ousmane Dembele merupakan contoh pemain yang memiliki akar keluarga dari Afrika dan menjadi bagian penting dalam kesuksesan tim nasional Prancis di berbagai turnamen internasional.
Komentar Chilavert juga menghidupkan kembali memori pertemuan Paraguay dan Prancis di 1998 FIFA World Cup. Saat itu, Dugarry menjadi bagian skuad Prancis yang menyingkirkan Paraguay dengan skor 1-0 pada babak 16 besar sebelum akhirnya keluar sebagai juara dunia.
Menariknya, sejarah kembali berulang di 2026 FIFA World Cup. Prancis kembali mengalahkan Paraguay dengan skor identik 1-0 untuk memastikan tiket ke perempat final. Gol tunggal kemenangan Les Bleus dicetak oleh Mbappe melalui eksekusi penalti pada menit ke-70.
Kemenangan tersebut memastikan langkah Prancis terus berlanjut dalam perburuan gelar juara dunia. Namun, di luar hasil pertandingan, kontroversi yang dipicu pernyataan Chilavert menjadi sorotan karena kembali memunculkan perdebatan mengenai identitas, keberagaman, dan diskriminasi dalam dunia sepak bola.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gelombang panas ekstrem di Perancis tewaskan 2.025 orang dalam sepekan. Suhu 40°C, rumah sakit penuh, kamar mayat kewalahan. Krisis iklim semakin nyata.
Rupiah ditutup melemah ke Rp17.995 per dolar AS. Pasar menanti data cadangan devisa dan mencermati sentimen global serta Fitch Ratings.
Agrinas Palma Nusantara membuka lebih dari 20.000 lowongan kerja hingga Agustus 2026 untuk mendukung pengelolaan kebun sawit sitaan negara.
Nadiem Makarim melalui tim kuasa hukumnya melaporkan empat hakim PN Tipikor Jakarta Pusat ke Komisi Yudisial terkait dugaan pelanggaran etik.
Kalijawi membuktikan tabungan Rp2.000 per hari mampu mendorong renovasi rumah, memperkuat ekonomi warga, dan menata kampung di Jogja.
CLASSY Modifest 2026 di Yogyakarta menampilkan karya modifikasi kreator lokal, meningkatnya peserta perempuan, dan kolaborasi seni.