China Tanam 66 Miliar Pohon di Great Green Wall
China tanam 66 miliar pohon di Great Green Wall. Hutan buatan tumbuh 66% lebih cepat, tapi hutan alami lebih unggul untuk penyimpanan karbon jangka panjang.
Erling Haaland/ Instagram: herrelandslaget
Harianjogja.com, JOGJA— Perjalanan Timnas Norwegia di Piala Dunia 2026 tidak hanya menghadirkan cerita tentang prestasi di lapangan. Turnamen yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko ini juga memunculkan kisah emosional mengenai hubungan dua generasi pemain yang dipisahkan lebih dari tiga dekade.
Amerika Serikat menjadi titik temu yang unik bagi sepak bola Norwegia. Pada Piala Dunia 1994, negara Skandinavia itu tampil dengan generasi emas yang diperkuat sejumlah pemain legendaris. Kini, saat turnamen kembali digelar di kawasan Amerika Utara, sejumlah putra para pemain tersebut kembali membawa bendera Norwegia di panggung yang sama.
Fenomena ini menjadi simbol keberlanjutan sepak bola Norwegia yang berhasil melahirkan talenta baru tanpa kehilangan akar sejarahnya.
Nama yang paling mencuri perhatian tentu saja Erling Haaland. Penyerang andalan Norwegia itu kini menjadi salah satu pemain paling berbahaya di dunia dan memimpin harapan negaranya untuk mencetak sejarah baru di Piala Dunia.
Tak banyak yang menyadari bahwa Haaland merupakan putra dari Alf-Inge Haaland, pemain yang pernah membela Norwegia pada Piala Dunia 1994. Jika sang ayah dikenal sebagai pemain serbabisa yang beroperasi di lini belakang maupun tengah, Erling menjelma menjadi mesin gol yang ditakuti lawan.
Selain Haaland, ada pula Alexander Sorloth yang mengikuti jejak ayahnya, Goran Sorloth. Keduanya sama-sama berposisi sebagai penyerang dan dikenal memiliki postur tinggi serta kemampuan duel udara yang kuat.
Di lini tengah, Norwegia juga diperkuat Kristian Thorstvedt, putra dari mantan penjaga gawang legendaris Norwegia, Erik Thorstvedt. Meski memilih jalur berbeda dari sang ayah, Kristian tetap menjadi salah satu figur penting dalam skuad asuhan Stale Solbakken.
Kisah tiga pemain tersebut menambah warna perjalanan Norwegia di Piala Dunia 2026. Mereka bukan hanya membawa harapan generasi sekarang, tetapi juga melanjutkan mimpi yang pernah diperjuangkan para ayah mereka tiga dekade lalu.
Piala Dunia 1994 sendiri menjadi salah satu momen paling dikenang dalam sejarah sepak bola Norwegia. Saat itu, mereka tergabung dalam grup yang dihuni tim-tim kuat seperti Italia, Meksiko, dan Irlandia.
Grup tersebut tercatat sebagai salah satu yang paling ketat dalam sejarah turnamen. Keempat tim mengakhiri fase grup dengan jumlah poin yang sama. Namun Norwegia harus tersingkir karena kalah produktivitas gol dibanding para pesaingnya.
Kini, generasi baru Norwegia memiliki kesempatan memperbaiki catatan tersebut. Dengan kualitas pemain yang lebih kompetitif dan pengalaman tampil di level tertinggi Eropa, peluang untuk melangkah lebih jauh terbuka lebar.
Kehadiran Haaland, Sorloth, dan Thorstvedt menjadi bukti bahwa regenerasi sepak bola Norwegia berjalan efektif. Mereka tidak hanya mewarisi nama besar keluarga, tetapi juga membawa ambisi baru untuk mengangkat prestasi negara di panggung dunia.
Jika Amerika Serikat menjadi lokasi berakhirnya perjalanan generasi 1994, maka tanah yang sama berpeluang menjadi tempat lahirnya sejarah baru bagi generasi penerus Norwegia pada Piala Dunia 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
China tanam 66 miliar pohon di Great Green Wall. Hutan buatan tumbuh 66% lebih cepat, tapi hutan alami lebih unggul untuk penyimpanan karbon jangka panjang.
Timnas voli putri U-18 Indonesia hadapi Kazakhstan di babak 5-8 AVC U-18 2026. Kalah 0-3 dari Thailand, Indonesia berpeluang rebut posisi kelima.
4 tim lolos perempat final Piala Dunia 2026: Maroko, Prancis, Norwegia, dan Inggris. Inggris kalahkan Meksiko 3-2 di Azteca, Norwegia singkirkan Brasil.
6 penyebab notifikasi WhatsApp telat masuk: koneksi bermasalah, notifikasi mati, data latar belakang, mode Jangan Ganggu, aplikasi usang, dan perlu restart.
Gelombang panas ekstrem di Perancis tewaskan 2.025 orang dalam sepekan. Suhu 40°C, rumah sakit penuh, kamar mayat kewalahan. Krisis iklim semakin nyata.
Brasil tersingkir di 16 besar Piala Dunia 2026 usai kalah 1-2 dari Norwegia. Ancelotti sebut ini awal siklus baru, bukan akhir