Gelombang Panas, Pegawai Negeri Jepang Kini Boleh Pakai Celana Pendek
Gelombang panas Tokyo memaksa pegawai negeri pakai celana pendek ke kantor! Gubernur Yuriko Koike izinkan sebagai bagian dari kampanye Cool Biz. Simak pro-kontr
Instagram: egyptnt
Harianjogja.com, JOGJA— Dua kekuatan sepak bola dari benua berbeda akan saling berhadapan dalam perebutan tiket perempat final Piala Dunia 2026. Argentina, yang diperkuat oleh megabintang Lionel Messi, akan menghadapi Mesir dengan Mohamed Salah sebagai ujung tombak. Pertandingan yang digelar di Mercedes-Benz Stadium pada Selasa (7/7/2026) pukul 23.00 WIB ini diprediksi akan menjadi duel sengit antara dua tim dengan gaya bermain yang kontras.
Secara statistik, Argentina tampil lebih produktif dibandingkan Mesir. Albiceleste telah mencetak 11 gol sepanjang turnamen, dengan Lionel Messi menyumbang 7 gol di antaranya. Argentina juga memiliki pertahanan yang cukup solid dengan hanya kebobolan 3 gol. Sementara Mesir baru mencetak 6 gol dan kebobolan 4 gol.
Ketergantungan Argentina pada Messi vs Kolektivitas Mesir
Salah satu fakta menarik dari kedua tim adalah pola ketergantungan mereka. Argentina masih sangat bertumpu pada Messi dalam urusan produktivitas gol dan peluang. Messi telah melepaskan 24 tendangan, dengan 16 di antaranya tepat sasaran—jumlah ini bahkan mengungguli total tendangan enam pemain Argentina lainnya yang hanya 23 tendangan.
Sebaliknya, Mesir menunjukkan permainan kolektif yang lebih merata. Mereka memiliki enam pencetak gol berbeda, dengan Emam Ashour mencetak dua gol, sementara Mohamed Salah, Trezeguet, Mostafa Zico, dan Mahmoud Saber masing-masing mencetak satu gol. Mesir juga lebih kuat dalam penciptaan peluang (62 peluang vs 52) dan umpan silang (75 umpan vs 40), dengan Salah menjadi motor serangan utama.
Kunci Pertandingan: Efektivitas di Kotak Penalti
Meskipun Mesir lebih unggul dalam menciptakan peluang, mereka masih harus meningkatkan efektivitas di depan gawang. Jumlah tembakan tepat sasaran Mesir (17) hanya unggul satu dari Messi sendiri (16). Ini menjadi pekerjaan rumah bagi skuad asuhan pelatih Mesir untuk bisa mengonversi peluang menjadi gol.
Di sisi lain, Argentina mulai menunjukkan variasi serangan yang lebih kaya dalam dua laga terakhir. Gol dari situasi bola mati dan kontribusi dari pemain seperti Giovani Lo Celso, Lautaro Martinez, dan Lisandro Martinez menandakan bahwa Argentina tidak sepenuhnya bergantung pada Messi. Ini bisa menjadi senjata tambahan yang berbahaya bagi Mesir.
Laga ini diprediksi akan berjalan seimbang, dengan frekuensi Argentina dalam memasuki sepertiga akhir pertandingan (252 sentuhan) hampir sama dengan Mesir (251 sentuhan). Namun, pengalaman Argentina di fase gugur Piala Dunia dan ketajaman Messi menjadi faktor pembeda yang signifikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gelombang panas Tokyo memaksa pegawai negeri pakai celana pendek ke kantor! Gubernur Yuriko Koike izinkan sebagai bagian dari kampanye Cool Biz. Simak pro-kontr
KAI Daop 6 Yogyakarta melayani lebih dari 1,2 juta penumpang kereta api jarak jauh selama libur sekolah 2026. Stasiun Yogyakarta menjadi stasiun tersibuk.
Badan lemas mengganggu aktivitas? Temukan 11 cara mudah atasi kelelahan, mulai dari pola tidur hingga makanan bergizi. Kembalikan energi tubuh secara alami.
Indonesia masih memiliki dua wakil di semifinal Japan Open 2026. Putri Kusuma Wardani dan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri siap menghadapi tantangan berat d
Airlangga Hartarto bertemu Menteri Perdagangan China, Huawei, dan ByteDance di Shanghai untuk membahas investasi kawasan industri, AI, cloud computing.
Presiden FIFA Gianni Infantino kokoh di tengah skandal Balogun dan protes Eropa. Dapat dukungan 200+ asosiasi, ia menuju jabatan keempat tanpa rival.