Delhi Batasi Kendaraan di Bawah Standar BS6, Indonesia Bisa Belajar
Delhi membatasi kendaraan di bawah standar emisi BS6 hingga Januari 2027. Kebijakan India bisa menjadi pelajaran bagi Indonesia untuk menekan polusi.
Veda Ega Pratama /Instagram
Harianjogja.com, JOGJA— Veda Ega Pratama membeberkan banyak hal setelah melesat dan menempati posisi teratas dalam sesi practice Moto3 Jerman 2026.
Setelah hanya menempati peringkat ke-23 pada sesi Free Practice (FP) 1 dengan catatan waktu 1 menit 27,456 detik, Veda kemudian memperbaiki performa pada saat practice yang hanya berjarak tidak sampai empat jam. Dalam sesi practice, Veda membutuhkan waktu 1 menit 25,848 detik dan menjadi yang tercepat.
Veda pun menyatakan puas atas perubahan hasil yang signifikan pada sesi practice dibanding FP1.
"Ya itu adalah sesi yang sangat baik, sesi sore yang baik. Hasil yang bagus buat saya setelah FP 1 saya berjuang keras," ucap Veda dalam wawancara setelah practice yang disiarkan situs MotoGP.
Pembalap 17 tahun itu menjelaskan langkah-langkah yang ia ambil bersama para kru di Honda Team Asia.
"Setelah FP1 kami berdiskusi dengan tim dan kami berusaha untuk memperbaiki hal-hal mana saja saya masih bisa diperbaiki," ujarnya.
"Di sesi practice saya dapat setelan motor yang lebih baik dan saya lebih nyaman, lebih percaya diri. Ya itu sesi yang bagus, saya sangat senang," kata Veda melanjutkan.
Menjadi yang tercepat pada saat sesi practice tidak membuat Veda puas. Juara Asia Talent Cup 2023 itu tahu masih banyak hal yang bisa ditingkatkan guna meraih hasil lebih baik lagi.
"Tapi catatan waktu tahun lalu lebih bagus, masih lebih cepat satu detik jadi itu berarti kami masih harus bekerja pada esok hari karena kami ingin lebih baik lagi. Saya akan bekerja keras besok dan lihat bagaimana besok," tegasnya.
Veda menyadari bahwa lintasan Sachsenring bukanlah trek yang mudah dan ia harus terus beradaptasi.
"Banyak hal yang kami bisa benahi karena trek ini bukan trek yang mudah, dan kondisi saya tidak tahu kondisi tahun lalu, tapi kita lihat besok. Biasanya juga kami mengecek data dan dari situ kami akan tahu hal yang harus diperbaiki karena kami mendapat data yang bagus dari Taiyo [Furusato] musim lalu," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Delhi membatasi kendaraan di bawah standar emisi BS6 hingga Januari 2027. Kebijakan India bisa menjadi pelajaran bagi Indonesia untuk menekan polusi.
Konser Andrea Bocelli di Borobudur dan Jakarta tetap digelar pada 31 Oktober dan 3 November 2026 dengan pesan kemanusiaan.
Survei Indef terhadap 1.800 UMKM menunjukkan partisipasi dalam program MBG masih rendah, sementara 22% responden mengalami penurunan usaha.
DPRD Bantul mengubah aturan toko modern. Jarak minimal menjadi 1 km, produk UMKM wajib mendapat ruang, dan 50% pekerja harus warga lokal.
Bahlil Lahadalia memastikan pengadaan impor minyak melalui BLU Lemigas tidak memakai APBN. Skema Perpres 107/2026 masih dalam masa transisi.
Cisdi mendesak kenaikan cukai rokok 50%. Riset memperkirakan output ekonomi naik Rp315,1 triliun dan 1,14 juta lapangan kerja tercipta.