ISEAI Soroti Risiko Fiskal B50, Usul Skema Dynamic Blending
ISEAI mengusulkan skema B50 lebih fleksibel melalui Dynamic Blending Policy untuk menekan risiko fiskal dan menjaga keberlanjutan program.
Trofi Piala Dunia./FIFA
Harianjogja.com, JAKARTA— Pelatih Timnas Argentina Lionel Scaloni mengakui anak asuhnya menghadapi perlawanan sengit dari Swiss pada laga perempat final Piala Dunia 2026 di Stadion Arrowhead, Kansas, Sabtu waktu setempat. Menurutnya, kekuatan fisik yang dimiliki Swiss membuat Argentina kesulitan mengembangkan permainan.
Meski akhirnya menang 3-1 melalui babak perpanjangan waktu (extra time), Scaloni menilai timnya masih memiliki sejumlah aspek yang harus dibenahi sebelum menghadapi Inggris di semifinal.
"Kenyataannya kami kesulitan hari ini. Kami tahu mereka tim yang sangat mengandalkan fisik. Saya pikir mereka menempatkan kami dalam kesulitan," kata Scaloni dalam laman FIFA, Minggu.
Argentina Menang Lewat Extra Time
Argentina membuka keunggulan lebih dulu melalui gol Alexis Mac Allister. Namun, Swiss berhasil menyamakan kedudukan lewat gol Dan Ndoye, sehingga pertandingan harus berlanjut ke babak tambahan.
Situasi berubah ketika Swiss kehilangan satu pemain pada menit ke-72. Penyerang Breel Embolo menerima kartu kuning kedua dari wasit setelah dinilai melakukan diving, membuat Argentina unggul jumlah pemain.
Keunggulan tersebut akhirnya mampu dimanfaatkan Albiceleste. Julián Álvarez dan Lautaro Martínez mencetak gol pada babak kedua perpanjangan waktu untuk memastikan kemenangan 3-1 sekaligus mengantar Argentina ke semifinal.
Scaloni: Argentina Juga Beruntung
Scaloni menilai keberhasilan timnya lolos ke empat besar bukan semata karena kualitas permainan, tetapi juga dipengaruhi situasi yang menguntungkan setelah Swiss bermain dengan 10 orang.
"Kami tidak mampu keluar dari situasi-situasi tertentu. Sebenarnya, hari ini keberuntungan berpihak pada kami karena lawan kehilangan satu pemain akibat kartu merah," kata Scaloni.
Menurutnya, Argentina mulai tampil lebih menyerang setelah unggul jumlah pemain.
"Sejak saat itu, tim mulai melancarkan serangan. Kami harus realistis; ada hal-hal yang perlu diperbaiki, namun meraih kemenangan tentu selalu lebih baik," pungkasnya.
Argentina Tantang Inggris di Semifinal
Kemenangan atas Swiss memastikan Argentina melangkah ke semifinal Piala Dunia 2026.
Selanjutnya, tim yang diperkuat Lionel Messi dan kawan-kawan dijadwalkan menghadapi Inggris di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, pada Kamis (16/7) pukul 02.00 WIB. Pertandingan tersebut menjadi laga penting bagi Argentina dalam upaya mempertahankan gelar juara dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
ISEAI mengusulkan skema B50 lebih fleksibel melalui Dynamic Blending Policy untuk menekan risiko fiskal dan menjaga keberlanjutan program.
Kylian Mbappe memimpin daftar kontribusi gol Piala Dunia 2026 dengan 11 keterlibatan gol, unggul tipis atas Lionel Messi.
Komjak meminta Kejagung segera menetapkan Jampidsus definitif usai Febrie Adriansyah mundur dan telah menginventarisasi 10 nama calon.
Pembangunan Sekolah Rakyat DIY di Moyudan tinggal menunggu terbitnya KKPR dari pemerintah pusat sebelum proses land clearing dan pembangunan dimulai.
BLT Kesra Rp900.000 belum diumumkan cair pada Juli 2026. Simak informasi terbaru, syarat penerima, dan cara cek status bansos secara online.
Lionel Scaloni mengakui Argentina kesulitan menghadapi Swiss sebelum menang 3-1 di perempat final Piala Dunia 2026. Albiceleste akan menghadapi Inggris.