Polisi Selidiki Kematian Pemain Timnas Afrika Selatan Jayden Adam

Jumali
Jumali Selasa, 14 Juli 2026 09:37 WIB
Polisi Selidiki Kematian Pemain Timnas Afrika Selatan Jayden Adam

Jayden Adams/ Instagram: jaydenadams_23

Harianjogja.com, JOGJA—Kematian pemain Timnas Afrika Selatan, Jayden Adams, mengguncang perhelatan Piala Dunia 2026 yang mulai memasuki babak akhir. Jayden Adams merupakan salah satu anggota Timnas Afrika Selatan yang tampil di Piala Dunia 2026 meski perjalanannya terhenti di babak 32 besar.

Afrika Selatan tunduk dari tuan rumah Kanada dengan skor 0-1 meski sebelumnya mencatat sejarah untuk pertama kalinya lolos ke babak gugur. Tak lama setelah mencetak sejarah, kabar duka langsung menghampiri tim Bafana Bafana usai salah seorang pemainnya tutup usia.

Jenazah Jayden Adams ditemukan tak lama setelah ia kembali dari Piala Dunia 2026 di sebuah rumah di lingkungan Schotsche Kloof, Cape Town.

Kematian gelandang 25 tahun itu telah dikonfirmasi pada Sabtu waktu setempat meski penyebab kematiannya belum terungkap. Pihak kepolisian Cape Town, Afrika Selatan, akhirnya membuka penyelidikan atas kematian Jayden Adams.

Keluarga Jayden Adams merasakan duka yang mendalam atas kematian sang pemain. Ayah Jayden Adams bahkan merasa sulit menerimanya dan akan mencoba belajar melanjutkan hidup tanpa kehadiran putranya.

"Keluarga sedang berjuang untuk menerima kenyataan ini. Tidak akan mudah untuk melanjutkan hidup," kata ayah Jayden Adams, Juanito Adams, menurut kantor berita Afrika Selatan eNCA dikutip dari Reuters.

"Orang-orang mengatakan ini akan menjadi lebih mudah, tetapi tidak akan. Kita hanya belajar untuk hidup dengan itu. Jadi, kita akan lihat apa yang akan terjadi di masa mendatang," sambungnya.

Juanito Adams mengetahui simpati besar yang diperlihatkan dunia kepada mendiang anaknya. Ia pun merasa senang karena ada banyak cinta yang diberikan kepada pemain yang terakhir membela Mamelodi Sundowns tersebut.

"Seluruh dunia bereaksi atas kematian Jayden. Seperti yang saya katakan, ini sangat berat. Kita bisa melihat betapa besar cinta dunia terhadap sepak bola dan Jayden," ungkapnya.

Dukacita juga dirasakan oleh Menteri Olahraga, Seni, dan Kebudayaan Afrika Selatan, Gayton McKenzie, yang merasa kehilangan Adams. Ia mengapresiasi nasionalisme Jayden Adams karena mau berjuang keras di Piala Dunia 2026.

"Saya akan selalu menyimpan kenangan akan tanggapan rendah hati dan penuh penghargaan yang dia berikan kepada saya," kata Gayton McKenzie.

"Bahwa dia memilih untuk mengenakan seragam tim nasional dan memberikan yang terbaik untuk negaranya pada saat itu menunjukkan kedalaman karakter dan profesionalisme yang jauh melampaui usianya, dan itu mencerminkan kualitas pemuda yang telah hilang dari Afrika Selatan."

Jayden Adams sempat menjadi starter dalam dua laga pertama Afrika Selatan saat kalah 0-2 dari Meksiko dan imbang 1-1 melawan Republik Ceko.

Perjuangan Adams juga tak mudah karena ia juga belum lama ini ditinggal sang nenek, Marianna, sebelum melawan Afrika Selatan. Ia pun juga turut andil membawa Afrika Selatan menang 1-0 atas Korea Selatan dan memastikan diri lolos ke 32 besar.

Sebagai bentuk penghormatan, seluruh pertandingan di babak perempat final melakukan hening cipta untuk Adams. Kepergian Adams di usia yang masih muda menjadi pukulan berat bagi sepak bola Afrika Selatan. Ia bukan hanya pemain berbakat, tetapi juga simbol kebangkitan Bafana Bafana di kancah internasional.

Publik sepak bola dunia pun turut berduka atas kepergiannya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan berat ini. Jayden Adams akan selalu dikenang sebagai salah satu pahlawan yang membawa Afrika Selatan menorehkan sejarah di Piala Dunia 2026.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online