Japan Open 2026: Amri-Nita Langsung Angkat Koper

Jumali
Jumali Rabu, 15 Juli 2026 12:37 WIB
Japan Open 2026: Amri-Nita Langsung Angkat Koper

Ilustrasi bulu tangkis atau badminton - Foto dibuat oleh AI/StockCake

Harianjogja.com, JOGJA—Ganda campuran Indonesia Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah langsung tersingkir pada babak 32 besar Japan Open 2026 di Tokyo, Jepang, Rabu (15/7/2026). Amri/Nita kalah dua gim langsung dari unggulan keenam asal Prancis, Thom Gicquel/Delphine Delrue, dengan skor 18-21 dan 21-23. Pasangan Indonesia itu sebenarnya mampu memberikan perlawanan ketat dan beberapa kali memimpin.

Namun, Amri/Nita gagal menjaga ketenangan ketika pertandingan memasuki poin-poin penting. Kesalahan sendiri dan pengambilan keputusan pada akhir gim menjadi pembeda dalam pertandingan tersebut.

“Hari ini kesulitannya ada pada diri kami sendiri, terutama ketenangan di poin-poin akhir. Sebenarnya permainan tadi imbang dan kami bahkan sempat beberapa kali unggul,” kata Amri.

Amri menilai dirinya dan Nita belum mampu mengelola permainan dengan baik ketika mendekati akhir gim. “Hanya saja, kami kalah dalam mengelola poin-poin akhir, termasuk dalam menerapkan taktik dan strategi,” ujarnya.

Pada gim pertama, Amri/Nita mampu mengimbangi permainan Gicquel/Delrue. Namun, pasangan Prancis lebih konsisten dalam mempertahankan tekanan dan mengamankan gim pembuka dengan skor 21-18.

Pertarungan lebih ketat terjadi pada gim kedua. Amri/Nita kembali memiliki peluang memperpanjang pertandingan, tetapi akhirnya menyerah 21-23 setelah gagal memaksimalkan sejumlah kesempatan. Nita mengakui kesalahan sendiri menjadi bumerang bagi permainan mereka. Ia juga menilai pasangan Prancis lebih tenang ketika pertandingan memasuki fase krusial.

“Kesalahan sendiri menjadi bumerang. Kami juga kalah tenang pada poin-poin akhir,” kata Nita.

Menurut Nita, Gicquel/Delrue berupaya memutus ritme pertandingan dengan beberapa kali meminta jeda dan mengganti kok.

“Mereka bermain dengan banyak cara, seperti mengulur-ulur waktu, sering meminta istirahat, dan mengganti kok yang sebenarnya masih baik. Hal tersebut cukup mengganggu kami,” ujarnya.

Nita menjadikan pertandingan tersebut sebagai pelajaran agar dapat mengendalikan emosi dan mempertahankan konsentrasi dalam situasi serupa.

“Ini menjadi pelajaran bagi kami untuk bisa menjaga emosi, lebih sabar, dan menahan fokus dalam situasi seperti ini,” katanya.Ia menambahkan, servis panjang yang beberapa kali dilakukan pasangan Prancis sebenarnya sudah dipelajari sebelum pertandingan.

“Untuk servis flick mereka, saya sudah mengantisipasinya karena dari pertandingan sebelumnya mereka memang sering melakukan itu,” tutur Nita.

Kekalahan ini menjadi evaluasi penting bagi Amri/Nita untuk meningkatkan mental dan konsistensi di turnamen-turnamen berikutnya. Mereka berharap pengalaman ini dapat membuat mereka lebih matang dalam menghadapi pertandingan-pertandingan krusial di masa depan. Dukungan dari penggemar di Tanah Air diharapkan tetap mengalir untuk memberikan motivasi bagi Amri/Nita agar terus berlatih dan berkembang. Japan Open 2026 masih menyisakan wakil Indonesia lainnya yang akan bertanding di babak-babak selanjutnya. Semoga wakil Indonesia yang masih tersisa dapat memberikan hasil terbaik dan membawa pulang gelar dari turnamen BWF Super 750 ini.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online