Pertahanan Baja Spanyol Hentikan Prancis dan Antar ke Final

Jumali
Jumali Rabu, 15 Juli 2026 09:17 WIB
Pertahanan Baja Spanyol Hentikan Prancis dan Antar ke Final

Prancis vs Spanyol/Instagram: Reuterssport


Harianjogja.com, JOGJA—Spanyol memastikan satu tempat di final Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan Prancis dengan skor 2-0 pada laga semifinal yang berlangsung di Dallas Stadium, Arlington, Texas, Rabu (15/7/2026) pagi WIB. Kemenangan ini menjadi pencapaian penting bagi La Roja yang kembali menembus partai puncak untuk pertama kalinya sejak sukses menjadi juara dunia pada 2010.

Di balik kemenangan tersebut, kekuatan pertahanan Spanyol menjadi faktor yang paling menentukan. Tim besutan Luis de la Fuente berhasil menutup hampir seluruh ruang gerak lini serang Prancis yang diperkuat Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, dan Michael Olise.

Sepanjang pertandingan, Mbappe kesulitan memberikan pengaruh besar bagi permainan Les Bleus. Penyerang Real Madrid itu memang melepaskan tiga percobaan tembakan, tetapi tidak satu pun mampu mengarah ke gawang Unai Simon. Organisasi pertahanan Spanyol yang solid membuat sang kapten Prancis kehilangan ruang untuk melakukan akselerasi maupun penyelesaian akhir.

Spanyol mulai membuka jalan menuju final pada menit ke-22. Tekanan tinggi yang dilakukan Lamine Yamal membuahkan hasil setelah ia merebut bola dari penguasaan Lucas Digne di dalam area terlarang. Upaya Digne menghentikan pergerakan Yamal berujung pelanggaran yang membuat wasit menunjuk titik penalti.

Mikel Oyarzabal yang maju sebagai algojo menjalankan tugasnya dengan sempurna. Tendangan penyerang Real Sociedad tersebut tak mampu dibendung Mike Maignan dan membawa Spanyol unggul 1-0. Gol itu menjadi gol kelima Oyarzabal sepanjang Piala Dunia 2026.

Setelah tertinggal, Prancis berupaya meningkatkan intensitas serangan. Namun, kombinasi Aymeric Laporte, Pau Cubarsi, Marc Cucurella, dan Pedro Porro tampil disiplin menjaga area pertahanan. Les Bleus beberapa kali mencoba membangun serangan dari kedua sisi lapangan, tetapi selalu menemui kebuntuan.

Keunggulan Spanyol bertambah pada menit ke-58. Pedro Porro menjadi aktor utama setelah melakukan kombinasi cepat dengan Dani Olmo di depan kotak penalti. Porro yang berhasil masuk ke area berbahaya kemudian menuntaskan peluang untuk mengubah skor menjadi 2-0.

Tak lama berselang, Lamine Yamal sempat menjebol gawang Prancis. Namun gol pemain muda berbakat tersebut dianulir karena lebih dahulu berada dalam posisi offside.

Meski terus berusaha mengejar ketertinggalan, Prancis tidak mampu membongkar pertahanan lawan. Salah satu peluang terbaik Mbappe pada babak kedua juga gagal menghasilkan gol setelah arah bola berubah dan tidak mengancam gawang Spanyol.

Catatan pertahanan La Roja sepanjang turnamen semakin mengesankan. Dari tujuh pertandingan yang sudah dijalani, Unai Simon dan rekan-rekannya mencatatkan enam clean sheet. Spanyol juga hanya sekali kebobolan sepanjang perjalanan mereka menuju final.

Hasil ini sekaligus memperpanjang rekor tak terkalahkan Spanyol dalam waktu normal menjadi 37 pertandingan sejak Maret 2024. Dalam periode tersebut, mereka mengoleksi 28 kemenangan dan sembilan hasil imbang.

Pelatih Luis de la Fuente memuji keberanian para pemainnya menghadapi salah satu tim terkuat dunia. Menurutnya, keberhasilan mengendalikan permainan dan membatasi peluang Prancis menjadi kunci utama kemenangan.

Sementara itu, gelandang Rodri menegaskan Spanyol belum puas hanya dengan mencapai final. La Roja kini bertekad menyempurnakan perjalanan mereka dengan meraih trofi juara dunia.

Di sisi lain, kekalahan ini menghentikan ambisi Prancis untuk mencatat sejarah tampil dalam tiga final Piala Dunia secara beruntun setelah menjadi juara pada 2018 dan runner-up pada 2022. Pelatih Didier Deschamps mengakui timnya kesulitan menghadapi organisasi permainan Spanyol yang sangat disiplin.

Kini Spanyol tinggal menunggu pemenang laga semifinal lainnya antara Inggris dan Argentina. Dengan pertahanan yang menjadi salah satu yang terbaik sepanjang turnamen, La Roja memiliki modal kuat untuk kembali mengangkat trofi Piala Dunia setelah penantian selama 16 tahun.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online