Jelang 1 September 2026 Cek Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru
Harga BBM Pertamina hari ini 31 Agustus 2026 masih mengacu tarif Agustus. Simak daftar harga Pertamax, Pertalite, Dexlite hingga Pertamina Dex menjelang penyesu
mantan pelatih Megawati Hangestri, Ko Hee-jin/ Kovo
Harianjogja.com, JOGJA—Dunia bola voli Korea Selatan tengah diguncang skandal dugaan pembiaran pelecehan seksual yang menyeret nama Ko Hee-jin, mantan pelatih Megawati Hangestri di JungKwanJang Red Sparks. Kasus ini menjadi sorotan publik karena menyangkut kelalaian seorang pemimpin tim dalam melindungi pemainnya .
Insiden ini berawal dari acara makan malam tim pada Januari 2026. Saat itu, dalam rangkaian kegiatan jeda All-Star V-League 2025-2026, sebuah pertemuan berlangsung antara staf pelatih dan para pemain Red Sparks . Di acara tersebut, seorang asisten pelatih yang diidentifikasi sebagai 'Pelatih B' diduga melakukan pelecehan seksual terhadap salah satu pemain putri . Investigasi media Korea Selatan, World Biz & Sports World, mengungkap bahwa Ko Hee-jin berada di lokasi kejadian, tepatnya duduk di seberang tempat dugaan pelecehan berlangsung .
Yang menjadi sorotan, Ko Hee-jin diduga tidak mengambil tindakan untuk menghentikan insiden tersebut. Bahkan, laporan menyebutkan bahwa Ko Hee-jin sempat melontarkan ajakan untuk melanjutkan acara minum-minum ke putaran ketiga, yang memperkuat dugaan bahwa ia mengetahui situasi yang terjadi . Kejadian ini baru dilaporkan secara resmi oleh korban kepada manajemen klub pada pertengahan Mei 2026 .
Setelah menerima laporan, manajemen Red Sparks mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan Ko Hee-jin dari jabatan pelatih kepala pada Mei 2026. Padahal, kontraknya masih tersisa satu tahun . Dalam prosesnya, Ko Hee-jin mengaku bertanggung jawab atas kekacauan yang terjadi, namun tetap memberikan pernyataan “saya tidak tahu” dan “saya tidak ingat detailnya” terkait peristiwa pada malam tersebut .
Penyelidikan lebih lanjut juga mengungkap pola interaksi Ko Hee-jin dengan para pemain yang dinilai kurang profesional. Ia dikenal memiliki hubungan yang santai dan akrab, namun investigasi menemukan bahwa ia kerap mengajak pemain mengonsumsi minuman beralkohol, bahkan membawa beberapa pemain ke bar milik kenalannya di luar Daejeon . Sikap ini dinilai abai dan membuat para pemain berada dalam posisi rentan .
Kasus ini kini telah memasuki ranah hukum dan diatur dalam regulasi Federasi Bola Voli Korea (KOVO). Berdasarkan Pasal 12 Ayat (1) Komite Perlindungan Hak Asasi Pemain KOVO, siapa pun yang membantu, membiarkan, atau menyembunyikan tindakan kekerasan seksual dapat dikenai sanksi disiplin dan denda . Jika pelaku utama dijatuhi hukuman, pihak yang terbukti membiarkan juga dapat dikenai pembekuan lisensi minimal satu tahun .
Kasus yang menyeret mantan pelatih Megawati Hangestri ini memicu gelombang kemarahan penggemar voli di Korea Selatan. Mereka mendesak transparansi penuh dalam proses penyelidikan dan hukuman tegas bagi semua pihak yang terbukti terlibat . Proses investigasi masih berlangsung secara paralel oleh pihak kepolisian dan federasi olahraga, dan belum ada keputusan akhir mengenai keterlibatan Ko Hee-jin
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga BBM Pertamina hari ini 31 Agustus 2026 masih mengacu tarif Agustus. Simak daftar harga Pertamax, Pertalite, Dexlite hingga Pertamina Dex menjelang penyesu
Trans Jogja disiapkan terintegrasi dengan Grab untuk mengatasi akses halte dan memperkuat konektivitas first mile-last mile.
Korban bencana di Nepal utara mencapai 951 orang. Sekitar 590 warga negara asing dari 39 negara masih dinyatakan hilang.
Restitusi PPN yang belum cair dikhawatirkan mengganggu cash flow industri hingga memicu PHK dan pailit.
Wisata dan pembangunan di hulu Gajah Wong Sleman dinilai perlu memperhatikan daya dukung lingkungan untuk menjaga air dan ekosistem.
Guru PPPK mendapat kesempatan ikut seleksi CPNS 2027. Pemerintah menegaskan prosesnya melalui seleksi, bukan pengangkatan otomatis.