Sanksi FIFA Dicabut, Persib Kini Bebas Daftarkan Pemain Baru

Jumali
Jumali Kamis, 23 Juli 2026 15:07 WIB
Sanksi FIFA Dicabut, Persib Kini Bebas Daftarkan Pemain Baru

Marc Klok/Instagram:@Persib

Harianjogja.com, JOGJA—Persib Bandung akhirnya bisa bernapas lega setelah FIFA mencabut sanksi larangan registrasi pemain yang membayangi klub sejak akhir Mei 2026. Kepastian tersebut membuka jalan bagi Maung Bandung untuk merampungkan pendaftaran pemain baru menjelang bergulirnya musim 2026-2027.

Perubahan status itu terpantau pada Kamis (23/7/2026) ketika nama Persib tidak lagi tercantum dalam daftar klub yang dikenai registration ban di laman resmi FIFA. Bagi manajemen dan Bobotoh, perkembangan ini mengakhiri ketidakpastian yang sempat mengiringi persiapan tim menghadapi musim baru.

Sanksi yang sebelumnya berstatus until lifted bermula dari sengketa kompensasi pemutusan kontrak antara Persib dan mantan pemain asing asal Filipina, Daisuke Sato.

Persib menegaskan perkara tersebut tidak berkaitan dengan tunggakan gaji, melainkan menyangkut penyelesaian nilai kompensasi setelah kedua pihak berpisah pada paruh musim 2023-2024.

Proses sengketa kemudian berlanjut hingga Pengadilan Arbitrase Olahraga atau Court of Arbitration for Sport (CAS).

Persidangan tersebut dilakukan untuk memverifikasi sejumlah komponen penghasilan yang diterima Daisuke Sato di klub berikutnya.

Hasil proses hukum itu memberikan pengurangan nilai kewajiban pembayaran yang harus ditanggung Persib.

Nilai kompensasi yang sebelumnya mencapai sekitar Rp3,03 miliar berkurang menjadi sekitar Rp2,7 miliar.

Meski demikian, penyelesaian perkara tersebut tetap memerlukan waktu dan menjadi salah satu perhatian manajemen dalam beberapa bulan terakhir.

Dengan berakhirnya sanksi FIFA, Persib kini dapat kembali melakukan registrasi pemain untuk kompetisi secara normal.

Kondisi tersebut menjadi kabar penting mengingat klub sudah lebih dulu bergerak aktif di bursa transfer untuk mempersiapkan skuad musim 2026-2027.

Sejumlah pemain baru yang telah direkrut kini dapat didaftarkan tanpa hambatan administratif.

Salah satu nama yang sebelumnya menunggu kepastian proses registrasi adalah Mariano Peralta.

Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, sebelumnya menjelaskan bahwa larangan yang dijatuhkan FIFA hanya membatasi proses registrasi pemain dalam kompetisi.

Sanksi tersebut tidak melarang Persib melakukan negosiasi maupun perekrutan pemain baru.

Karena itu, aktivitas klub di bursa transfer tetap berjalan selama proses penyelesaian sengketa berlangsung.

Pencabutan sanksi ini menjadi perkembangan penting bagi Persib yang berstatus juara bertahan Super League 2025-2026.

Klub kini dapat lebih fokus menyelesaikan proses administrasi seluruh anggota skuad sebelum kompetisi dimulai.

Selain menghadapi persaingan domestik, Persib juga dijadwalkan tampil dalam kompetisi antarklub Asia dan turnamen regional.

Padatnya agenda pertandingan membuat kebutuhan terhadap kedalaman skuad menjadi semakin penting.

Kondisi tersebut turut berkaitan dengan persiapan pelatih kepala Igor Tolic dalam menyusun komposisi pemain sepanjang musim.

Dengan seluruh pemain yang dapat didaftarkan secara resmi, opsi rotasi dan pengaturan strategi menjadi lebih terbuka.

Persib diperkirakan akan menjalani musim yang lebih padat dibandingkan musim sebelumnya karena harus membagi fokus antara kompetisi nasional dan internasional.

Pencabutan registration ban juga membuat ruang gerak klub kembali terbuka apabila diperlukan penyesuaian komposisi pemain pada periode transfer berikutnya.

Di tengah persiapan menghadapi musim baru, kepastian bebas sanksi dari FIFA menjadi salah satu perkembangan penting yang memungkinkan seluruh elemen Persib mengalihkan perhatian pada agenda kompetisi yang sudah di depan mata.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online