Pieter Huistra Kecewa PSS Kalah dari Bali United, Soroti Penalti dan Kesalahan Sendiri

Catur Dwi Janati
Catur Dwi Janati Sabtu, 05 September 2026 16:57 WIB
Pieter Huistra Kecewa PSS Kalah dari Bali United, Soroti Penalti dan Kesalahan Sendiri

Pesepak bola Bali United Teppei Yachida (kiri) berebut bola dengan pesepak bola PSS Sleman Cloudio Faiera Mutzi (kanan) saat pertandingan Super League 2026/2027 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Jumat (4/9/2026). Bali United mengalahkan PSS Sleman dengan skor 2-1. Antara/Fikri Yusuf/nym.

Harianjogja.com, SLEMAN—PSS Sleman gagal membawa pulang poin dari lawatan ke markas Bali United pada laga perdana Super League 2026/2027. Super Elja harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 1-2 dalam pertandingan yang berlangsung di Gianyar, Jumat (4/9/2026) malam.

Dua gol kemenangan Bali United dicetak oleh Teppei Yachida dan Queven Da Silva. Sementara itu, PSS hanya mampu membalas melalui sundulan Melvyn Lorenzen pada masa injury time babak kedua.

Hasil tersebut membuat langkah PSS di musim baru tidak berjalan sesuai harapan. Pelatih Kepala PSS Sleman, Pieter Huistra, mengakui timnya mengincar hasil yang lebih baik pada laga pembuka, meski menyadari tantangan besar yang harus dihadapi saat bertandang ke markas Bali United.

"Pertandingan pertama di musim baru ini laga tandang melawan Bali. Anda tahu ini tidak mudah," kata Huistra dalam konferensi pers usai pertandingan.

Menurut pelatih asal Belanda itu, atmosfer pertandingan berlangsung meriah dengan dukungan suporter dari kedua kubu. Ia secara khusus mengapresiasi kehadiran pendukung PSS yang datang langsung memberikan dukungan di Bali.

"Banyak penonton dari kedua belah pihak. Senang rasanya melihat para pendukung Sleman datang bertandang," ujarnya.

Meski demikian, Huistra menilai kekalahan tersebut bukan hasil yang diharapkan timnya. Ia secara terbuka menyoroti keputusan penalti yang menghasilkan gol pertama Bali United.

Gol pembuka tuan rumah tercipta pada menit ke-40 setelah Teppei Yachida sukses mengeksekusi penalti. Tendangan pemain asal Jepang itu mengarah ke tengah gawang dan gagal diantisipasi Ega Rizky.

Bagi Huistra, keputusan penalti tersebut menjadi salah satu momen yang merugikan timnya.

"Kami berharap bisa mendapatkan hasil yang lebih baik. Saya pikir kami sedikit tidak beruntung dengan penalti itu, atau sangat tidak beruntung, karena itu sama sekali bukan penalti," tuturnya.

Setelah tertinggal satu gol hingga jeda pertandingan, PSS berupaya tampil lebih agresif pada babak kedua. Tekanan sempat diberikan kepada lini pertahanan Bali United, tetapi upaya tersebut belum mampu menghasilkan gol penyeimbang.

Alih-alih menyamakan kedudukan, PSS justru kembali kebobolan pada menit ke-66. Gol kedua Bali United berawal dari hilangnya penguasaan bola di area pertahanan Super Elja yang kemudian dimanfaatkan Queven Da Silva untuk menjebol gawang Ega Rizky.

Huistra mengakui gol kedua tersebut lahir dari kesalahan timnya sendiri.

"Gol kedua adalah kesalahan dari pemain kami sendiri," katanya.

Meski tertinggal dua gol, pelatih berusia 58 tahun itu memuji semangat juang para pemain yang tidak menyerah hingga peluit panjang dibunyikan. Menurutnya, para pemain terus berusaha membangun serangan dan mencari celah untuk memperkecil ketertinggalan.

Kerja keras tersebut akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-90+6. Saiful Djoge yang masuk sebagai pemain pengganti mengirimkan umpan silang akurat dari sisi kanan yang langsung disambut sundulan Melvyn Lorenzen.

Gol tersebut menjadi gol perdana Lorenzen bersama PSS sekaligus memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1. Namun waktu yang tersisa tidak cukup bagi Super Elja untuk mengejar hasil imbang.

"Hal baiknya adalah setelah tertinggal 2-0, kami tetap terus bermain, tetap terus mencoba, dan kami mencetak gol yang bagus di akhir laga, tetapi itu sudah terlambat," ujar Huistra.

Senada dengan sang pelatih, kiper PSS Ega Rizky juga menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pemain dan staf yang telah berjuang hingga akhir pertandingan. Ia turut meminta maaf kepada suporter karena tim belum mampu mempersembahkan kemenangan pada laga perdana musim ini.

"Pertama, saya apresiasi perjuangan rekan-rekan tim PSS, dari pemain, staf. Kita sudah berjuang sampai menit akhir," kata Ega.

"Yang kedua, mohon maaf untuk suporter, kita belum meraih tiga poin dan terima kasih, saya apresiasi sebesar-besarnya kepada suporter yang sudah datang," tandasnya.

Kekalahan ini menjadi pekerjaan rumah bagi PSS Sleman untuk segera berbenah sebelum menghadapi pertandingan berikutnya. Meski gagal meraih poin, gol yang tercipta pada penghujung laga menunjukkan Super Elja masih memiliki daya juang yang bisa menjadi modal penting dalam mengarungi ketatnya persaingan Super League musim 2026/2027.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online