Krisis Chip AI Tekan Industri HP, Xiaomi Andalkan Baterai Jumbo
Krisis memori akibat kebutuhan AI menekan industri smartphone. Xiaomi merespons lewat Redmi Note 17 dengan baterai 10.000 mAh dan fokus durabilitas.
Latihan Timnas Indonesia jelang melawan Vietnam. Sejumlah pesepak bola Timnas Indonesia mengikuti sesi latihan di Stadion GBK, Jakarta, Minggu (2/8/2026). Latihan Timnas Indonesia untuk persiapan laga ketiga Grup A Piala AFF 2026 melawan Vietnam di Stadion Pakansari pada Senin (3/8/2026). ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/sgd\r\n
Harianjogja.com, JOGJA— Timnas Indonesia diprediksi tampil dengan kekuatan berbeda pada FIFA ASEAN Cup 2026. Kehadiran kembali sejumlah pemain diaspora yang berkarier di luar negeri membuat skuad Garuda mendapat perhatian dari media Vietnam.
FIFA ASEAN Cup 2026 dijadwalkan berlangsung pada 24 September hingga 5 Oktober 2026. Indonesia menjadi tuan rumah untuk kategori Premier Division yang diikuti delapan negara.
Timnas Indonesia tergabung di Grup A bersama Malaysia, Singapura, dan Bangladesh yang menggantikan India. Sementara Grup B dihuni Thailand, Vietnam, Filipina, dan Pakistan.
Meski berada di grup berbeda, Vietnam tetap memantau perkembangan skuad Indonesia. Media Vietnam, Soha, menilai kekuatan Garuda pada turnamen kali ini berpotensi lebih besar dibandingkan ketika tampil di Piala AFF 2026.
Soha menyoroti kemungkinan kembalinya pemain-pemain kunci yang berkarier di Eropa.
"Indonesia akan diperkuat semua pemain kunci yang bermain di luar negeri. Situasi ini akan menjadikan tim lebih kuat dari sebelumnya di Piala AFF 2026," tulis Soha.
Pemain Eropa Jadi Perhatian
Salah satu sektor yang mendapat sorotan adalah lini belakang Indonesia.
Soha menilai kehadiran Jay Idzes dapat memberikan kepemimpinan tambahan bagi pertahanan skuad asuhan John Herdman. Bek tersebut disebut tengah memperkuat Sassuolo di Serie A Italia dan memiliki peran penting dalam sistem permainan Herdman.
"Di lini belakang, Jay Idzes akan jadi pemimpin Timnas Indonesia. Bek Serie A itu tengah memperkuat Sassuolo di Serie A dan memegang peran krusial di sistem John Herdman."
Selain Idzes, Indonesia juga memiliki sejumlah pemain yang berkarier di luar negeri.
"Di samping Idzes, Indonesia juga punya banyak pemain kunci seperti Kevin Diks, Calvin Verdonk, dan Elkan Baggott. Emil Audero di kiper dan Ole Romeny di lini depan juga nama-nama yang sedang bermain di Eropa," tulis Soha.
Deretan pemain tersebut dinilai dapat memberikan kedalaman skuad yang tidak dimiliki Indonesia ketika tampil pada turnamen sebelumnya.
Khusus di lini depan, keberadaan Ole Romeny menjadi salah satu faktor yang disebut dapat meningkatkan daya gedor Indonesia.
Sementara itu, Emil Audero memberikan opsi di bawah mistar. Di sektor pertahanan, pengalaman Idzes, Diks, Verdonk, dan Baggott menjadi modal yang diperhitungkan.
Berbeda dari Piala AFF 2026
Perbedaan komposisi pemain menjadi alasan utama media Vietnam menilai Indonesia akan memiliki wajah berbeda di FIFA ASEAN Cup 2026.
Pada Piala AFF 2026, Indonesia tidak dapat memanggil sejumlah pemain diaspora karena turnamen tersebut tidak masuk kalender FIFA.
Situasi itu turut memengaruhi kekuatan skuad Garuda. Indonesia akhirnya gagal melaju ke fase knockout dalam turnamen tersebut.
"Kembalinya pemain [diaspora] ini memberikan kekuatan berbeda di Timnas Indonesia dibandingkan di Piala AFF 2026. Sebelumnya, tim Garuda tak bisa memanggil 14 pemain diaspora karena turnamen itu tidak masuk ke dalam kalender FIFA dan mereka tereliminasi lebih awal," sebut Soha.
Kini, situasinya berbeda menjelang FIFA ASEAN Cup 2026.
Dengan adanya kesempatan memanggil pemain-pemain yang berkarier di luar negeri, Herdman memiliki lebih banyak pilihan untuk menyusun skuad terbaik.
Kondisi tersebut tentu menjadi keuntungan bagi Indonesia. Selain meningkatkan kualitas individu, kehadiran pemain dari kompetisi Eropa juga dapat menambah pengalaman dalam menghadapi pertandingan dengan intensitas tinggi.
Indonesia Berstatus Tuan Rumah
Indonesia juga memiliki keuntungan lain karena menjadi tuan rumah Premier Division.
Delapan negara peserta akan dibagi ke dalam dua grup. Indonesia berada di Grup A bersama Malaysia, Singapura, dan Bangladesh.
Grup B berisi Thailand, Vietnam, Filipina, dan Pakistan.
Persaingan diprediksi berlangsung ketat karena turnamen kali ini mempertemukan sejumlah tim ASEAN dengan kekuatan berbeda dari kompetisi sebelumnya.
Bagi Indonesia, kesempatan bermain di kandang sendiri sekaligus diperkuat pemain-pemain kunci dari luar negeri menjadi modal penting untuk memperbaiki hasil pada Piala AFF 2026.
Sorotan dari media Vietnam menunjukkan bahwa perubahan komposisi skuad Indonesia mulai diperhitungkan sejak sebelum turnamen berlangsung.
Garuda kini memiliki kesempatan membuktikan apakah kembalinya pemain diaspora benar-benar mampu mengangkat performa tim ketika FIFA ASEAN Cup 2026 dimulai pada akhir September.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Krisis memori akibat kebutuhan AI menekan industri smartphone. Xiaomi merespons lewat Redmi Note 17 dengan baterai 10.000 mAh dan fokus durabilitas.
DPRD Bantul mendorong pelajar bijak bermedia sosial sekaligus produktif di ruang digital. Program kecakapan digital menyasar hampir 20 sekolah.
Riset World Giving Report 2026 mengungkap Rumania menjadi salah satu negara paling dermawan di Uni Eropa. Simak temuan CAF soal donasi masyarakat Eropa.
Budaya lokal dinilai bisa menjadi pembeda kuat di tengah tren wisata dan pengalaman yang semakin seragam. Namun, agar mampu menarik perhatian generasi saat ini,
Fenomena lava fountain di Gunung Anak Krakatau muncul akibat tekanan gas tinggi dalam magma. Simak penjelasan ilmiah, proses terbentuk, dan dampaknya.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengerahkan tim Dokter Spesialis Keliling (Speling) ke Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta