Goa Selarong Bantul Akan Direvitalisasi, Butuh Rp425 Juta
Goa Selarong Bantul akan direvitalisasi dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp425 juta. Dinas Pariwisata mencari dukungan CSR untuk memperbaiki fasilitas.
Sukma Lintang Cahyani (kanan) bersama jajaran pelatih dan KONI DIY saat menghadiri pelepasan menuju Asian Games 2026 di kantor KONI DIY, Jumat (24/7/2026). Dokumentasi Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Panjat tebing DIY kembali menorehkan pencapaian membanggakan di level internasional. Atlet andalan daerah, Sukma Lintang Cahyani, dipastikan menjadi bagian dari kontingen Indonesia yang akan tampil pada Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang.
Keikutsertaan Sukma menjadi bukti bahwa pembinaan atlet panjat tebing di DIY terus menunjukkan hasil positif. Di ajang olahraga multievent terbesar di Asia tersebut, Sukma akan turun pada nomor lead, salah satu nomor yang dikenal memiliki tingkat persaingan sangat tinggi.
Sebelum mengikuti pemusatan latihan nasional (Pelatnas), Sukma bersama pelatih panjat tebing DIY terlebih dahulu berpamitan dan dilepas secara resmi di Kantor KONI DIY, Jumat (24/7/2026). Setelah itu, ia dijadwalkan menjalani training camp di Jakarta selama kurang lebih dua bulan sebagai bagian dari persiapan menuju Asian Games.
Bagi Sukma, Asian Games 2026 bukan pengalaman pertama. Atlet kelahiran DIY tersebut sebelumnya juga pernah tampil pada Asian Games Hangzhou, China, yang digelar pada 2023.
Pengalaman itu menjadi modal penting untuk menghadapi kompetisi yang diprediksi jauh lebih berat. Pasalnya, nomor lead akan diikuti para pemanjat elite Asia yang selama ini mendominasi berbagai kejuaraan dunia.
“Berlatih lebih sering, konsisten dan disiplin,” kata Sukma.
Menurut dia, peningkatan intensitas latihan menjadi fokus utama dalam beberapa bulan ke depan. Selain aspek teknis, konsistensi dan kedisiplinan juga menjadi kunci agar mampu bersaing dengan atlet-atlet terbaik dari negara lain.
Sukma menyadari tantangan yang menanti di Jepang tidak akan mudah. Negara-negara seperti China, Jepang, dan Korea Selatan memiliki tradisi kuat dalam olahraga panjat tebing serta rutin melahirkan atlet kelas dunia.
“Dari segi pesaing, bisa dibilang Asian Games ini Mini World Cup. Pesaing dari China, Korea, Jepang, semuanya hampir pemanjat kuatnya ada di situ,” ujarnya.
Meski akan menghadapi lawan-lawan tangguh, Sukma memilih tidak membebani diri dengan target yang terlalu tinggi. Ia ingin fokus menampilkan kemampuan terbaik yang dimiliki dan berusaha meraih hasil maksimal saat pertandingan berlangsung.
“Target pribadi agar dapat menampilkan yang terbaik di lomba nanti, di Asian Games nanti, dan mendapatkan hasil yang maksimal,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum II KONI DIY, Nolik Maryono, memberikan apresiasi atas keberhasilan Sukma menembus tim nasional Indonesia. Menurutnya, pencapaian tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi atlet yang bersangkutan, tetapi juga hasil dari proses pembinaan yang dilakukan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) DIY selama ini.
“Kami memberikan support dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Sukma Lintang Cahyani. Tapi ini juga tidak lepas dari pembinaan Pengda FPTI DIY,” ujar Nolik.
Ia berharap kesempatan tampil di Asian Games dapat menjadi momentum penting bagi perkembangan olahraga panjat tebing di DIY. Selain membawa nama Indonesia, Sukma juga diharapkan mampu menginspirasi generasi muda yang menekuni cabang olahraga tersebut.
Dalam kesempatan itu, Nolik berpesan agar Sukma tetap menjaga komunikasi dengan para senior dan tidak melupakan dukungan keluarga yang selama ini menjadi sumber semangat dalam berprestasi.
“Jangan lupa restu orang tua. Kedua, selalu bersinergi dan meminta arahan kepada para senior di FPTI DIY sehingga bisa sukses ke depan,” katanya.
Lebih jauh, KONI DIY berharap prestasi Sukma dapat menjadi pemicu lahirnya atlet-atlet panjat tebing baru yang mampu bersaing di level nasional maupun internasional. Target jangka panjang yang dicanangkan adalah meningkatkan kontribusi FPTI DIY pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
“Saya berharap ini mungkin sudah saatnya tahun 2028 nanti Pengda FPTI bisa menghasilkan medali untuk PON mendatang,” pungkas Nolik.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan melalui Pelatnas dan training camp, Sukma Lintang Cahyani kini membawa harapan besar masyarakat DIY untuk tampil kompetitif di Asian Games 2026. Tantangan memang tidak ringan, namun pengalaman, disiplin latihan, dan dukungan berbagai pihak menjadi modal penting untuk menghadapi para pemanjat terbaik Asia di Jepang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Goa Selarong Bantul akan direvitalisasi dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp425 juta. Dinas Pariwisata mencari dukungan CSR untuk memperbaiki fasilitas.
PSIM kalah 0-1 dari Persebaya. Van Gastel menjelaskan alasan baru melakukan empat pergantian pemain pada menit ke-85.
Prabowo menegaskan Indonesia kini menjadi eksportir pangan dan menawarkan industrialisasi bersama untuk memperkuat BRICS.
Warga Ngringo, Jaten, Karanganyar, Jevon Joechelin Jotham, tercatat dalam manifes Virgo Transport 8 yang masih dalam pencarian.
Desa Wisata Wukirsari, Kapanewon Imogiri, Bantul, menjadi lokasi workshop literasi keuangan yang mempertemukan anak-anak muda dengan pengelola desa wisata
Video CCTV kecelakaan maut Bekonang Sukoharjo memperlihatkan bus menabrak dua motor hingga dua korban satu keluarga meninggal dunia.