Strategi Jitu Antar Antonelli Perlebar Jarak di Klasemen F1

Jumali
Jumali Senin, 27 Juli 2026 09:47 WIB
Strategi Jitu Antar Antonelli Perlebar Jarak di Klasemen F1

Ilustrasi balapan Formula 1 - Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Kimi Antonelli kembali menunjukkan kematangannya dalam perburuan gelar Formula 1 musim 2026. Pebalap muda Mercedes itu sukses mengubah akhir pekan yang penuh tantangan di GP Hungaria menjadi hasil positif setelah finis di posisi ketiga dan membawa pulang poin penting bagi timnya.

Hasil tersebut terasa spesial karena Antonelli tidak memulai balapan dari posisi ideal. Setelah semula mencatatkan waktu kualifikasi yang menempatkannya di posisi keempat, ia harus menerima penalti grid akibat pelanggaran bendera kuning sehingga turun ke urutan ketujuh saat start.

Kondisi itu membuat Mercedes harus menyusun strategi berbeda untuk menjaga peluang bersaing di barisan depan. Di lintasan Hungaroring yang terkenal sulit untuk menyalip, keputusan strategi menjadi faktor yang sangat menentukan.

Sejak awal balapan, Antonelli menjalankan pendekatan berbeda dibanding sejumlah rivalnya. Meski tidak memiliki kecepatan yang cukup untuk menandingi dominasi McLaren, Mercedes mampu memanfaatkan momentum balapan dengan baik melalui strategi pit stop yang fleksibel.

Peluang besar datang ketika periode Virtual Safety Car (VSC) muncul. Saat sejumlah pesaing memilih masuk pit, Antonelli tetap berada di lintasan dan berhasil mengambil keuntungan posisi. Keputusan tersebut menjadi titik balik yang membawanya naik ke zona podium.

“Ini balapan yang tangguh,” ujar Antonelli seperti dikutip dari Formula1.

“Sangat sulit untuk menyalip, jadi kami harus melakukan sesuatu dengan strategi. Awalnya kami mencoba untuk satu kali pit stop, tetapi kemudian tim memberi tahu saya bahwa kondisi ban sudah terlalu di batas, jadi kami memilih pit stop.”

Pembalap asal Italia itu mengakui kemunculan Virtual Safety Car menjadi salah satu momen terpenting dalam balapan.

“Lalu ada Virtual Safety Car dan dua Ferrari masuk ke pit. Saya tahu itu akan sangat sulit karena saya menggunakan ban hard, sementara mereka menggunakan ban soft. Beruntung kami berhasil menahan mereka di belakang,” katanya.

Tantangan terbesar justru datang pada fase akhir balapan. Dengan kondisi ban hard yang semakin menurun performanya, Antonelli harus menghadapi tekanan dari para pebalap Ferrari yang menggunakan ban soft yang lebih segar.

Namun, ketenangan dan konsistensinya berhasil menjaga posisi ketiga hingga bendera finis dikibarkan. Tekanan Ferrari juga sedikit berkurang setelah Lewis Hamilton menerima penalti waktu akibat melanggar batas kecepatan saat berada di jalur pit.

Podium di Hungaria menjadi hasil yang sangat penting bagi Mercedes yang sepanjang akhir pekan menghadapi berbagai kendala performa. Tim asal Brackley tersebut bahkan sempat khawatir tidak mampu bersaing di papan atas.

Situasi berbeda dialami rekan setim Antonelli, George Russell. Pebalap Inggris itu hanya mampu menyelesaikan balapan di posisi ketujuh setelah kehilangan banyak posisi pada lap pembuka akibat aktifnya sistem anti-stall.

Dengan hasil tersebut, Antonelli berhasil mengumpulkan poin lebih banyak dibanding Russell maupun para rival utamanya dalam perebutan gelar juara dunia. Tambahan poin itu membuat keunggulannya di puncak klasemen sementara pembalap semakin melebar menjadi 50 poin atas pesaing terdekatnya dari Ferrari.

Russell juga semakin tertinggal dalam perburuan gelar setelah selisih poin keduanya bertambah sembilan angka.

Menjelang jeda musim panas Formula 1, Antonelli mengaku tidak pernah membayangkan dirinya berada dalam posisi sekuat ini di klasemen.

“Tidak, tidak sama sekali,” ujar Antonelli sambil tersenyum.

“Tentu saja saya sangat senang. Ini cara terbaik untuk memasuki jeda musim panas. Saya pikir hari ini adalah upaya meminimalisir kerugian yang besar dan kami harus terus menekan karena paruh kedua akan menjadi sangat berat. Kami akan mencoba yang terbaik,” lanjutnya.

Hasil di Hungaroring menjadi penutup sempurna bagi Antonelli sebelum Formula 1 memasuki jeda musim panas. Meski Mercedes belum sepenuhnya mampu menandingi kecepatan McLaren maupun Ferrari, kemampuan memaksimalkan strategi dan menjaga konsistensi membuat Antonelli tetap berada di jalur yang tepat menuju perebutan gelar dunia musim 2026.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online