Alex Rins Tolak WSBK, Pilih Balap Mobil Mulai 2027

Jumali
Jumali Kamis, 10 September 2026 22:17 WIB
Alex Rins Tolak WSBK, Pilih Balap Mobil Mulai 2027

Alex Rins/Instagram

Harianjogja.com, JOGJA— Alex Rins memastikan akan mengakhiri kariernya di balap motor dan beralih ke kompetisi roda empat mulai 2027. Keputusan itu diambil setelah pebalap Spanyol tersebut kehilangan tempat di program MotoGP Yamaha untuk musim depan.

Rins mengumumkan keputusan tersebut menjelang Grand Prix San Marino. Pebalap berusia 30 tahun itu tidak akan melanjutkan kariernya di World Superbike (WSBK), meski sempat mendapatkan dua opsi untuk berkompetisi di kejuaraan tersebut.

Yamaha sebelumnya memastikan Fabio Quartararo dan Alex Rins akan mengakhiri kerja sama dengan Monster Energy Yamaha MotoGP pada penghujung musim 2026. Rins pun kini memilih jalur baru yang sama sekali berbeda dari balap motor.

Alex Rins Siapkan Proyek Balap Mobil

Rins belum mengungkap kejuaraan atau tim yang akan menjadi pelabuhan barunya pada 2027. Namun, ia memastikan proyek tersebut sudah membuatnya antusias meski prosesnya belum sepenuhnya rampung.

“Saya tidak akan ikut superbike tahun depan. Seperti yang saya katakan beberapa balapan lalu, saya punya proyek yang sangat bagus dan menarik yang belum bisa saya ungkapkan karena belum 100% selesai,” jelas Rins, dilansir Motorsport, Kamis (10/9/2026).

Keputusan tersebut tidak mudah bagi Rins. Sebagian besar perjalanan hidupnya memang dihabiskan dalam kompetisi roda dua hingga level tertinggi.

“Sulit untuk memilih karena saya menghabiskan seluruh hidup saya di MotoGP, di kejuaraan ini, dengan banyak pertarungan, banyak balapan, dan banyak kemenangan. Kurang lebih 14 tahun di semua kelas. Jadi, saya akan berhenti dengan balap roda dua,” ujarnya.

Rins Menolak Dua Opsi WSBK

Sebelum memastikan pindah ke balap mobil, Rins ternyata masih memiliki peluang melanjutkan karier di WSBK. Namun, tawaran tersebut akhirnya tidak cukup kuat untuk membuatnya mengurungkan niat meninggalkan balap motor.

“Saya punya dua pilihan di sana (di WSBK). Saya benar-benar ingin berterima kasih kepada mereka karena mereka cukup tertarik pada saya. Namun, saya menemukan hal lain yang benar-benar lebih memotivasi saya,” lanjut Rins.

Negosiasi dengan tim Go Eleven untuk membalap Ducati di WSBK sebelumnya dikabarkan sempat berlangsung. Namun, kesepakatan tersebut tidak terwujud dan Rins akhirnya memilih proyek roda empat.

Enam Kemenangan di Kelas Utama

Rins mengakhiri perjalanan panjangnya di MotoGP setelah menjalani karier kelas premier sejak 2017 bersama Suzuki. Sebelum itu, ia telah menunjukkan prestasi kuat di kelas junior dan pernah menjadi runner-up Moto3 serta Moto2.

Selama kariernya di kelas utama, Rins mengoleksi enam kemenangan dan 18 podium. Sebagian besar pencapaian tersebut diraih ketika ia membela Suzuki.

Setelah pindah ke LCR Honda pada 2023, Rins langsung mencatat kemenangan bersama tim tersebut di Grand Prix Amerika di Circuit of The Americas. Hasil itu menjadi kemenangan pertama Honda pada musim tersebut sekaligus kemenangan LCR Honda sejak 2018.

Namun, perjalanan Rins bersama Honda kemudian terganggu kecelakaan di Mugello pada Juni 2023. Ia mengalami patah tulang tibia dan fibula kaki kanan sehingga harus absen dalam sebagian besar sisa musim.

Rins kemudian bergabung dengan Yamaha mulai 2024. Tiga musim bersama pabrikan asal Jepang itu menjadi bagian terakhir kariernya di MotoGP sebelum akhirnya dipastikan tidak masuk program Yamaha untuk 2027.

Sempat Mempertanyakan Masa Depan

Rins mengakui keputusan meninggalkan balap motor sempat membuatnya bimbang. Ia beberapa kali mempertanyakan apakah harus tetap bertahan di dunia yang telah menjadi bagian terbesar hidupnya atau mencoba tantangan baru.

“Saya sering bertanya pada diri sendiri apakah saya sedih harus berhenti, apakah harus melanjutkan atau tidak, apakah harus berganti kejuaraan,” akuinya.

“Ini adalah sesuatu yang telah saya lakukan sepanjang hidup saya, dan pada akhirnya itu hanyalah rutinitas yang harus dijalani. Sepanjang hidup saya, saya telah mempersiapkan diri untuk balap motor. Apa yang terjadi sekarang rumit, dan tentu saja telah mengurangi keinginan saya untuk terus berkecimpung di dunia sepeda motor,” tegasnya.

Meski demikian, Rins menilai perjalanan 14 tahunnya di Kejuaraan Dunia merupakan sesuatu yang patut dibanggakan. Ia pernah bersaing memperebutkan gelar di Moto3, Moto2, hingga MotoGP.

“Saya harus puas dengan apa yang telah saya raih. Sudah 14 tahun saya berada di Kejuaraan Dunia MotoGP. Ada banyak kemenangan, pertarungan dalam arti kata yang terbaik. Saya telah berjuang untuk kejuaraan di Moto3, Moto2, dan MotoGP. Saya belum memenangkan semuanya, tetapi saya memiliki kesempatan untuk memperebutkan gelar di ketiga kategori tersebut,” ungkapnya.

Proyek baru di roda empat menjadi faktor penting yang membuat Rins semakin mantap. Ia menilai pilihan tersebut menawarkan motivasi baru dan prospek jangka panjang.

“Saya berkali-kali bertanya pada diri sendiri apakah akan melanjutkan atau tidak. Tetapi pilihan lain adalah sesuatu yang sangat memotivasi saya, ini jangka panjang, dan saya bahagia,” ucapnya.

Tak Menutup Kemungkinan Kembali

Keputusan meninggalkan balap motor bukan berarti Rins ingin memutus seluruh hubungannya dengan roda dua. Ia masih membuka kemungkinan kembali pada masa mendatang, meski bukan sebagai pebalap penuh waktu.

Rins bahkan menyinggung kemungkinan mengikuti kompetisi secara terbatas seperti yang pernah dilakukan Cal Crutchlow.

“Yang tidak bisa saya lakukan adalah, setelah bertahun-tahun, menutup semuanya sepenuhnya,” katanya. “Ada pembalap yang telah melakukan itu, tetapi dunia olahraga motor adalah hidup saya,” tambahnya.

Ketertarikan Rins terhadap kendaraan roda empat juga bukan hal baru. Selama menjadi pebalap profesional, ia mengaku sudah menjalani berbagai aktivitas dengan mobil, mulai dari memodifikasi Jeep, berkendara di gurun, hingga mengikuti balapan di atas es.

“Selama bertahun-tahun sebagai pembalap motor profesional, saya juga melakukan berbagai hal dengan mobil. Saya memodifikasi Jeep saya dan pergi ke gurun bersama seorang teman. Saya pernah balapan di atas es. Itu sudah ada dalam darah kami. Saya akan terus berlatih dan mengasah kemampuan,” tutupnya.

Dengan keputusan tersebut, musim 2026 menjadi penghujung perjalanan Rins sebagai pebalap MotoGP sebelum ia memulai babak baru di kompetisi roda empat pada 2027.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online