Veda Ega Start ke-19 di Moto3 Austria, Brian Uriarte Rebut Pole Position
Veda Ega Pratama gagal lolos ke Q2 dan akan start dari posisi ke-19 Moto3 Austria 2026. Brian Uriarte merebut pole position dari David Almansa.
Justin Hubner usai mencetak gol ke gawang FC Metz di Stade du Schlossberg, di Forbach, Prancis, Sabtu (25/7/2026)/ Instagram: fortuna.sittard
Harianjogja.com, JOGJA—Masa depan Justin Hubner sempat dikaitkan dengan Persija Jakarta pada bursa transfer musim panas 2026. Namun, bek Timnas Indonesia itu dipastikan belum akan merumput di Indonesia setelah Fortuna Sittard dikabarkan menolak tawaran bernilai besar yang diajukan klub berjuluk Macan Kemayoran tersebut. Keputusan itu sekaligus mempertegas keinginan Hubner untuk melanjutkan kariernya di sepak bola Eropa.
Fortuna Sittard Tolak Tawaran Persija
Laporan yang dikutip dari Voetbalprimeur berdasarkan pemberitaan De Limburger menyebut Persija Jakarta telah mengajukan tawaran bernilai besar untuk mendapatkan jasa Justin Hubner.
Meski demikian, tawaran tersebut tidak cukup untuk meyakinkan Fortuna Sittard melepas pemain bertahannya.
"Salah satu klub terbesar di Indonesia telah mengajukan tawaran bernilai beberapa juta kepada Fortuna. Namun, Fortuna Sittard menolaknya," ujar Hubner di De Limburger.
Penolakan tersebut justru disambut positif oleh Hubner. Pemain berdarah Indonesia-Belanda itu mengaku masih ingin melanjutkan perjalanan kariernya di kompetisi Eropa.
Menurutnya, bertahan di Eropa merupakan langkah terbaik untuk pengembangan karier sekaligus menjaga kualitas permainannya di level tertinggi.
Ingin Terus Berkembang di Eropa
Meski mengakui bermain untuk klub besar Indonesia menawarkan keuntungan finansial yang menarik, Hubner belum melihat saat ini sebagai waktu yang tepat untuk kembali ke tanah air.
"Bermain untuk klub besar di Indonesia memang menguntungkan secara finansial. Namun, saya ingin tetap berkarier di Eropa," ujar Hubner.
Ia menilai kompetisi Eropa masih menjadi tempat terbaik untuk meningkatkan kemampuan sebagai pesepak bola profesional.
"Saya ingin bermain di level tertinggi dan terus berkembang di sini. Bagi karier maupun tim nasional, itu adalah pilihan terbaik."
Hubner juga menyadari bahwa kepindahan ke Indonesia pada usia yang masih relatif muda dapat memunculkan berbagai pertanyaan terkait ambisinya sebagai pemain.
"Jika saya pindah ke sana sekarang, orang-orang akan bertanya-tanya mengapa pemain dengan bakat seperti saya memilih liga tersebut. Saya pun bakal menerima banyak komentar negatif karenanya," imbuh Hubner.
Perjalanan Karier Justin Hubner
Sebelum memperkuat Fortuna Sittard, Hubner meniti karier di sejumlah akademi sepak bola Eropa.
Ia pernah menimba ilmu di akademi Den Bosch sebelum melanjutkan perkembangan kariernya bersama Wolverhampton Wanderers di Inggris.
Di klub berjuluk Wolves tersebut, Hubner sempat memperkuat tim U21 sebelum mendapatkan pengalaman bermain di Asia melalui masa peminjaman ke klub Jepang, Cerezo Osaka, yang berlaga di J League.
Kariernya kemudian memasuki babak baru saat Fortuna Sittard merekrutnya pada bursa transfer musim panas 2025.
Bersama klub Eredivisie itu, Hubner tampil cukup konsisten sepanjang musim 2025-2026.
Bek Timnas Indonesia tersebut mencatatkan 25 penampilan di Liga Belanda dan menyumbangkan dua gol untuk Fortuna Sittard.
Penampilan tersebut turut memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain Indonesia yang berkiprah di kompetisi Eropa.
Soroti Tekanan dan Kritik di Timnas Indonesia
Dalam kesempatan yang sama, suami Jennifer Coppen itu juga berbicara mengenai tekanan besar yang kerap diterima pemain sepak bola, terutama saat membela Timnas Indonesia.
Menurut Hubner, kritik yang datang dari publik sering kali tidak hanya berupa komentar biasa, melainkan dapat mencapai ribuan pesan bernada negatif.
"Sebagai pemain, Anda menerima begitu banyak pesan kebencian. Bukan puluhan, melainkan ribuan," ungkapnya.
"Anda tak bisa membayangkan seberapa banyak jumlahnya. Orang-orang menyebut Anda sebagai aib bagi negara. Hal-hal semacam itulah. Rasanya sungguh luar biasa berat untuk ditanggung," tambah Hubner.
Pernyataan tersebut menggambarkan besarnya ekspektasi yang dihadapi pemain Timnas Indonesia ketika tampil di lapangan, terutama saat hasil pertandingan tidak sesuai harapan publik.
Masih Terikat Kontrak Hingga 2028
Untuk saat ini, peluang Justin Hubner meninggalkan Fortuna Sittard memang masih relatif kecil. Bek kelahiran 14 September 2003 itu masih memiliki kontrak hingga 2028 bersama klub Eredivisie tersebut.
Selain itu, kontraknya juga dilengkapi opsi perpanjangan selama satu tahun tambahan.
Dengan situasi tersebut, Hubner memilih fokus melanjutkan karier di Belanda dan memaksimalkan kesempatan berkembang di sepak bola Eropa. Keputusan itu sekaligus menunjukkan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas permainan sebelum mempertimbangkan langkah berikutnya dalam perjalanan karier profesionalnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Veda Ega Pratama gagal lolos ke Q2 dan akan start dari posisi ke-19 Moto3 Austria 2026. Brian Uriarte merebut pole position dari David Almansa.
Batu sengaja diletakkan di rel Tulungagung hingga mengganggu dua perjalanan kereta. KAI mengingatkan ancaman pidana maksimal 15 tahun.
Parkir wisata Jogja diusulkan terpusat lewat QRIS untuk mencegah pungli sekaligus memberi kepastian tarif bagi wisatawan.
Nusa Penida menerapkan Smart Microgrid yang mengintegrasikan PLTS, BESS, dan PLTD untuk mengoptimalkan energi terbarukan.
Kredit perbankan tumbuh 13,58% pada Juli 2026, lebih cepat dari DPK 11,21% dan berpotensi menekan biaya dana serta NIM.
BPOM memanfaatkan AI untuk mempercepat penemuan obat, proses registrasi, sertifikasi, uji klinis, hingga melacak peredaran obat.