Kebakaran Gunung Bromo Meluas, Api Merambat ke Arah Bukit B29
Kebakaran di kawasan Gunung Bromo meluas ke arah Bukit B29. Petugas mengerahkan dua helikopter water bombing untuk memadamkan api.
Catur - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Todotua Pasaribu, terus memastikan kesiapan kontingen Indonesia menjelang pesta olahraga Asia yang akan berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober 2026.
Hingga saat ini, Todotua telah melakukan visitasi ke 18 dari total 35 cabang olahraga yang diproyeksikan memperkuat kontingen Indonesia pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Visitasi tersebut dilakukan untuk memetakan kebutuhan setiap cabang olahraga, terutama berkaitan dengan aspek nonteknis yang dapat memengaruhi kenyamanan dan konsentrasi atlet selama mengikuti pertandingan di Jepang.
"Prinsipnya sama seperti cabang olahraga lainnya. Kami bertemu dengan atlet dan ofisial, kemudian berkomunikasi mengenai hal-hal nonteknis apa yang bisa kami koordinasikan dan support,” kata Todotua dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (8/8/2026).
Menurut Todotua, komunikasi secara langsung dengan atlet, pelatih, ofisial, dan pengurus cabang olahraga menjadi bagian penting dalam persiapan kontingen.
Melalui kunjungan tersebut, pihaknya ingin memastikan kebutuhan atlet dapat dipenuhi sejak keberangkatan dari Indonesia, selama menjalani kompetisi di Jepang, hingga kembali ke Tanah Air.
“Kami ingin memastikan keberadaan atlet dan ofisial, mulai dari keberangkatan, selama berada di sana sampai pulang, berada dalam kondisi terbaik," ujarnya.
Cek Kebutuhan Atlet Sebelum Berangkat ke Jepang
Sejumlah cabang olahraga yang telah dikunjungi Todotua antara lain selancar, dayung, atletik, karate, skateboard, panahan, wushu, bola basket, hoki, panjat tebing, sepak takraw, BMX, hingga angkat besi.
Dalam setiap visitasi, Todotua berdialog langsung dengan pengurus cabang olahraga, pelatih, atlet, dan ofisial. Pembahasan mencakup berbagai kebutuhan yang harus dipersiapkan sebelum kontingen berangkat ke Jepang.
Kebutuhan tersebut meliputi pengaturan keberangkatan, akomodasi, transportasi, hingga kebutuhan khusus yang mungkin diperlukan masing-masing tim selama berada di lokasi pertandingan.
Todotua mengatakan kunjungan lapangan juga memberikan gambaran yang lebih nyata mengenai kesiapan setiap cabang olahraga. Dengan begitu, berbagai potensi kendala dapat diidentifikasi dan dicarikan solusi sebelum kontingen Indonesia bertolak ke Jepang.
"Kami ingin memastikan atlet tidak memiliki beban lain dan bisa fokus bertanding serta memberikan yang terbaik untuk Merah Putih. Hal-hal nonteknis terkadang bisa menjadi faktor penentu pada hari pertandingan, sehingga itu yang ingin kami minimalkan," katanya.
Menurut dia, persiapan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis atlet. Dukungan terhadap kebutuhan di luar arena pertandingan juga harus diperhatikan agar atlet dapat berkonsentrasi penuh saat bertanding.
Persiapan Angkat Besi Dinilai Beri Optimisme
Salah satu cabang olahraga yang baru saja dikunjungi Todotua adalah angkat besi. Dalam kesempatan tersebut, CdM melihat secara langsung aktivitas pemusatan latihan nasional (pelatnas) sekaligus berdiskusi dengan pengurus dan atlet yang dipersiapkan menuju Asian Games 2026.
Dari hasil kunjungan tersebut, Todotua menilai persiapan tim angkat besi berjalan dengan baik. Kondisi tersebut dinilai memberikan optimisme terhadap peluang Indonesia untuk memperoleh medali di Aichi-Nagoya.
"Kami melihat persiapan pelatnas sudah sangat baik. Kami juga berdiskusi dengan Sekjen dan melihat langsung atlet yang akan berangkat serta proses latihan mereka. Ini memberikan level of confidence yang besar bahwa angkat besi memiliki peluang untuk meraih medali di Asian Games," ujar Todotua.
Visitasi ke berbagai cabang olahraga tersebut masih menjadi bagian dari rangkaian persiapan kontingen Indonesia. Todotua memastikan koordinasi akan terus dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan atlet dan ofisial sebelum keberangkatan ke Jepang.
Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dijadwalkan berlangsung selama 16 hari. Kontingen Indonesia diproyeksikan diperkuat atlet dari 35 cabang olahraga yang akan berjuang membawa nama Merah Putih dalam ajang olahraga terbesar di kawasan Asia tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kebakaran di kawasan Gunung Bromo meluas ke arah Bukit B29. Petugas mengerahkan dua helikopter water bombing untuk memadamkan api.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 9 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dengan tarif Rp8.000. Cek jadwal tiap stasiun di sini.
Thailand juara Grup B Piala AFF 2026 dan Malaysia lolos semifinal. Hasil ini memastikan Timnas Indonesia gagal melaju ke empat besar.
Akses wisata Gunung Bromo ditutup total mulai 8 Agustus 2026 akibat kebakaran. Luas area terbakar mencapai 176 hektare dan api menuju B29.
Seskab Teddy Indra Wijaya menegaskan Sekolah Rakyat memberi akses pendidikan layak bagi lebih dari 43 ribu anak hingga Agustus 2026.
Profil Jorge Messi, ayah sekaligus manajer Lionel Messi yang berperan dalam karier, kontrak, bisnis, hingga perjalanan Messi ke Barcelona.