Jadwal Bus DAMRI Jogja-YIA, Cukup Rp80.000 dan Bisa Bayar Lewat QRIS
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Uji coba PSIM Jogja vs Garudayaksa FC di Lapangan Yogyakarta Independent School (YIS), Selasa (25/8/2026)/ PSIM Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—PSIM Jogja masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah sebelum kompetisi resmi bergulir. Pelatih kepala Jean-Paul van Gastel menilai persaingan antarpemain untuk memperebutkan tempat di tim utama justru mulai menurun setelah laga uji coba melawan Garudayaksa FC.
PSIM Jogja menjalani sesi latihan bersama Garudayaksa FC di Lapangan Yogyakarta Independent School (YIS), Selasa (25/8/2026) mulai pukul 15.30 WIB.
Laga tersebut dimainkan dalam format dua babak dengan durasi masing-masing 45 menit. Format itu dibuat menyerupai pertandingan resmi agar para pemain mendapatkan pengalaman bermain selama 90 menit.
Bagi Van Gastel, pertandingan pramusim bukan semata-mata untuk mengejar hasil akhir. Laga seperti ini menjadi kesempatan bagi pemain untuk meningkatkan kondisi fisik sekaligus menjalankan skema permainan yang telah disiapkan.
“Pada dasarnya, setiap laga persahabatan bertujuan agar para pemain dapat tampil selama 90 menit, mengasah stamina fisik, dan mencoba menerapkan skema permainan yang kami inginkan,” ujar Van Gastel.
Strategi PSIM Jogja Masih Sama
Pelatih asal Belanda tersebut mengatakan tidak ada perubahan besar dalam strategi yang digunakan PSIM Jogja saat menghadapi Garudayaksa FC.
Menurut Van Gastel, pola permainan tetap mengacu pada skema yang telah diterapkan dalam sejumlah pertandingan sebelumnya. Fokus utama tetap memberikan kesempatan kepada pemain untuk menjalankan instruksi sekaligus melihat kesiapan mereka menghadapi kompetisi.
“Tidak ada, strateginya tetap sama. Strateginya sama saja. Hanya saja, seperti yang sudah saya sampaikan, tujuan laga persahabatan selalu serupa,” ungkapnya.
Namun, di balik evaluasi teknis tersebut, Van Gastel justru memberikan perhatian khusus terhadap persaingan untuk mendapatkan posisi di skuad utama.
Van Gastel Soroti Daya Saing Pemain
Van Gastel mengingatkan bahwa salah satu tugas pentingnya menjelang kompetisi adalah menentukan komposisi pemain yang akan menjadi bagian dari tim utama.
Ia menilai sejumlah pemain justru mulai membuat proses pemilihan tersebut menjadi lebih mudah. Kondisi itu dianggap kurang ideal karena setiap pemain seharusnya menunjukkan kemampuan terbaik untuk mendapatkan tempat di skuad utama.
“Namun, hal yang paling penting bagi saya, dan menurut saya beberapa pemain mulai melupakannya, adalah saya harus memilih tim utama,” ujarnya.
Pelatih berlisensi UEFA Pro tersebut kemudian menyoroti menurunnya kompetisi sehat di internal tim. Menurut dia, persaingan antarpemain diperlukan untuk menjaga kualitas latihan dan mendorong setiap pemain terus meningkatkan kemampuan.
“Secara keseluruhan, saya merasa beberapa pemain justru memudahkan saya dalam menentukan pilihan tersebut, dan hal itulah yang sedikit mengkhawatirkan saya,” katanya.
Van Gastel menjelaskan dirinya memang harus menyusun skuad untuk menghadapi kompetisi. Namun, ia berharap proses tersebut tidak berlangsung terlalu mudah karena setiap pemain seharusnya memberikan tekanan positif kepada pemain lain dalam perebutan posisi.
“Namun, ada satu hal yang belum saya sebutkan dan tampaknya belum disadari oleh beberapa pemain, saya harus menyusun skuad. Akan tetapi, terkadang saya merasa mereka membuat keputusan saya menjadi sangat mudah. Jadi, ada kekurangan, yaitu kurangnya daya saing di antara sesama pemain,” ungkapnya.
PSIM Jogja Diminta Tingkatkan Mentalitas
Menjelang kompetisi resmi, Van Gastel berharap seluruh pemain dapat meningkatkan mentalitas dan kedisiplinan. Menurutnya, masih banyak aspek yang perlu diperbaiki sebelum PSIM Jogja benar-benar siap menghadapi persaingan kompetitif.
Laga uji coba menjadi salah satu sarana bagi tim untuk mengetahui kekurangan tersebut. Evaluasi dari pertandingan kemudian diharapkan dapat diterjemahkan pemain dalam sesi latihan berikutnya.
“Banyak sekali yang perlu diperbaiki,” pungkas Van Gastel.
Bagi PSIM Jogja, persoalan persaingan internal menjadi salah satu pekerjaan yang perlu segera dibenahi. Selain meningkatkan kondisi fisik dan pemahaman taktik, setiap pemain dituntut menunjukkan alasan kuat mengapa dirinya layak masuk dalam komposisi utama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Rekomendasi 4 sepatu running nyaman untuk jalan jauh, mulai HOKA Clifton 9, Nike Pegasus 41, adidas Ultraboost Light hingga ASICS GEL-NIMBUS 28.
WhatsApp tiba-tiba mengirim kode OTP? Ketahui penyebabnya dan cara mengamankan akun agar terhindar dari upaya pengambilalihan.
Jepang menghadapi panas ekstrem dengan kulkas manusia seharga Rp167 juta yang membantu pekerja mendinginkan tubuh dalam hitungan menit.
Threads menguji fitur transkripsi otomatis podcast yang memungkinkan pengguna membaca isi klip audio tanpa menyalakan suara.
DPRD Gunungkidul menuntaskan KUA-PPAS Perubahan 2026. Pendapatan daerah turun Rp50,65 miliar dan RAPBD harus segera dibahas.