Jersey Baru PSIM x Adidas Segera Dijual, Harganya Capai Rp800 Ribu

Ariq Fajar Hidayat
Ariq Fajar Hidayat Sabtu, 29 Agustus 2026 20:17 WIB
Jersey Baru PSIM x Adidas Segera Dijual, Harganya Capai Rp800 Ribu

Launching jersey PSIM Jogja di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, pada Sabtu (29/8/2026) malam. - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat

Harianjogja.com, JOGJA—Manajemen PSIM Jogja membocorkan kisaran harga jersey terbaru hasil kolaborasi dengan Adidas yang akan digunakan pada kompetisi Super League 2026/2027.

Direktur Utama PSIM Jogja, Liana Tasno, mengatakan jersey resmi Laskar Mataram tersebut diperkirakan dijual dengan harga mulai Rp700.000 hingga sekitar Rp800.000 per buah.

Informasi itu disampaikan seusai peluncuran resmi jersey dan skuad PSIM Jogja di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Sabtu (29/8/2026) malam.

Menurut Liana, harga final masih menunggu pengumuman resmi dari manajemen karena masih memperhitungkan sejumlah komponen, termasuk pajak.

"Kalau harga Rp700.000. Tapi kisarannya Rp700.000-Rp800.000, nanti tunggu rilisan teman-teman," kata Liana.

Suporter Diminta Segera Ikut Pre-Order

Manajemen PSIM berencana menjual jersey terbaru melalui mekanisme pre-order (PO). Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi tingginya minat suporter yang ingin memiliki jersey resmi musim baru.

Liana mengaku optimistis permintaan jersey akan cukup tinggi, terutama karena kerja sama dengan Adidas menjadi momen yang sudah lama dinantikan oleh pendukung PSIM.

"Makanya PO dulu deh. Ini kan udah kayaknya pasti udah padat juga ya PO-nya. Bisa PO dulu dan DP dulu, nanti biar first come, first served, takutnya kehabisan," ujarnya.

Sistem pemesanan awal tersebut juga memungkinkan suporter mendapatkan jersey lebih cepat sesuai urutan pemesanan.

Adidas Kembali ke PSIM Setelah 20 Tahun

Peluncuran jersey musim 2026/2027 memiliki makna khusus bagi PSIM Jogja. Klub kebanggaan masyarakat Yogyakarta itu kembali bekerja sama dengan Adidas setelah sekitar 20 tahun tidak menggunakan apparel asal Jerman tersebut.

Kerja sama antara PSIM dan Adidas untuk sementara disepakati selama satu musim kompetisi.

Kembalinya Adidas mendapat sambutan positif dari suporter karena merek tersebut pernah menjadi bagian dari perjalanan klub pada masa lalu.

Motif Batik Parang Jadi Identitas Jersey

PSIM memperkenalkan empat jenis jersey untuk musim 2026/2027, yakni jersey kandang (home), tandang (away), jersey ketiga (third), dan jersey penjaga gawang.

Jersey kandang tetap mempertahankan warna biru sebagai identitas utama klub dengan kombinasi warna putih. Salah satu detail yang mencuri perhatian adalah motif batik parang yang ditempatkan di bagian depan atas jersey, tepat di bawah tiga garis khas Adidas.

Motif tersebut menjadi simbol identitas budaya Yogyakarta yang ingin ditampilkan pada seragam Laskar Mataram.

Sementara itu, jersey tandang menggunakan dominasi warna putih dengan kombinasi biru. Adapun jersey ketiga hadir dengan warna kuning yang dipadukan aksen hitam.

Untuk penjaga gawang, PSIM memilih warna oranye sebagai warna utama.

Van Gastel Suka Jersey Home dan Away

Pelatih PSIM Jogja, Jean-Paul Van Gastel, turut memberikan tanggapan mengenai desain jersey terbaru timnya.

Menurut pelatih asal Belanda tersebut, kualitas Adidas sebagai produsen perlengkapan olahraga tidak perlu diragukan lagi. Ia juga mengaku menyukai desain jersey kandang dan tandang yang diperkenalkan PSIM.

"Soal kualitas saya tidak bisa menilai, tapi Adidas adalah merek yang sangat terkenal. Saya pikir jersey kandang dan jersey tandang, yang biru dan yang putih, sangat bagus," kata Van Gastel.

Namun, pelatih berusia 54 tahun itu memiliki pandangan berbeda terhadap jersey ketiga berwarna kuning.

Saat ditanya mengenai seragam tersebut, Van Gastel sempat tertawa sebelum menyampaikan pendapatnya.

"Saya tidak suka warna kuningnya. Tapi itu pendapat pribadi ya," ujarnya.

Terlepas dari komentar tersebut, peluncuran jersey anyar PSIM menjadi salah satu momentum penting menjelang dimulainya Super League 2026/2027. Kehadiran Adidas dan desain yang mengangkat unsur budaya lokal diharapkan semakin memperkuat identitas klub sekaligus menarik minat suporter untuk mendukung tim secara langsung.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online