iPhone Ultra Dikabarkan Bawa MagSafe Meski Bodinya 4,5 mm
iPhone Ultra dikabarkan tetap membawa MagSafe meski bodinya hanya 4,5 mm saat dibuka. Simak bocoran layar, kamera, Touch ID, harga dan jadwal rilis.
Iwan Setiawan/Instagram: rudyekapriyambadapro
Harianjogja.com, JOGJA—Kabar duka datang dari sepak bola Indonesia. Pelatih senior Iwan Setiawan dikabarkan meninggal dunia pada Kamis (3/9/2026). Kabar tersebut disampaikan oleh sesama pelatih, Rudy Eka Priyambada, melalui unggahan di akun Instagram pribadinya.
Rudy Eka menyampaikan belasungkawa sekaligus mengenang Iwan Setiawan sebagai sosok yang menjadi panutan dalam perjalanan kariernya sebagai pelatih.
"Inalilahi wainalilahi rodjiun. Selamat Jalan Ayah Iwan Setiawan. Pertemuan kita terakhir di NFP (National Football Philosophy) Jogja kemarin," tulis Rudy Eka dalam unggahannya.
Rudy Eka kemudian mengenang sosok Iwan sebagai pelatih yang memiliki karakter kuat dan menjadi salah satu panutan dalam perjalanan kepelatihannya.
"Sosok seorang pelatih ber jiwa jujur apa adanya. Terima kasih Ayah Iwan sudh jadi panutan saya dalan karir kepelatihan sepak bola. Amal ibadah di terima sisi Allah SWT."
Kabar tersebut menjadi kehilangan bagi sepak bola nasional. Iwan Setiawan dikenal sebagai salah satu pelatih lokal berpengalaman yang telah menangani berbagai klub Indonesia dan tim nasional kelompok umur.
Pernah Jadi Pemain Persija
Iwan Setiawan lahir di Medan pada 5 Juli 1958. Sebelum menekuni dunia kepelatihan, ia lebih dahulu menjalani karier sebagai pemain.
Ia tercatat pernah memperkuat sejumlah klub, di antaranya Pelita Jaya, Arseto Solo, dan Persija Jakarta.
Setelah mengakhiri karier sebagai pemain, Iwan mulai menapaki dunia kepelatihan. Ia dipercaya menangani Persija Junior pada akhir 1990-an sebelum kemudian mendapat kesempatan mengarsiteki tim senior Macan Kemayoran.
Perjalanan kariernya di pinggir lapangan kemudian membawanya menangani berbagai klub dan kelompok usia Timnas Indonesia.
Iwan pernah menjadi pelatih Timnas Indonesia U-17 pada periode 2004-2005. Selain itu, sejumlah klub yang pernah berada di bawah arahannya antara lain PSMS Medan, Borneo FC, Persela Lamongan, dan Persebaya Surabaya.
Bawa Borneo FC Juara Kompetisi Kasta Kedua
Salah satu pencapaian penting Iwan Setiawan terjadi ketika menangani Pusamania Borneo FC.
Pada musim 2013-2014, ia berhasil membawa klub asal Samarinda tersebut meraih gelar juara kompetisi kasta kedua nasional. Prestasi itu menjadi salah satu catatan penting dalam perjalanan panjangnya sebagai pelatih.
Iwan juga dikenal sebagai pelatih dengan karakter yang tegas dan berani mengeluarkan pernyataan kontroversial di hadapan media.
Gaya komunikasinya yang blak-blakan membuatnya kerap menjadi sorotan. Ia bahkan dikenal gemar menggunakan perang psikologis atau psywar menjelang pertandingan penting.
Salah satu periode yang cukup lekat dengan karakter tersebut terjadi ketika Iwan menangani Borneo FC pada Piala Presiden 2015.
Pernah Menangani Persebaya
Iwan Setiawan juga pernah menjadi pelatih Persebaya Surabaya pada musim 2017.
Masa kepemimpinannya menjadi salah satu bagian awal perjalanan skuad yang kemudian berkembang menjadi tim kuat dan meraih gelar juara.
Selain Persebaya, pengalaman Iwan mencakup sejumlah klub lain di berbagai level kompetisi nasional.
Dalam beberapa tahun terakhir, ia tetap aktif di dunia kepelatihan. Ia sempat menangani Persibo Bojonegoro sebelum kemudian mendapat kepercayaan melatih Persema Malang dan Sriwijaya FC.
Data kompetisi resmi ILeague mencatat Iwan Setiawan sebagai pelatih kepala Sriwijaya FC pada Championship 2025-2026. Ia masih tercantum dalam daftar ofisial klub tersebut.
ILeague juga mencatat Iwan berada di bangku pelatih Sriwijaya FC dalam sejumlah pertandingan Championship 2025-2026, termasuk laga melawan Persiraja Banda Aceh pada Maret 2026.
Pelatih Berlisensi AFC Pro
Selain pengalaman panjang di kompetisi nasional, Iwan Setiawan juga termasuk dalam kelompok pelatih Indonesia yang mengikuti kursus lisensi AFC Pro.
Pada 2018, namanya tercatat dalam daftar peserta kursus lisensi Pro AFC yang digelar PSSI bersama sejumlah pelatih ternama lainnya, termasuk Rudy Eka Priyambada, Indra Sjafri, Rahmad Darmawan, dan Aji Santoso.
Setahun kemudian, Iwan tercatat sebagai salah satu dari 20 pelatih lokal Indonesia yang memperoleh lisensi AFC Pro.
Lisensi tersebut menjadi salah satu bekal penting dalam perjalanan Iwan sebagai pelatih profesional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
iPhone Ultra dikabarkan tetap membawa MagSafe meski bodinya hanya 4,5 mm saat dibuka. Simak bocoran layar, kamera, Touch ID, harga dan jadwal rilis.
Range Rover Electric resmi meluncur: SUV listrik flagship dengan 542 hp, baterai 118,5 kWh, jarak 600 km, dan kemampuan wading 90 cm. Harga mulai Rp2,17 miliar.
MotoGP 2027 memasuki era mesin 850cc. Simak jadwal tes Valencia, Sepang, Buriram, serta daftar pebalap dan empat kursi yang masih kosong.
London dibuat kewalahan menghadapi supercar berpelat negara-negara Teluk yang memenuhi kawasan elite setiap musim panas. Bukan karena harga Ferrari atau Lamborg
Jadwal bola malam ini, Kamis (3/9/2026), menghadirkan laga penting Timnas Indonesia U20 melawan Laos U20 di Kualifikasi Piala Asia U20 2027. Simak jadwal lengka
Yoga atau Pilates, mana yang lebih cocok? Kenali perbedaan manfaat, fokus latihan, dan cara memilih olahraga sesuai tujuan kebugaran Anda.