Russell Akui McLaren Jadi Tim yang Harus Dikalahkan di Monza

Jumali
Jumali Jum'at, 04 September 2026 14:37 WIB
Russell Akui McLaren Jadi Tim yang Harus Dikalahkan di Monza

George Russell /Instagram

Harianjogja.com, JOGJA— George Russell mengakui Mercedes masih harus mengejar McLaren menjelang Formula 1 (F1) GP Italia 2026 di Sirkuit Monza. Pembalap Mercedes tersebut bahkan menilai McLaren saat ini merupakan tim yang harus dikalahkan.

Pernyataan itu disampaikan Russell ketika Mercedes memasuki seri ke-13 musim F1 2026. McLaren datang dengan modal kuat setelah Lando Norris meraih kemenangan dalam dua Grand Prix terakhir di Hungaria dan Belanda.

Norris kini berpeluang mencatatkan tiga kemenangan Grand Prix secara beruntun apabila kembali menjadi yang tercepat di Monza pada Minggu (6/9/2026).

Performa tersebut membuat McLaren menjadi salah satu kandidat terkuat di Italia. Russell pun tidak menutupi bahwa Mercedes masih memiliki pekerjaan rumah dalam pengembangan mobilnya.

"Melihat seberapa kompetitif Lando dan McLaren, sangat adil untuk mengatakan bahwa mereka adalah tim yang harus dikalahkan saat ini," ujar Russell, dikutip dari Crash.

Mercedes masih tertinggal dalam pengembangan

Keyakinan Russell terhadap kekuatan McLaren bukan tanpa alasan.

Mercedes memang mampu menunjukkan performa kompetitif pada GP Belanda di Zandvoort. Russell finis ketiga, sementara rekan setimnya, Kimi Antonelli, berada di posisi kedua.

Namun, kemenangan tetap menjadi milik Norris. Pembalap McLaren tersebut mengalahkan Antonelli dengan keunggulan 11,536 detik, sedangkan Russell terpaut 15,906 detik dari pemenang.

Hasil tersebut menunjukkan Mercedes masih mampu memberikan perlawanan. Akan tetapi, Russell menilai performa yang ditunjukkan timnya di Zandvoort tidak sepenuhnya menggambarkan kecepatan mobil Mercedes.

Mercedes mampu memaksimalkan situasi balapan dan strategi untuk mengamankan dua posisi podium. Dalam kondisi normal, Russell menilai McLaren masih memiliki keunggulan.

Pembalap Inggris itu juga mengakui Mercedes tertinggal setidaknya satu paket pengembangan dibandingkan sejumlah rival.

Artinya, Mercedes harus terus mengejar dari sisi teknis jika ingin mengimbangi McLaren dalam jangka panjang. Hal tersebut menjadi semakin penting karena persaingan kejuaraan memasuki fase yang menentukan.

McLaren sendiri juga tidak berhenti melakukan pengembangan. Tim asal Woking tersebut membawa konfigurasi sayap belakang dengan hambatan udara rendah serta H-Wing untuk menghadapi karakter Monza yang menuntut kecepatan tinggi di lintasan lurus.

Monza bisa mengubah peta persaingan

Meski McLaren menjadi favorit, Russell tidak menganggap persaingan di Monza hanya akan melibatkan Mercedes dan McLaren.

Karakter Sirkuit Monza membuat pertarungan menjadi lebih terbuka. Trek sepanjang 5,793 kilometer tersebut dikenal sebagai salah satu lintasan tercepat dalam kalender F1 dan memiliki sejumlah lintasan lurus panjang.

Efisiensi mobil ketika melaju dalam kecepatan tinggi menjadi sangat penting. Tim juga harus menemukan kompromi antara kecepatan maksimum dan performa ketika mengerem keras menuju sejumlah tikungan.

Karena itu, Russell memperkirakan Ferrari dan Red Bull tetap bisa memberikan kejutan.

Ferrari memiliki motivasi tambahan karena Monza merupakan balapan kandang mereka. Tim tersebut juga membawa peningkatan pada unit tenaga untuk GP Italia 2026.

Red Bull juga tidak boleh dikesampingkan. Russell secara khusus mengingatkan Mercedes agar tidak melupakan tim tersebut.

"Kami tidak boleh melupakan Red Bull. Kami tahu sirkuit ini akan lebih cocok untuk mereka dibandingkan balapan-balapan sebelumnya," tutup Russell.

Pernyataan itu memperlihatkan bahwa Mercedes tidak ingin hanya berkonsentrasi pada McLaren. Dengan karakter Monza yang berbeda dari Zandvoort, kekuatan masing-masing mobil dapat berubah cukup signifikan.

Russell masih punya peluang dalam perebutan gelar

Di tengah pembahasan mengenai kekuatan Mercedes, posisi Russell di klasemen juga menarik perhatian.

Berbeda dari informasi dalam naskah awal, Russell bukan tertinggal 59 poin dari pemimpin klasemen. Justru Kimi Antonelli yang memimpin kejuaraan dengan keunggulan 59 poin atas Russell dan Lewis Hamilton menjelang GP Italia.

Situasi itu membuat Monza menjadi kesempatan penting bagi Russell untuk memangkas jarak.

Antonelli sendiri menghadapi situasi sulit karena hukuman terkait unit tenaga membuatnya harus memulai balapan dari belakang. Kondisi tersebut membuka peluang bagi para pesaing, termasuk Russell, untuk memperoleh tambahan poin besar.

Dengan demikian, GP Italia bukan hanya soal persaingan antartim. Hasil di Monza juga berpotensi mengubah persaingan perebutan gelar pembalap.

Russell memiliki peluang memanfaatkan posisi tersebut. Namun, tantangannya tetap besar karena McLaren datang dengan momentum luar biasa.

McLaren incar kemenangan ketiga beruntun

Norris menjadi pusat perhatian setelah memenangi dua balapan terakhir.

Di GP Belanda, Norris mengalahkan Antonelli dan Russell untuk mencatat kemenangan keduanya secara beruntun. Hasil tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa McLaren mampu tampil cepat dalam kondisi yang berbeda.

Kini Monza menjadi ujian berikutnya.

Jika Norris kembali menang, ia akan mencatat tiga kemenangan Grand Prix berturut-turut. McLaren pun akan semakin memperkuat posisi mereka sebagai kekuatan utama di paruh akhir musim 2026.

Russell memahami bahwa Mercedes membutuhkan lebih dari sekadar kecepatan untuk mengalahkan rivalnya.

Mobil harus kompetitif dalam kualifikasi, memiliki kecepatan puncak yang memadai, mampu mengelola ban, serta memiliki strategi yang tepat ketika balapan berlangsung.

Monza juga menawarkan peluang berbeda karena karakter treknya tidak sama dengan Zandvoort. Karena itu, hasil latihan bebas hingga kualifikasi akan menjadi indikator penting mengenai siapa yang benar-benar memiliki paket terbaik.

Bagi Russell, pengakuan bahwa McLaren saat ini menjadi tim yang harus dikalahkan bukan berarti Mercedes menyerah.

Sebaliknya, pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Mercedes menyadari titik yang harus diperbaiki. Jika pengembangan berikutnya mampu memperkecil jarak dengan McLaren, Russell masih memiliki kesempatan untuk bersaing dalam perebutan kemenangan maupun gelar.

Namun, jika McLaren kembali tampil dominan di Monza, tekanan terhadap Mercedes akan semakin besar.

Dengan McLaren yang sedang dalam tren positif, Ferrari membawa upgrade mesin, Red Bull mengincar keuntungan dari karakter trek, serta Russell yang berusaha mengejar Antonelli di klasemen, GP Italia 2026 berpotensi menjadi salah satu balapan paling menentukan musim ini.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online