Franco Ramos Jadi Kapten Utama PSIM, Siap Pimpin Laskar Mataram Hadapi Persita

Ariq Fajar Hidayat
Ariq Fajar Hidayat Jum'at, 04 September 2026 15:47 WIB
Franco Ramos Jadi Kapten Utama PSIM, Siap Pimpin Laskar Mataram Hadapi Persita

Pelatih PSIM Jogja, Jean-Paul Van Gastel (kiri) didampingi Franco Ramos saat konferensi pers di Wisma PSIM, Jumat (4/9/2026). - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat

Franco Ramos Jadi Kapten Utama PSIM, Siap Pimpin Laskar Mataram Hadapi Persita

Harianjogja.com, JOGJA - Bek PSIM Jogja, Franco Ramos akan memulai musim menyandang sebagai kapten utama tim. Bek asal Argentina tersebut mengaku siap mengemban tanggung jawab lebih besar saat Laskar Mataram mengawali perjalanan di Super League 2026/2027 menghadapi Persita Tangerang, Sabtu (5/9/2026). Momentum tersebut semakin spesial karena pertandingan digelar tepat pada hari ulang tahun PSIM yang ke-97.

Franco sebenarnya bukan sosok baru dalam urusan memimpin rekan-rekannya. Musim lalu ia beberapa kali dipercaya mengenakan ban kapten sehingga penunjukan sebagai kapten utama musim ini menjadi bentuk kepercayaan yang semakin besar dari tim.

"Saya sangat senang dan bangga atas kepercayaan ini. Musim lalu saya juga sempat beberapa kali menjadi kapten, dan saya sangat menghargainya karena itu menunjukkan kepercayaan tim kepada saya," ujar Franco saat konferensi pers di Wisma PSIM, Jumat (4/9/2026).

Meski mendapat status baru, Franco tidak merasa perlu mengubah cara bermain maupun sikapnya di dalam tim. Ia justru ingin mempertahankan apa yang selama ini membuat dirinya dipercaya oleh rekan-rekan dan tim pelatih.

"Bagi saya pribadi tidak ada yang berubah. Persiapan, sikap, dan energi yang saya berikan akan tetap sama seperti yang membawa saya dipercaya menjadi kapten," katanya.

Selain dipercaya menjadi kapten utama, Franco juga tampil dengan nomor punggung baru pada musim ini. Ia memilih nomor 5 karena nomor tersebut memiliki kaitan dengan masa ketika dirinya masih bermain di Argentina.

"Mengenai perubahan nomor punggung, alasannya karena saya sangat menyukai nomor 5. Itu adalah nomor yang biasa saya gunakan saat bermain di Argentina dulu, jadi itulah alasan saya menggantinya," kata Franco.

Tantangan pertama Franco sebagai kapten utama langsung datang dari Persita. Lawan tersebut memiliki catatan bagus ketika menghadapi PSIM musim lalu setelah memenangkan dua pertemuan dengan skor 4-0 di Tangerang dan 1-0 di kandang PSIM.

Namun, Franco dan kawan-kawan tidak ingin terlalu lama melihat hasil musim lalu. PSIM kini datang dengan komposisi berbeda dan memiliki kesempatan membuka musim baru dengan hasil yang sekaligus bisa mengangkat kepercayaan diri tim.

Pelatih PSIM Jean-Paul Van Gastel juga menilai catatan pertemuan musim lalu tidak lagi menjadi ukuran utama. Menurutnya, perubahan komposisi pemain membuat kondisi kedua tim sudah berbeda dibandingkan musim sebelumnya.

"Setiap musim komposisi tim selalu berbeda, jadi hasil pertandingan musim lalu sudah tidak relevan lagi. Namun, kami mempersiapkan diri dengan sangat baik," ujar Van Gastel.

PSIM tetap menjadikan dua pertandingan musim lalu sebagai bahan evaluasi karena Persita masih ditangani Carlos Pena. Van Gastel memperkirakan Persita akan membawa pendekatan permainan yang tidak jauh berbeda sehingga timnya telah menyiapkan antisipasi.

"Saya mempelajari kembali pertandingan yang kami jalani musim lalu karena Persita masih ditangani pelatih yang sama. Saya mengasumsikan pelatih Persita akan menerapkan pendekatan yang serupa," katanya.

Bagi Franco, pertandingan perdana ini juga menjadi kesempatan untuk mengawali musim bersama PSIM dengan suasana yang berbeda. Selain menjalankan tugas sebagai kapten utama, ia ingin membantu tim memberikan hadiah ulang tahun ke-97 bagi klub.

"Kami sangat antusias menyambut musim baru ini, terlebih lagi besok adalah hari ulang tahun PSIM. Kami sangat menantikan pertandingan besok," ujar Franco.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online