Tiga Kali Kalah di Serie A, Fiorentina Pecat Fabio Grosso

Newswire
Newswire Senin, 07 September 2026 06:47 WIB
Tiga Kali Kalah di Serie A, Fiorentina Pecat Fabio Grosso

Eks pelatih Fiorentina, Fabio Grosso/ X.com/Acffiorentina

Harianjogja.com, JAKARTA—Fabio Grosso tak lagi menjadi pelatih Fiorentina setelah klub tersebut mengakhiri kerja sama dengan pelatih asal Italia itu pada Minggu (6/9). Keputusan tersebut diambil sehari setelah La Viola menelan kekalahan ketiga secara beruntun di Serie A 2026/27.

Fiorentina mengumumkan pemecatan Grosso melalui pernyataan resmi klub.

“ACF Fiorentina mengumumkan bahwa Fabio Grosso telah diberhentikan dari tugasnya sebagai pelatih tim utama putra hari ini,” demikian pernyataan resmi Fiorentina.

Keputusan itu tak lepas dari buruknya performa Fiorentina pada awal musim. Dalam pertandingan terakhir, Fiorentina kalah 1-2 ketika menjamu Torino di Stadion Artemio Franchi, Sabtu (5/9).

Hasil tersebut menjadi kekalahan ketiga secara beruntun bagi Fiorentina di Serie A. Sebelumnya, Fiorentina dibantai AS Roma dengan skor 0-4 dan kemudian takluk 0-3 dari tim promosi Frosinone.

Fiorentina Belum Menyatu

Tiga hasil buruk tersebut membuat Fiorentina belum mampu memperlihatkan permainan sebagai sebuah kesatuan. Padahal, klub cukup aktif memperkuat skuad pada bursa transfer musim panas 2026.

Sejumlah talenta menjanjikan didatangkan Fiorentina, di antaranya Marco Brescianini, Giovanni Fabbian, dan Arthur Atta.

Manajemen juga menambah kekuatan melalui pemain pinjaman, yakni Franco Mastantuono, Radu Dragusin, Alex Jimenez, serta Joao Mario.

Namun, Grosso dinilai belum memiliki waktu yang cukup untuk menyatukan para pemain tersebut ke dalam skema permainan yang dapat menghasilkan kemenangan.

Grosso pun menjadi pihak pertama yang harus bertanggung jawab atas performa buruk Fiorentina pada awal musim.

Pernah Bawa Sassuolo Finis di Posisi ke-11

Grosso sebelumnya ditunjuk sebagai pelatih Fiorentina setelah sukses membawa Sassuolo tampil cukup baik di Serie A 2025/26.

Pada musim lalu, Sassuolo yang diperkuat bek Timnas Indonesia, Jay Idzes, mampu mengakhiri kompetisi di posisi ke-11.

Pencapaian tersebut terbilang positif mengingat Sassuolo berstatus sebagai tim promosi pada musim tersebut.

Grosso juga merupakan pelatih yang menangani Jay Idzes selama bek Indonesia tersebut memperkuat Sassuolo.

Vanoli Jadi Kandidat pengganti

Di sisi lain, Paolo Vanoli, yang sebelumnya hengkang dari Fiorentina sebelum penunjukan Grosso, kini menjadi kandidat terkuat untuk mengambil alih tongkat estafet tersebut.

Pakar transfer Matteo Moretto mengetahui bahwa Vanoli adalah kandidat utama untuk menggantikan Grosso. Pria Italia berusia 54 tahun itu menandatangani kontrak pada November 2025 selama satu tahun plus opsi perpanjangan satu tahun bersama Fiorentina, yang saat itu berada di zona degradasi. Vanoli membawa klub itu finis di posisi ke-15, tetapi memutuskan mundur karena direksi ragu soal opsi dalam kontraknya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online