Klasemen Super League: PSS Sleman Juru Kunci Usai Dilibas Madura di Maguwoharjo
Klasemen Super League usai laga Sabtu 12 September 2026. PSS Sleman terperosok ke dasar klasemen usai takluk 1-3 dari Madura United.
FOTO ILUSTRASI - Tim panjat tebing disiplin lead Indonesia saat berlatih untuk menghadapi World Climbing Asia Championship Meishan 2026 di China, di pelatnas panjat tebing Indonesia, Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis (2/4/2026) sore. - ANTARA/Donny Aditra
Harianjogja.com, JOGJA—Raharjati Nursamsa dan Rajiah Sallsabillah membawa Indonesia meraih medali emas nomor mixed relay speed World Climbing Series (WCS) Guiyang 2026, Tiongkok, Sabtu (12/9). Duet tersebut mencatatkan waktu 11,35 detik pada gold medal race.
Raharjati menjadi pemanjat pertama bagi Indonesia dengan membukukan waktu 4,80 detik. Setelah itu, Rajiah melanjutkan pemanjatan dan mencatatkan waktu 6,55 detik.
Jika kedua catatan tersebut digabungkan, Raharjati dan Rajiah membukukan waktu 11,35 detik. Torehan tersebut menjadi catatan tercepat mereka dalam nomor mixed relay speed pada WCS Guiyang 2026 berdasarkan hasil yang tercantum dalam bahan pertandingan.
Medali emas ini menjadi pencapaian penting bagi Indonesia pada nomor mixed relay speed. World Climbing memang memasukkan mixed relay sebagai salah satu nomor yang dipertandingkan dalam WCS Guiyang 2026, selain speed perorangan dan relay.
Raharjati dan Rajiah Jadi Duet Indonesia di Mixed Relay
Raharjati dan Rajiah bukan pasangan baru bagi Indonesia dalam nomor estafet campuran. Keduanya sebelumnya juga menjadi bagian dari tim Indonesia pada WCS Krakow 2026, ketika nomor mixed relay untuk pertama kalinya dipertandingkan pada level World Climbing Series.
Di Krakow, Raharjati dan Rajiah mencatatkan waktu 11,35 detik dalam perebutan tempat ketiga dan finis di posisi keempat. Hasil tersebut berbeda dengan capaian mereka di Guiyang yang, berdasarkan bahan pertandingan, membawa keduanya ke posisi teratas.
World Climbing sebelumnya juga menempatkan Rajiah sebagai salah satu atlet yang patut diperhatikan di Guiyang setelah memiliki pengalaman meraih podium pada level dunia. Raharjati juga datang dengan modal medali perunggu nomor speed putra di Krakow.
Untuk WCS Guiyang 2026, Indonesia mengirim lima atlet speed. Mereka terdiri atas dua atlet putra, Antasyafi Robby Al Hilmi dan Raharjati Nursamsa, serta tiga atlet putri, yakni Berthdigna Devi Surya, Rajiah Sallsabillah, dan Kadek Adi Asih.
Robby Lebih Dulu Raih Emas
Emas Raharjati dan Rajiah menambah koleksi Indonesia setelah Antasyafi Robby Al Hilmi lebih dulu menjadi juara nomor speed perorangan putra. Robby meraih emas setelah mencatatkan waktu 4,65 detik pada final Jumat (11/9).
Catatan tersebut sekaligus menjadi rekor terbaik pribadi Robby. Ia mengalahkan atlet Tiongkok Ling Yongzhi yang mencatatkan waktu 4,75 detik, sedangkan Shouhong Chu berada di posisi ketiga dengan 4,80 detik.
Bagi Robby, kemenangan tersebut memiliki arti khusus karena menjadi medali emas pertamanya di World Climbing Series. Sebelumnya, ia baru meraih medali perak di seri Madrid dan Chamonix.
"Saya senang karena ini emas pertama saya di World Climbing Series. Ini berkat dukungan semuanya dan latihan bersama teman-teman atlet di Indonesia,” kata Robby dikutip dari rilis resmi Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI).
Ada satu sosok yang secara khusus disebut Robby setelah memastikan diri menjadi juara. Sosok tersebut adalah sang ibu.
Ibu, akhirnya aku emas!” ucap Robby.
Tiga Kekalahan Jadi Motivasi Robby
Perjalanan Robby menuju emas Guiyang tidak terlepas dari hasil pada tiga seri WCS sebelumnya. Kekalahan dalam tiga kesempatan tersebut justru menjadi bahan bakar bagi atlet Indonesia itu untuk tampil lebih baik di Guiyang.
Robby mengaku hasil tersebut membuat dirinya termotivasi untuk menjadi semakin baik dan lebih cepat. Meski telah meraih emas, ia masih melihat ada sejumlah aspek yang harus diperbaiki, terutama dari sisi teknik pemanjatan.
Keberhasilan Robby juga mendapat apresiasi dari Head Coach Timnas Panjat Tebing Indonesia Galar Pandu Asmoro. Ia berharap keberhasilan tersebut dapat diikuti prestasi Indonesia pada nomor relay lainnya.
WCS Guiyang 2026 memang menjadi salah satu ajang penting bagi atlet speed Indonesia sebelum menghadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026. FPTI sebelumnya menyebut keikutsertaan di Guiyang sebagai bagian dari persiapan atlet sekaligus upaya menjaga performa dan peringkat dunia.
Dengan hasil Robby di nomor speed putra dan keberhasilan Raharjati-Rajiah pada mixed relay, Indonesia kembali menempatkan atletnya di posisi teratas dalam persaingan speed pada WCS Guiyang 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Klasemen Super League usai laga Sabtu 12 September 2026. PSS Sleman terperosok ke dasar klasemen usai takluk 1-3 dari Madura United.
Australia merebut gelar putra dan putri AVC Beach Volleyball 2026 di Shangluo serta mengamankan dua kuota Olimpiade LA28.
Mario Aji gagal ke Q2 dan dipastikan start posisi 22 di Moto2 San Marino 2026. Senna Agius tercepat di Q2 dengan 1 menit 33,718 detik.
Waspadai pinjol ilegal dan spam. Simak 3 cara blokir nomor HP tak dikenal di Android, iPhone, dan GetContact. Lindungi saldo rekening Anda
Raharjati Nursamsa dan Rajiah Sallsabillah meraih emas mixed relay WCS Guiyang 2026 dengan catatan waktu 11,35 detik.
Belanja OnlyFans di Singapura diperkirakan mencapai US$18,8 juta pada 2026, tertinggi di Asia untuk pengeluaran per 10.000 orang dewasa.