Jadwal Lengkap KA Prameks Jogja-Kutoarjo, 13 September 2026, Tiket Tetap Rp8.000
Cukup Rp8.000, Ini Jadwal Lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo Hari Ini.
Marco Bezzecchi/Instagram
Harianjogja.com, JOGJA— Marco Bezzecchi menjelaskan penyebab dirinya terjatuh pada lap pertama MotoGP San Marino 2026 di Sirkuit Misano, Minggu (13/9/2026). Pembalap Aprilia Racing itu menyebut kesalahan di Tikungan 13 membuat dirinya kehilangan kendali roda depan ketika sedang memimpin balapan.
Bezzecchi mengawali balapan dari posisi terdepan dan langsung berada di depan para rivalnya. Namun, keunggulan tersebut hanya bertahan sesaat setelah pembalap asal Italia itu mengalami crash pada lap pembuka.
Kecelakaan tersebut menjadi kerugian besar bagi Bezzecchi dalam perburuan gelar juara dunia. MotoGP mencatat insiden itu terjadi ketika Bezzecchi memimpin balapan, sementara kemenangan Marc Marquez kemudian membuat persaingan di papan atas klasemen berubah.
Bezzecchi Jelaskan Kesalahan di Tikungan 13
Bezzecchi mengatakan tidak ada masalah besar pada awal balapan sebelum kesalahan terjadi. Ia mengakui kehilangan kendali bagian depan motor ketika memasuki Tikungan 13.
"Sayangnya, segalanya berjalan lancar, tetapi saya melakukan kesalahan di Tikungan 13 dan kehilangan kendali roda depan," ujar Bezzecchi usai kecelakaan tersebut, melansir Crash, Senin (14/9/2026).
Penjelasan tersebut sejalan dengan laporan Crash.net yang menyebut Bezzecchi sedikit kehilangan kestabilan ketika melewati rangkaian tikungan kanan berkecepatan tinggi sebelum Tikungan 13. Kondisi itu membuatnya tidak lagi berada pada jalur balap ideal ketika memasuki zona pengereman.
Bezzecchi juga menjelaskan bahwa kondisi motor dengan tangki bahan bakar penuh membutuhkan pengaturan pengereman yang lebih cermat. Kesalahan kecil dalam menentukan titik pengereman akhirnya berujung pada hilangnya kendali bagian depan motor.
"Tentu saja, saat tangki bahan bakar penuh, Anda harus mengatur titik pengereman dengan sedikit lebih baik," ucapnya.
"Motor saya sempat sedikit bergoyang di bagian lintasan yang cepat, jadi saat mengerem, saya tidak bisa menutup jalur dengan sempurna dan sayangnya saya kehilangan kendali roda depan," ujarnya.
Bukan karena Tekanan Balapan Kandang
Crash di Misano juga memunculkan pertanyaan apakah tekanan tampil di depan publik sendiri ikut memengaruhi kesalahan Bezzecchi. Apalagi, pembalap Aprilia tersebut memulai balapan dari pole position setelah mencatat rekor lap baru pada sesi kualifikasi.
Namun, Bezzecchi dengan tegas membantah anggapan tersebut. Menurut dia, keinginan untuk menang memang selalu ada ketika seorang pembalap memulai balapan dari posisi pertama, terlepas dari lokasi balapan.
"Tidak. Saat Anda memulai dari posisi pertama, Anda pasti ingin menang. Tidak masalah apakah itu di Misano atau bukan," ucapnya.
Dengan demikian, Bezzecchi menilai penyebab crash lebih berkaitan dengan kesalahan yang terjadi ketika mengendalikan motor di Tikungan 13, bukan tekanan karena berstatus pembalap tuan rumah.
Gagal Cetak Poin untuk Kelima Kalinya
Kegagalan menyelesaikan MotoGP San Marino membuat Bezzecchi kembali kehilangan poin dari balapan utama. Crash.net mencatat hasil tersebut menjadi non-score kelima Bezzecchi pada balapan Minggu musim ini dan yang kelima dalam tujuh seri terakhir.
Sebelum insiden di Misano, Bezzecchi masih menjadi salah satu pembalap yang terlibat dalam persaingan papan atas. Namun, hasil balapan San Marino membuat jaraknya dengan Marc Marquez dan Jorge Martin semakin melebar.
Marquez kemudian memenangkan MotoGP San Marino, sedangkan Martin finis di posisi kelima. Hasil itu membuat Marquez dan Martin sama-sama mengoleksi 274 poin, dengan Marquez berada di puncak karena memiliki jumlah kemenangan lebih banyak. Bezzecchi berada 33 poin di belakang kedua rival tersebut.
Situasi tersebut membuat delapan seri tersisa menjadi penting bagi Bezzecchi untuk memangkas jarak di klasemen. Setelah Misano yang berakhir lebih cepat dari rencana, pembalap Aprilia itu akan menghadapi kesempatan berikutnya pada GP Austria di Red Bull Ring, 18-20 September 2026.
Bezzecchi sebelumnya juga menyatakan dirinya ingin segera melakukan reset setelah hasil buruk di Misano. Crash.net melaporkan ia menyebut Austria datang hanya beberapa hari setelah balapan San Marino sehingga dirinya memiliki kesempatan untuk kembali bekerja dan mempersiapkan diri.
"Tapi jangan pernah menyerah. Saya akan terus memacu motor hingga akhir. Ini belum selesai, perjuangan masih berlanjut," ujar Bezzecchi.
GP Austria pun menjadi kesempatan berikutnya bagi Bezzecchi untuk merespons hasil mengecewakan di Misano. Setelah kehilangan peluang mencetak poin akibat crash pada lap pertama, pembalap Italia itu masih memiliki delapan seri untuk memperbaiki posisinya dalam persaingan MotoGP 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cukup Rp8.000, Ini Jadwal Lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo Hari Ini.
FIFA mengizinkan Bergson dan Brad Tapp membela Malaysia. Status Manuel Hidalgo dan Shane Lowry masih menunggu keputusan.
Cristiano Ronaldo meminta suporter yang mengejek mendiang Diogo Jota kepada Ruben Neves dilarang masuk stadion seumur hidup.
Riset 2026 menemukan generasi muda mengalami penuaan biologis lebih cepat. Kenali faktor gaya hidup dan lingkungan yang sedang diteliti.
MU kalah 0-1 dari Man City dan baru mengoleksi 4 poin. Brighton serta Fulham menanti saat Setan Merah berusaha bangkit.
Hyundai menunda ADAS mandiri hingga 2029 dan menggandeng Nvidia untuk menghadirkan teknologi Level 2+ dan 2++ mulai 2028.