Ronaldo Minta Suporter Ejek Jota Dilarang Masuk Stadion Seumur Hidup

Jumali
Jumali Senin, 14 September 2026 08:57 WIB
Ronaldo Minta Suporter Ejek Jota Dilarang Masuk Stadion Seumur Hidup

Cristiano Ronaldo

Harianjogja.com, JOGJA— Cristiano Ronaldo meminta sanksi tegas terhadap suporter yang diduga mengejek Ruben Neves dengan meneriakkan nama mendiang Diogo Jota dalam pertandingan Al-Taawoun vs Al-Hilal di Buraidah, Arab Saudi, Sabtu (12/9/2026). Ronaldo bahkan meminta suporter yang terbukti melakukan aksi tersebut dilarang masuk stadion seumur hidup.

Komentar Ronaldo muncul setelah rekaman dari tribun beredar di media sosial. Dalam video tersebut, sejumlah suporter terlihat atau terdengar meneriakkan nama “Jota” ke arah Neves, yang merupakan sahabat dekat mendiang pemain Portugal tersebut.

Ronaldo kemudian memberikan respons melalui akun Instagram pribadinya setelah melihat unggahan yang menampilkan insiden tersebut. Ia menilai tindakan seperti itu sudah melewati batas perilaku yang semestinya ada dalam pertandingan sepak bola.

“Liga harus mengambil tindakan dan menghukum perilaku suporter seperti ini,” kata Ronaldo.

“Ini bukan lagi sepak bola dan harus ada batasnya. Orang-orang yang berperilaku seperti ini seharusnya tidak pernah diizinkan masuk stadion lagi,” lanjutnya.

Neves Beri Respons dari Lapangan

Insiden tersebut terjadi ketika Al-Hilal menghadapi Al-Taawoun dalam lanjutan Saudi Pro League. Nama Jota disebut-sebut oleh sebagian suporter tuan rumah ketika Neves berada di lapangan.

Neves kemudian memberikan respons yang terlihat dalam rekaman yang beredar. Pemain Al-Hilal itu menunjuk matanya sebelum mengarahkan tangannya ke langit, sebuah gestur yang dipahami sebagai respons terhadap provokasi dari tribun.

Setelah pertandingan, Neves juga menyinggung kejadian tersebut ketika melewati zona wawancara. “Saya berharap mereka tidak pergi berdoa setelahnya.”

Respons tersebut tidak terlepas dari kedekatan Neves dengan Jota. Keduanya merupakan rekan di tim nasional Portugal sekaligus memiliki hubungan pertemanan yang dekat. Neves juga menjadi salah satu pembawa peti jenazah Jota dalam pemakaman sang pemain.

Jota Meninggal dalam Kecelakaan pada 2025

Diogo Jota meninggal dunia pada 3 Juli 2025 dalam kecelakaan mobil di Zamora, Spanyol barat laut. Adik Jota, Andre Silva, juga meninggal dalam kecelakaan tersebut.

Kepergian Jota membuat Neves kehilangan sosok yang memiliki hubungan dekat dengannya. Karena itu, penyebutan nama Jota dalam konteks provokasi terhadap Neves mendapat perhatian luas setelah rekaman kejadian tersebut tersebar.

Kejadian tersebut juga mendapat sorotan karena Jota merupakan bagian dari lingkaran dekat Neves, baik sebagai rekan sesama pemain Portugal maupun sahabat. Hubungan keduanya membuat insiden di tribun tersebut memiliki dimensi emosional yang lebih kuat bagi Neves.

Al-Hilal Menang Telak 6-0

Di tengah kontroversi tersebut, Al-Hilal justru tampil dominan di lapangan. Tim yang diperkuat Neves tersebut menang telak 6-0 atas Al-Taawoun dalam pertandingan di kandang lawan.

Neves bermain selama 75 menit sebelum digantikan. Kemenangan besar itu membuat Al-Hilal membawa pulang tiga poin dari Buraidah sekaligus menambah hasil positif mereka di Saudi Pro League.

Pertandingan tersebut juga menjadi panggung bagi Gabriel Martinelli yang mencetak hat-trick. Ollie Watkins turut menyumbangkan dua gol, sementara Al-Hilal tampil jauh lebih efektif dibandingkan tuan rumah.

Kasus Mulai Mendapat Respons Resmi

Permintaan Ronaldo kemudian berkembang menjadi persoalan yang ditangani otoritas sepak bola Arab Saudi. Perkembangan terbaru menunjukkan Al-Hilal telah mengajukan laporan resmi kepada Saudi Arabian Football Federation atau SAFF terkait insiden tersebut.

Al-Hilal dan Al-Taawoun juga mengeluarkan pernyataan yang mengecam perilaku suporter yang dianggap tidak dapat diterima. SAFF bersama Saudi Pro League turut menyatakan kecaman dan menyebut penyelidikan terhadap insiden tersebut sedang berlangsung.

Dengan perkembangan itu, kasus yang awalnya bermula dari rekaman suporter di tribun kini masuk ke ranah tindakan resmi kompetisi. Sanksi terhadap pihak yang terlibat akan bergantung pada hasil penyelidikan dan proses yang dilakukan otoritas sepak bola Arab Saudi.

Ronaldo sendiri telah menyampaikan sikapnya dengan meminta larangan seumur hidup bagi suporter yang melakukan tindakan tersebut. Pernyataan itu disampaikan setelah ia melihat rekaman kejadian yang menimpa Neves, mantan rekan setimnya di tim nasional Portugal.

Kasus tersebut menjadi perhatian karena provokasi menggunakan nama pemain yang telah meninggal dunia menyentuh persoalan di luar rivalitas pertandingan. Sementara proses penanganan berjalan, Neves telah lebih dulu menyampaikan responsnya dan Ronaldo memberikan dukungan terbuka kepada pemain Al-Hilal tersebut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online