Segini Bonus Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia, Singapura, dan Hong Kong

Jumali
Jumali Jum'at, 25 September 2026 14:37 WIB
Segini Bonus Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia, Singapura, dan Hong Kong

Logo Asian Games

Harianjogja.com, JOGJA— Bonus menjadi salah satu bentuk penghargaan bagi atlet yang berhasil meraih medali di Asian Games 2026. Sejumlah negara dan lembaga olahraga telah menyiapkan insentif dengan nilai berbeda untuk atlet yang membawa pulang medali dari Aichi-Nagoya, Jepang.

Asian Games ke-20 berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober 2026 di Prefektur Aichi dan Kota Nagoya. Ajang ini merupakan salah satu kompetisi multievent terbesar di Asia dan digelar empat tahun sekali.

Besaran insentif yang diterima atlet tidak sama. Perbedaan ditentukan berdasarkan negara atau wilayah, jenis nomor pertandingan, serta apakah medali diraih secara individu, beregu, atau dalam cabang olahraga beregu.

Berikut tiga kontingen yang menyiapkan bonus emas dengan nilai besar pada Asian Games 2026.

Hong Kong: HK$1 Juta untuk Emas Individu

Atlet Hong Kong yang meraih medali emas pada nomor individu Asian Games 2026 berhak memperoleh insentif sebesar HK$1 juta atau sekitar Rp2,2 miliar.

Bonus tersebut diberikan melalui Jockey Club Athlete Incentive Awards Scheme (JCAIAS), yang dijalankan Hong Kong Sports Institute (HKSI) dengan dukungan Hong Kong Jockey Club.

Untuk nomor individu, peraih emas mendapatkan HK$1 juta, perak HK$500.000, dan perunggu HK$250.000.

Nilainya lebih besar untuk nomor tim. Peraih emas mendapatkan HK$2 juta, perak HK$1 juta, dan perunggu HK$500.000.

Skema tersebut merupakan siklus baru program penghargaan yang mulai diterapkan pada 2026. Asian Games Aichi-Nagoya menjadi salah satu ajang utama yang masuk dalam program tersebut.

Singapura: Bonus hingga S$600.000

Singapura memiliki skema penghargaan melalui Major Games Award Programme (MAP) yang dikelola Singapore National Olympic Council (SNOC).

Dalam struktur MAP yang berlaku untuk periode 2025-2028, atlet Singapura yang meraih emas individu pada Asian Games memperoleh S$200.000 atau sekitar Rp2,8 miliar.

Nominal tersebut berbeda berdasarkan jenis pertandingan. Peraih emas dalam kategori team event mendapatkan S$300.000, sedangkan emas pada cabang olahraga beregu atau team sport memperoleh S$600.000.

Besaran tersebut merupakan hasil penyesuaian MAP pada 2026. SNOC menaikkan penghargaan untuk sejumlah kategori, termasuk nomor olahraga beregu pada Asian Games dari S$400.000 menjadi S$600.000.

Ada pula ketentuan bahwa atlet penerima MAP wajib menyumbangkan minimal 20 persen dari penghargaan yang diterima kepada asosiasi olahraga nasional masing-masing untuk mendukung pembinaan atlet muda.

Indonesia: Rp3 Miliar untuk Emas Perorangan

Indonesia menyiapkan bonus Rp3 miliar bagi atlet yang meraih medali emas pada Asian Games 2026 untuk kategori perorangan.

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan besaran bonus tersebut saat melepas Kontingen Indonesia menuju Asian Games di Istana Negara, Jakarta, Rabu (9/9/2026).

"Untuk SEA Games, medali emas dapat Rp1 miliar. Tapi ini Asian Games. Medali emas Rp3 miliar," ujar Prabowo.

Pemerintah menyebut bonus tersebut sebagai bentuk penghargaan atas prestasi atlet Indonesia di ajang olahraga internasional.

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir kemudian menjelaskan bahwa angka Rp3 miliar tersebut ditujukan bagi peraih emas kategori perorangan. Untuk nomor beregu, besaran bonus masih dalam pembahasan.

Besaran bonus Rp3 miliar juga meningkat dibandingkan Asian Games 2022 di Hangzhou. Saat itu, atlet Indonesia yang meraih emas nomor individu mendapatkan Rp1,575 miliar.

Selain bonus, pemerintah juga menyatakan perhatian kepada atlet peraih perak dan perunggu serta para pelatih. Pemerintah juga menyiapkan percepatan pengembangan karier bagi atlet berprestasi.

Perbandingan Bonus Emas Asian Games 2026

Jika dibandingkan berdasarkan emas nomor individu, bonus yang tercantum dalam skema masing-masing adalah:

  • Indonesia: Rp3 miliar

  • Singapura: S$200.000 atau sekitar Rp2,8 miliar

  • Hong Kong: HK$1 juta atau sekitar Rp2,2 miliar

Namun, perbandingan tersebut perlu dibaca secara hati-hati karena mekanisme setiap negara berbeda. Singapura dan Hong Kong memiliki skema yang membedakan penghargaan berdasarkan kategori pertandingan, sedangkan Indonesia pada saat ini baru secara resmi menyampaikan angka Rp3 miliar untuk emas perorangan.

Dengan demikian, angka bonus tidak hanya menunjukkan nominal penghargaan, tetapi juga mencerminkan skema pembinaan dan apresiasi yang diterapkan masing-masing negara atau lembaga olahraga kepada atlet berprestasi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online