Fitriani-Fadona Raih Perak Padel Putri Asian Games 2026

Newswire
Newswire Sabtu, 03 Oktober 2026 18:17 WIB
Fitriani-Fadona Raih Perak Padel Putri Asian Games 2026

Fitriani/Fadona meraih perak padel putri Asian Games 2026 setelah kalah dari pasangan Jepang dengan skor 3-6, 4-6. /Antara.

Harianjogja.com, NAGOYA—Pasangan padel putri Indonesia Fitriani Sabatini/Fadona Kusumawati harus puas membawa pulang medali perak Asian Games 2026. Mereka kalah dari pasangan Jepang Saki Tsukamoto/Kae Tokumoto pada final di Nagoya City Higashi Sport Center, Jepang, Sabtu.

Fitriani/Fadona yang akrab disapa Ani/Dona takluk dalam pertandingan berdurasi satu jam 55 menit dengan skor 3-6, 4-6. Kekalahan itu terjadi setelah pasangan Indonesia sempat unggul cukup jauh pada set kedua.

"Pertandingan tadi cukup drama ya. Di set pertama kita mencari celah cuma kalah, di set kedua kita sudah mencoba ada titik terang, sudah leading 4-1 cuma kita enggak dapat, itu hal yang biasa di permainan," kata Fitriani usai pertandingan.

Jepang Tutup Set Pertama 6-3

Pertandingan set pertama berlangsung ketat sejak gim pembuka. Indonesia sempat memperoleh poin pertama, tetapi tiga bola yang keluar dari permainan membuat Jepang mengamankan gim pertama.

Ani/Dona segera merespons dengan merebut gim kedua tanpa perlawanan berarti. Mereka kemudian kembali mendapatkan angka pada gim ketiga untuk berbalik memimpin 2-1.

Momentum tersebut belum mampu dipertahankan. Tsukamoto/Tokumoto merebut dua gim berturut-turut sehingga berbalik unggul 3-2.

Persaingan sengit kembali terjadi pada gim keenam. Jepang akhirnya mengamankan gim tersebut sebelum Ani/Dona merebut gim ketujuh dan memangkas jarak menjadi 3-4.

Jepang kembali memperlebar keunggulan setelah memenangi gim kedelapan untuk mengubah skor menjadi 5-3.

Gim kesembilan menjadi penentu set pertama. Permainan berlangsung ketat hingga terjadi deuce dua kali dan dilanjutkan dengan satu poin penentu atau sudden-death.

Pasangan Jepang akhirnya merebut gim tersebut sekaligus memastikan kemenangan 6-3 pada set pertama.

Sempat Unggul 4-1, Indonesia Kehilangan Momentum

Ani/Dona mengawali set kedua dengan penampilan lebih baik. Mereka merebut dua gim secara beruntun untuk membuka keunggulan 2-0.

Pasangan Indonesia bahkan mampu memperlebar jarak hingga 4-1. Namun, Tsukamoto/Tokumoto perlahan bangkit dan mengejar ketertinggalan.

Pasangan Jepang kemudian berhasil menyamakan kedudukan dan berbalik unggul sebelum akhirnya mengamankan set kedua dengan skor 6-4. Hasil tersebut sekaligus memastikan kemenangan Jepang atas pasangan Indonesia di partai final.

Fitriani menilai pengalaman menjadi salah satu faktor yang membantu pasangan Jepang melewati tekanan ketika mereka tertinggal pada set kedua.

"Cuma tadi* overall* kita sudah melakukan yang terbaik. Memang kita harus mengakui kita kalah pengalaman, mereka jauh lebih berpengalaman," ujarAni.

Statistik Servis Jepang Lebih Efektif

Berdasarkan statistik penyelenggara, Indonesia mengumpulkan 51 poin dalam pertandingan tersebut, sedangkan Jepang mencatatkan 58 poin.

Dalam servis pertama, Fitriani/Fadona mencatatkan 47 dari 56 servis atau 85 persen. Sementara itu, Tsukamoto/Tokumoto mencatatkan 48 dari 54 servis atau 89 persen.

Efektivitas servis pertama juga menjadi salah satu perbedaan statistik kedua pasangan. Indonesia mengamankan 47 persen poin dari servis pertama, sedangkan Jepang mencapai 60 persen.

Secara keseluruhan, Indonesia memenangi 43 persen poin servis dan Jepang 50 persen.

Meski gagal meraih emas, hasil tersebut memastikan Indonesia mendominasi podium padel putri Asian Games 2026.

Medali perak menjadi milik Fitriani Sabatini/Fadona Kusumawati. Sementara medali perunggu diraih pasangan Indonesia lainnya, Beatrice Gumulya/Novela Putria, setelah menang telak atas wakil Filipina Danna Abad/Joshea Malazarte dengan skor 6-0, 6-0.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online