Cahya Supriadi Fokus di PSIM, Realistis soal Peluang Kembali ke Timnas

Ariq Fajar Hidayat
Ariq Fajar Hidayat Senin, 12 Oktober 2026 15:07 WIB
Cahya Supriadi Fokus di PSIM, Realistis soal Peluang Kembali ke Timnas

Kiper PSIM Jogja Cahya Supriadi. - ist/PSIM

Harianjogja.com, JOGJA—Kiper PSIM Jogja, Cahya Supriadi, memilih fokus menjaga konsistensi penampilan bersama Laskar Mataram di tengah ketatnya persaingan untuk mengisi posisi penjaga gawang Timnas Indonesia.

Pemain berusia 23 tahun itu menyadari peluang kembali memperkuat skuad Garuda tidak mudah. Saat ini, sejumlah kiper seperti Emil Audero, Maarten Paes, dan Nadeo Argawinata menjadi bagian dari persaingan di level tim nasional.

Cahya mengaku tidak ingin terlalu berambisi mengejar panggilan Timnas dalam waktu dekat. Ia memilih bersikap realistis sekaligus tetap bersyukur pernah mendapat kesempatan menjadi bagian dari tim nasional.

“Kalau itu saya enggak terlalu ambisius, karena di sana realistislah. Saya bukannya pesimis atau kayak gimana, di sana ada Emil Audero, ada Maarten Paes, Nadeo juga,” kata Cahya, Senin (12/10/2026).

Menurut Cahya, keputusan pemilihan pemain merupakan kewenangan pelatih. Ia tidak mempermasalahkan apabila belum kembali mendapat kesempatan memperkuat Timnas Indonesia, termasuk ketika harus bersaing dengan para penjaga gawang yang lebih dahulu mendapat kepercayaan.

“Ya, apa pun itu saya bersyukur pernah menjadi bagian Timnas Nasional,” ujarnya.

Konsistensi di Liga Jadi Prioritas

Cahya sebelumnya mendapat panggilan untuk mengikuti pemusatan latihan Timnas Indonesia pada Juli 2026 sebagai bagian dari persiapan menuju ASEAN Championship. Namun, untuk kembali memperoleh kesempatan di level internasional, ia menyadari performa bersama klub menjadi hal penting yang harus dijaga.

Karena itu, Cahya menargetkan penampilan konsisten bersama PSIM sepanjang kompetisi. Ia berharap performa di liga dapat menjadi pertimbangan bagi pelatih Timnas untuk kembali memberinya kesempatan.

“Targetnya ya konsisten di Liga. Pasti kalau misalkan kita main konsisten di Liga 1, dilihatnya kan dari permainan kita sendiri, pasti masih membuka chance untuk bisa balik ke Timnas Nasional,” katanya.

Cahya juga tidak memasang target pribadi yang muluk-muluk pada musim ini. Ia ingin terus mendapat kesempatan bermain dan memberikan kontribusi terbaik bagi PSIM.

Target tersebut menjadi penting di tengah awal musim yang belum berjalan sesuai harapan bagi Laskar Mataram. Hingga pekan keempat Super League 2026/2027, PSIM belum meraih kemenangan dan baru mengumpulkan satu poin dari empat pertandingan.

Cahya mengakui situasi tersebut bukan kondisi yang mudah bagi para pemain. Meski demikian, ia ingin segera membawa tim meraih kemenangan dan memperbaiki posisi di klasemen.

“Semua pemain, terutama saya, juga pengin menang. Di situasi yang sekarang enggak mudah juga, kita cuma dapat satu poin,” ujarnya.

Ia berusaha menyikapi tekanan sebagai bagian dari perjalanan kompetisi. Menurutnya, PSIM masih memiliki waktu untuk memperbaiki performa dan bangkit dari hasil yang kurang memuaskan pada awal musim.

“Secara tekanan kita menikmati itu, tapi saya percaya kita akan bangkit, kita bisa bertahan dan perjalanan masih panjang,” kata dia.

Bagi Cahya, menjaga performa bersama PSIM menjadi langkah yang bisa ia kendalikan saat ini. Konsistensi di level klub diharapkan dapat membantu Laskar Mataram memperbaiki hasil sekaligus membuka peluang baginya untuk kembali bersaing memperebutkan tempat di Timnas Indonesia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online