Final DBL: Olifant Paksa BOSA Berjuang hingga Akhir, Raphael Marantika Bersinar

Sunartono
Sunartono Senin, 12 Oktober 2026 17:22 WIB
Final DBL: Olifant Paksa BOSA Berjuang hingga Akhir, Raphael Marantika Bersinar

Raphael Marantika mencetak 12 poin dan 7 rebound saat Olifant bangkit mengejar BOSA sebelum kalah 53-60 di final DBL Jogja 2026. /Istimewa.

Harianjogja.com, JOGJA—SMA Olifant Yogyakarta nyaris membalikkan keadaan saat menghadapi juara bertahan SMA BOPKRI 1 Yogyakarta (BOSA) dalam final Honda DBL with Kopi Good Day Series DIY. Sempat tertinggal 15 poin pada kuarter pertama, Olifant bangkit dan menyamakan kedudukan menjadi 51-51 sebelum akhirnya kalah dengan skor 53-60 di GOR UNY, Sabtu (10/10/2026).

Salah satu pemain yang mencuri perhatian dalam pertandingan tersebut adalah Raphael Christopher Marantika. Guard Olifant itu menjadi motor kebangkitan timnya melalui sejumlah tembakan tiga angka dan menutup laga dengan catatan 12 poin serta tujuh rebound.

Tertinggal Jauh pada Kuarter Pertama

BOSA langsung mengambil inisiatif serangan sejak awal pertandingan. Determinasi Eliezer Fortunatas dan Deric Buana membantu tim tersebut unggul jauh dengan skor 24-9 pada kuarter pertama.

Meski berada dalam tekanan, para pemain Olifant tidak kehilangan semangat untuk mengejar ketertinggalan. Tim pelatih kemudian melakukan penyesuaian rotasi dengan memasukkan Raphael Christopher Marantika dan Rafka Raffif.

Pergantian tersebut menjadi bagian penting dari upaya Olifant mengubah jalannya pertandingan. Kehadiran Raphael sebagai pengatur serangan membuat permainan timnya lebih hidup dan membuka peluang untuk memangkas selisih angka.

Tembakan Tiga Angka Raphael Samakan Skor

Raphael tampil menonjol melalui rangkaian tembakan tiga angka yang membantu Olifant mendekati perolehan poin BOSA. Upayanya mencapai puncak ketika sebuah tembakan jarak jauh berhasil menyamakan kedudukan menjadi 51-51 saat pertandingan menyisakan waktu 4 menit 24 detik.

Momen itu menghidupkan suasana di GOR UNY. Olifant yang sebelumnya tertinggal cukup jauh mampu memberikan tekanan serius kepada BOSA dan membuat pertandingan final semakin ketat.

Kebangkitan tersebut menunjukkan bahwa Olifant belum menyerah meski menghadapi juara bertahan. Mereka terus berusaha memanfaatkan peluang untuk membalikkan keadaan hingga memasuki fase akhir pertandingan.

BOSA Pertahankan Keunggulan hingga Akhir

Persaingan semakin sengit ketika laga memasuki menit-menit penentuan. Namun, BOSA akhirnya mampu mempertahankan keunggulan dan menutup pertandingan dengan kemenangan 60-53.

Meski gagal membawa pulang kemenangan, Raphael menjadi salah satu pemain paling menonjol di kubu Olifant. Catatan 12 poin dan tujuh rebound menegaskan kontribusinya dalam upaya tim mengejar ketertinggalan.

Perlawanan Olifant juga memperlihatkan peran penyesuaian strategi dan semangat kolektif dalam menghadapi situasi sulit. Pertandingan final yang berlangsung ketat tersebut menjadi tontonan menarik dalam Honda DBL with Kopi Good Day Series DIY sekaligus memberikan gambaran positif mengenai persaingan bola basket pelajar di DIY.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online